Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Tangisan Syiren


__ADS_3

"Dion!! Mereka sedang lengah, bangun lalu ambil balok itu!" Bisik Diran menekan suaranya tegas. Dion yang lepas tanpa pengawasan lekas meraih balok yang tadi di pakai pria pria sampah tersebut.


"Tuan ambil!!" Ucap Dion melempar balok tersebut. Dion pun tak tinggal diam, ia pun meraih salah satu senjata tajam yang ada di sana.


"Tidak!! Lepaskan aku!!" Teriak Syiren di seret dan di banting ke dalam mobil. Beberapa preman pun masuk satu persatu ke dalam mobil Diran.


"Hahahaha... Menjeritlah yang kencang sayang. Biarkan kami menikmati malam dingin ini dengan tubuh indahmu itu" Jelas Salah satu preman yang cukup gemuk.


"Ikh! Menjauh! Dasar menjijikan!!" teriak Syiren seraya menendang perut preman gendut itu hingga terjungkal ke luar mobil.


"Apa! Dasar ******! Beraninya kau menedang teman kami!" amuk Preman yang cukup kurus.


"Dion! Sekarang!" pinta Diran. Dion lekas berdiri lalu memukul para preman itu dengan parang yang ia genggam hingga tubuh dia preman tersayat.


"Sial! Beraninya kau!!" Pekik satu preman lain datang hendak memukul Dion dari pelakang oleh senjata tajam yang ia bawa. Namun terlambat beberapa menit, sebab Diran bangun lalu memukul preman itu dengan balok sekuat tenaganya.

__ADS_1


Buak!! Buakk!!


"Aahh! Sial!! Kau beraninya!!" Teriak Preman tak berkutik kala Diran yang berdiri tertatih tatih itu memukuli preman itu membabi buta tanpa rencana.


"Rasakan!!" bentak Diran mukul.


"Sial! Akan ku habisi kau sekarang juga!!" teriak Preman gendut yang tadi di tendang Syiren hendak menyerang Diran dari belakang. Tapi Syiren yang sudah ada di luar mobil lekas melempar kepala botak preman gendut itu oleh ponsel yang ia dapat kan di dalam mobil tadi. Mungkin itu ponsel Diran.


Pletak!! Pria gendut tersebut seketika menoleh kearah Syiren "Kau! Dasar ******!!" Bentak Preman gendut itu mengarahkan nanarnya ke Syiren. Diran tak menyia nyiakan kesempatan tersebut. Kaki Diran refleks melangkah pelan seraya gemetaran ke arah pria yang hampir menyerang Syiren itu dan memukul sekeras kerasnya.


BUAK! BUAK!! Pria polontos gendut itu terbelalak dan terbatuk, darah pun mulai keluar dari dalam mulutnya. Ia pun pingsan karna trauma benda tumpul di kepala.


Syiren terbelalak kala menatap Diran... Syiren tak percaya pada apa yang ia lihat. Diran berdiri dan melangkah gemetaran, baru kali ini Syiren lihat Diran bisa melakukan hal yang mustahil "Tuan..." Syiren melangkah pelan menghampiri Diran, Syiren bahkan melangkahi para preman yang sudah K.O itu dan berjalan lurus ke arah Diran.


"Syiren. Apakah kamu baik baik saja?" tanya Diran dengan napas terengah engah.

__ADS_1


Syiren melangkah dengan mata berkaca kaca ke arah Diran "Tuan..." Ucap Syiren.


"Syukurlah jika kamu selamat" balas Diran.


Syiren tak kuasa menaha rasa harunya, entah karena ia takut atau malah ia sangat senang atas kemajuan yang Diran perlihatkan padanya "Tuan!!" Syiren meraih tubuh Diran dan memeluknya seraya menangis se kencang kencangnya.


"Tuan!! Hiks... Tuan! Syukurlah... Syukurlah tuan baik baik saja... Hikss.. Hu Hu Hu... Ughhhh Huuuu huuu" Syiren tak canggung padahal Diran adalah majikannya. Tapi kala itu Syiren tak sadar tentang perbedaan tersebut.


Diran hanya terdiam dan tak bisa melakukan apapun, ia juga tak bisa melarang Syiren untuk tidak memeluknya. Diran hanya bisa berkata pada Syiren "Tak apa apa... Kamu akan baik baik saja" ujar diran seraya menepuki punggung Syiren. Setalah beberapa menit kemudian...


Mobil polisi pun tiba dan mulai mengangkut seluruh preman tak jelas itu ke kantor polisi untuk di mintai ke terangan...


"Pak Diran, trimakasih sudah cepat menginformasikan lokasi anda hingga kami bisa secepatnya mengangkut para preman ini" ucap polisi.


"Ya saya sungguh berterima kasih" Balas Diran.

__ADS_1


"Jika demikian, silahkan bapa dan ibu juga ikut kami ke kantor polisi untuk menjelskan kronologis ke jadiannya... Agar kasus ini bisa secepatnya terselesaikan" jelas Polisi itu. Diran dan Syiren pun mulai ikut ke kantor polisi malam itu.


Di kejauhan sebuah mobil yang terparkir sedari tadi seakan memperhatikan situasi mencekam itu pun mulai melaju dan meningalkan tempat kejadian "Sial! Gagal lagi, berapa nyawa pria cacat itu!!" Amuk seseorang yang menyembunyikan dirinya di dalam mobil berkaca hitam itu.


__ADS_2