Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Pertemuan penting


__ADS_3

***


Diran sudah sampai beberapa jam yang lalu... Ia sangat ngantuk dan ingin tidur, rasanya melihat bantal yang tertumpuk di matras kamar hotel itu seakaan lambai pambaikan tangannya untuk mengajaknya berbaring.


"Aahh... Ini sungguh tidak benar" umpatnya.


"Tuan. Anda harus kuat, anda jangan ngantuk... Anda pasti bisa" Pinta Syiren sangat bersemangat.


"Hentikan ocehanmu. Ini semua gara gara kamu... Kenapa memberiku obat dengan efek samping mengantuk... Dasar konyol..." umpat Diran.


"Maafkan aku tuan... Aku sungguh sangat bersalah pada anda" Syiren sungguh menyesal.


"Sudah lah... Kemarikan kemejaku. Aku akan pakai kemeja itu di pertemuan setengah jam lagi..." pinta Diran.


Syiren pun mulai memilih dan memberikan beberapa jas yang di inginkan Diran "Tuan yang mana?" Tanya Syiren


"Yang putih saja..." Pintanya.


Syiren lekas menyerahkan jas tersebut seraya memakaikannya lembut "Sebentar lagi, asistenku akan menjemputku... Jadi, jangan banyak berulah. Aku tak mau kamu membuat masalah yang lebih besar lagi. Mengerti?" tanya Diran pada Syiren


"Tentu tuan saya paham..." Ucap Syiren.


Diran yang sudah siap pun mulai menunggu di ruang tengah kamar hotel itu. Sementara Syiren masih berkutat di kamar Diran untuk menyusun pakaian pakaian Diran.


Tok tok! Pintu pun di ketuk, 'Tuan, saya datang menjemput anda..." ucap sang sekertaris.


"Kinan... Masuk" Balas Diran. Syiren sedikit penasaran pada suara seorang wanita yang lembut itu. Akhirnya Syiren pun mulai keluar dari kamar dan mengintip "Tuan. Anda tampak tam sehat, apakah perkiraan saya benar?" tanya Kinan.


"Tidak. Aku baik baik saja... Ayo. Kita lekas pergi sebelum para Klien menunggu terlalu lama..." Jelas Diran.

__ADS_1


"Baiklah tuan..." balas Kinan seraya mendorong Diran.


Wanita itu pasti sangat cantik, sampai sampai tuan Diran menghormarinya. Andai saja akubisa selangkah lebih dekat seperti nona itu...Bathin Syiren menggumam.


Syiren tak bisa menatap Kinan, sebab Kinan terlebih dulu mendorong kursi roda Diran. Dan Syiren hanya bisa menatap hijab Kinan yang berwarna putih.


Blam... Mereka mulai keluar, dan Syiren tinggal sendirian di kamar hotel itu...


"Sungguh sepi di sini... Aku sebenarnya ingin sekali ikut bersama tuan Diran ke acara pertemuan itu. Tapi... Jika aku ikut ke sana, tuan Diran pasti malu karna membawa seorang pembatu ke pertemuan penting itu. Lagi pula... Siapa aku? Aku hanya seorang pembantu yang hanya di butuhkan ketika tuan Diran kesusahan..." bisik Syiren tak habis pikir. Akhirnya Syiren pun memberingkan tubuhnya di matras kamar hotel itu dan tak sadar dirinya telah menyelam ke dalam mimpi.


***


"Uhuk Uhuk" Diran terbatuk.


Saat para tamu mulai mendiskusikan masalah kurva pemasaran yang meningkat pesat. Diran sama sekali tak menyimaknya, Diran beberapa kali kehilangan kesadarannya sebelum ia kembali membuka matanya...


"Tuan. Tuan, apakah anda baik baik saja?" tanya Kinan.


Astagfirullah, ini pasti gara gara obat yang di berikan Syiren padaku tadi pagi. Ini sungguh merepotkan, aku sungguh ngantuk dan ingin tidur... Bathin Diran menggumam.


