
***
"Pa, kemarin bu Lena ke kantor" Ucap Kinan.
"Ke kantor? Untuk apa?" tanya Diran sedikit kaget.
"Dia hanya masuk ke ruangan bapa dan saya di larang untuk mengantarnya" Jelas Kinan lewat telpon.
"..." Diran diam dan tak berkomentar.
"Tolong Cek CCTV, aku ingin kamu segera memberikan hasil rekaman tersebut sore ini" Jelas Diran.
"Baik pa. Saya akan segera melakukannya..." Jawab Kinan, ia lekas menjalankan perintah Diran.
Ada apa ini? Kenapa istriku tiba tiba masuk ke ruangan ku di perusahaan? Apa yang dia inginkan? Apakah dia punya rencana lain untuk menghancurkan ku? Tanya Diran dalam hatinya.
"Tuan... Waktunya makan" Ucap Syiren seraya menenteng tatakan berisikan mangkuk dan segelas air putih.
"Padahal simpan saja itu di meja makan. Nanti aku bisa makan sendiri" ujar Diran.
"...Tidak tuan. Mana mungkin aku membiarkan anda makan sendiri dalam ke adaan seperti itu, luka anda belum baikan jadi izinkan saya untuk merawat anda" jelas Syiren.
__ADS_1
Diran yang tak biasa di perlakukan manja hanya bisa diam dan tak berkomentar "Saya akan memiupi bubur ini dulu agar anda tak kepanaaan" Ucap Syiren lagi.
Syiren mulai duduk di sisi ranjang, tepatnya di samping Diran. Ia mulai menyingkup bubur itu sedikit demi sedikit, dan mengarahkan sendok tersebut ke arah Diran sembari memiupinya penuh hati hati. Diran tak bisa berkutik kala Syiren dengan segala perhatiannya membuatnya terpukau.
"Tuan, ayo buka mulut anda..." pinta Syiren.
"Ya tuan..." Tambah Syiren. Tapi tak ada respon yang belarti untuk Syiren, Diran hanya menatap kosong ke arah Syiren dengan penuh lamunan.
"Tuan... Apakah anda baik baik saja?" tanya Syiren sembari menepuk pundaknya.
Seketika Diran terperanjat "Astagfirullah! Sampai di mana tadi?" tanya Diran kaget.
"...Tuan, apakah. Anda baik baik saja?" tanya Syiren.
"Tuan. Ayo buka mulut anda... Kita akan ke rumah sakit setelah anda selesai makan" jelas Syiren.
"Baiklah... Trimakasih Syiren" ucap Diran.
"Ya... Tak apa tuan, ini adalah tugasku" jawab Syiren.
Diran sungguh tak menyangka jika Lena akan memberikannya suster cakapan dan baik hati juga penuh perhatian seperti Syiren. Padahal Syiren hanyalah gadis muda yang harusnya sibuk pacaran atau jalan jalan dan belanja. Tapi saat Diran menatap Syiren, rasanya dia terpesona pada gadis itu sebab Syiren sangat dewasa anggun dan penuh perhatian.
__ADS_1
"Tuan... Ini minum obat anda, setelah itu saya akan siapkan air untuk tuan berendam" Jelas Syiren. Kini Diran hanya mengangguk dan mulai jadi penurut.
Apapun yang Syiren katakan, Diran hanya mengikutinya saja... jika biasanya Diran akan berkomentar atau menolak apapun perhatian Syiren, tapi kali ini... Diran sungguh di buat bungkam oleh kesigapan gadis itu dalam mengurus Diran.
***
"Selamat datang tuan muda" sambut Dr Coules.
"Ya dokter. Mulai hari ini aku akan rutin datang ke Rs mu. Jadi mohon bantuannya..." Ucap Diran.
"Ya. Aku akan melakukan tugasku dengan baik" Jelas Dr. Coules.
"Trimakasih dr..."
"Nona Syiren... Anda juga bisa ikut ke dalam" Ucap Dr Coules.
"Baiklah Dr" Syiren masuk dan mulai menatap ruangan terapi yang cukup komplit. Banyak sekali barang yang bisa Dira. Pakai untuk merangsang motorik halus kakinya.
"Nanti... Jika tuan muda mulai dengan terapinya. Nona Syiren harus senantiasa membantu Tuan muda agar ia lekas sembuh dan bisa berjalan lagi" Imbuh Dokter.
Syiren sangat senang mendengar hal tersebut, Syiren sangar ingin Diran sembuh jadi Syiren sangatlah bersemangat untuk membantu kesembuhan kaki Diran.
__ADS_1
Dr memeriksa keadaan Diran, lalu ia merongsen kaki Diran untuk melihat struktur tulang kakinya "Akan memakan waktu yang cukup lama... Tapi tuan muda harus optimis agar anda lekas sembuh" jelas Dr Coules. Diran sungguh bersemangat mendengar kalimat sembuh dari sang Dr... Hingga Diran tak ingin menyerah di tengah jalan... Diran ingin sembuh total dan membalas rasa sakit hatinya pada sang istri.
"Tuan! Semangat! Saya yakin anda pasti akan sembuh!" Teriak Syiren menyemangati Diran. Diran mulai merasa bahwa ia tak sendirian, melihat Syiren yang sungguh bersemangat untuk ke sembuhan Diran, membuat Diran sungguh senang... Perasaannya bercampur aduk...