Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Lena kalaf


__ADS_3

Diran menangis meratapi nasibnya yang buruk itu, Syiren berusaha menenangkan Diran dengan memeluknya. Meski Diran tak membalas pelukan Syiren. Tapi sesaat rasa sesak di hati Diran sedikit lebih baik... "Tak apa apa tuan. Jangan khawatir, semua akan baik baik saja..." jelas Syiren menepuki punggung Diran.


***


Lena panik, ia sudah tak bisa berfikir lagi, akhirnya Lena yang kesal bicara serampangan tanpa melihat situasi yang ada. Padahal bi Mari ada di sana.


"Yuda... Cepat bawa anak buah mu ke rumah ini, buat sebuah drama pembuhan... Aku ingin pria itu dan se isi rumah ini tiada. Agar aku bisa leluasa melakukan apapun sesukaku!" Jelas Lena pada telpon di tangannya.


Bi Mari yang hendak mengantar teh ke arah Lena mulai membelalak lalu seketika menjatuhkan cangkirnya.


Pyang!!!


Lena lekas menoleh ke arah belakang dan seseorang terlihat telah kabur. Lena membelalakan matanya "Sial. Si tua bangka itu malah menguping pembicaraanku!" Dengus kesal. Lena pun lekas berdiri lalu mengejar Bi Mari, tapi bi Mari sudah pergi entah kemana "Sial... Aku terlambat, aku harus menemukannya jika tidak dia akan sangat menjadi masalah!" Bisik Lena seraya kembali memutar langkah.


Bi Mari sungguh kaget... Ia bersembunyi di kolong meja makan "Ini gawat. Jika sampai Nyonya Lena tak di hentikan. Maka buka hanya aku yang tewas... Tapi tua Diran juga dan seisi rumah ini" Bisik Bi Mari.


Bi Mari lekas keluar dari tempat persembunyiannya lalu segera masuk ke kantor Diran "Tuan... Tuan!" Bi mari panik h8ngga ia tak mengetuk pintu terlebih dulu.


"Tuan! Tuan ini gawat! Tuan...' Bi mari mencari Diran. Diran yang mendengar sahutan Bi Mari mulai melepaskan diri dari pelukan Syiren "Tuan... Bi Mari masuk" tanya Syiren.

__ADS_1


Diran mengangguk dan Syiren lekas mendorong kursi roda Diran menuju bi Mari "Bi ada apa..." tanya Diran.


"Tuan... Anda harus segera kabur..." Jelas bi Mari dengan lidah yang kelu.


"Lho kenapa?" tanya Diran lurus.


"...Nyonya Lena tuan. Nyonya Lena" Bi Mari bicara tak karuan.


"Lena? Ada apa dengannya? Apakah dia berulah lagi?" tanya Diran.


"Sebentar lagi anak buahnya datang untuk membunuh kita semua... Nyonya lena sudah memerintahkan anak buahnya untuk menyerbu rumah ini" Jelas Bi Mari.


"Tuan lalu apa yang harus kita lakukan. Mungkin anak buah nyonya lena sudah dalam perjalanan menuju kemari" tanya Syiren cemas.


"...Kita harus telpon Kinan... Dia adalah asistenku yang sangat bisa di percaya... Kita buat rencana" jelas Diran.


"Kinan.. Apakah anda ingin menelponnya?" tanya Syiren.


"Ya ambilkan telponku..." Pinta Diran. Syiren mulai mengangguk dan lekas meraih ponsel tersebut.

__ADS_1


Diran mulai menghubungi Kinan dan mereka mengobrol panjang lebar... Kinan mulai merencanakan sesuatu bersama Diran...


"Tuan apa yang harus kita lakukan..." tanya Bi Mari


"Karna Lena memang termasuk orang yang nekad. Dan selalu ingin meluruskan keinginannya bagai mana pun caranya... Jadi kemungkinan dia akan melakukan hal yang benar benar di terlarang untuk kepuasannya sendiri... jadi kalian harus memegang apapun untuk mempertahankan nyawa kalian. Karna kita tidak tahu kapan aparat kepolisian datang untuk menolong kita" Pinta Diran.


Syiren dan Bi Mari mengangguk "Baik tuan..." Syiren memegang balok yang ia temukan di dapur belakang begitu pun Bi Mari


Dan benar saja, lebih dari dua puluh orang tiba tiba menggebrak benteng pagar rumah Diran. Empat scurty di hajar habis habisan hingga tak bersisa. Mereka pingsan....


Para preman yang di kepalai Yuda pun mulai berpencar. Lima orang berjaga di depan rumah dan memperhatikan suasana di halaman rumah tersebut. Yuda memecah anak buah yang lainnya menjadi lima group "Satu group di tugaskan menggasak berkas berkas penting dan satu Group lainnya mencari orang untuk di sekap dan di bunuh.


Para pelayan di ruma trsebut yang tak keburu melarikan diri pun di tangkap para perman itu untuk selanjutnya di eksekusi "Sayang. Kemari" pinta Lena.


"Ya. Aku akan ke sana... " Balas Yuda.


"Aku ingin kalian menghabisi Diran juga Syiren dan yang lainnya malam ini!'' Bentak Lena.


Seluruh anak buah Lena mulai mengangguk dan melakukan tugas mereka sebaik mungkin... Apakah ini hari terakhir Diran hidup?

__ADS_1


__ADS_2