"Tuan. Lalu apa inovasi terbaru anda untuk menembus bursa saham internasional? Karna perusahaan anda sudah sangat berkembang di dalam negri?" tanya para investor.


Diran sama sekali tak konek dan malah memegangi kepalanya. Kinan pun mulai membuyarkan rasa kantuk Diran "Tuan. Anda harus menjawabnya..." Pinta Kinan.


Diran yang tak menyimak hanya bisa tersenyum "Saya akan berusaha dengan sangat keras lagi, saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan para investor di perusahaan ini" jelas Diran seraya mengangguk angguk.


Meski jawabanya tak nyambung, tapi para klien yang menanam saham di perusahaan Diran sangat puas dan menepuki tangan mereka antusias.


Meeting yang penting pun mulai usai, Diran sangat tak kuasa ingin merebahkan diri nya di matras dan tidur sesaat.

__ADS_1


"Tuan, saya antar anda ke kamar" pinta Kinan.


"Maaf ya Kinan. Aku jadi selalu merepotkanmu..." ucap Diran.


"Tak apa... saya sangat senang jika bisa berguna untuk anda" Kinan pun mengantar Diran masuk kamar hotel dan membantunya naik matras. Tapi mata Kinan mulai terbelalak ketika ia melihat seseorang telah terlelap di sana.


"Tuan? Siapa wanita itu?" tanya Kinan. Menatap Syiren yang tidur terlentang, namun rambutnya acak acakan hingga menutupi wajahnya.


"...Dia, dia Susterku..." Balas Diran canggung.


"Oh. Apakah anda menyewa jasa perawat untuk merawat anda?"


"Ya..." Diran sangat malu.


"Astagfirullah. Kenapa tidak nyonya Lena yang menjaga anda... Jangan jangan nyonya Lena..." hampir saja Kinan mencemooh Istri bosnya.


"...sebaiknya aku istirahat sekarang" Jelas Diran


Kinan pun mengangguk dan ia pun mulai masuk... Diran terdiam di depan Syiren yang kala itu terlelap di matras yang harusnya jadi tempat tidur Diran.


Blam...


Pintu di tutup oleh Kinan. Sesaat Kinan menatung di balik daun pintu, pikirannya mulai melayang "Kasihan sekali tuan Diran. Padahal dia adalah pria tampan yang mapan, tapi bisa bisanya nona Lena tak berterima kasih pada nya... Ini sungguh keterlaluan!" bentak Kinan menghempas tangannya.


Dalam kamar hotel itu...


Suasana sangat hening dan pikiran Diran sedang tak stabil. Diran yang tadinya ngantuk pun mulai terdiam sesaat. Diran yang kala itu duduk di kursi rodaya hanya bisa bungkam menatap gadis yang kala itu terlelap tenang di matrasnya.


Jika di awal pertemuan nya ia sangat marah pada Syiren karna kecerobohannya. Tapi untuk saat ini, Diran sedikit berfikir "Andai saja, istriku seperfact ini ketika merawatku... Andai saja, istriku telaten sepertinya... Andai saja, istriku... Mau menerima kondisiku saat ini, andai saja istriku seperti gadis muda ini yang tak pernah mengusik fisiku..." bathin Diran menggumam.

__ADS_1


Diran mulai mendekati Syiren lalu menyibat rambutnya perlahan. Diran tak menyangka jika ia akan bertemu dengan gadis muda seperti Syiren. Gadis yang cantik dan tak malu ketika melakukan pekerjaan yang hanya sebagai pembantu.


Diran menatap nanar Syiren selama mungkin. Perasaan tenang mulai muncul ketika menatap wajah ringan tanpa beban di nanar Syiren. Sesaat Diran memang sedikit terpesona, jika Diran tife pria setia pada pasangannya... Maka, ia akan menahan diri untuk menaganggap Syiren sebagai wanita. Dan ia akan melupakan statusnya sata ini. Yakni pria dan wanita... Mungkin Diran akan menganggap Syiren sebagai adiknya sendiri...


__ADS_2