Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Berdegup kencang


__ADS_3

***


Karna Syiren sangat rindu pada ibunya, akhirnya Diran memutusman untuk menemui ibu Syiren yang tengah di rawat Intrents di sebuah rumah sakit khusus Kluarga Diran.


"Sepertinya ruangan ini tuan..." ucap Syiren seraya menunjuk ke sebuah pintu.


"Kalau begitu ayo masuk"


Syiren mengangguk dan lekas membuka pintu kamar pasien "Assalamualaikum..." Sapa Syiren mulai masuk ke dalam ruangan itu.


Terlihat di kejauhan, ibu Syiren tengah di rawat oleh dua suster muda yang telaten "Ah. Akhirnya nona Syiren datang menjenguk. Lihatlah itu bu... Anak mu yang cantik itu telah datang menjenguk" ujar para perawat memperingatkan ibu Syiren.


Tapi sayang, ibu Syiren tuli dan tidak bisa bicara. Ia hanya berinteraksi dengan lawan bicaranya hanya dengan bahasa tangan "Ya. Bu... Aku datang. Maaf karna jarang menjenguk karna aku sangat sibuk bekerja" Syiren membalas dalam bahasa tangan yang sama dengan ibunya. Hanya saja, Syiren sedikit membisik apa yang sedang ia katakan pada ibunya.


Diran sedikit terharu kala melihat keadaan ibu Syiren yang sudah sangat memperihatinkan, juga... Syiren yang terlihat senang kala menjenguk ibunya.


Melihat Syiren memeluk ibunya. Aku jadi ingat mendiang ibuku... Semoga kalian tenang di surganya allah amin. Bathin Diran.

__ADS_1


Diran terus menatap kedekatan Syiren dan ibunya. Tapi, kemudian ibu Syiren menatap Diran di kajeuhan dalam dalam lalu menunjuknya.


Diran mengangguk seraya tersenyum simpul, Lalu Ibu Syiren melambaikan tangannya seakan kemari kemari "Ya... Saya?" tanya Diran seraya melangkah menghampiri ibu Syiren.


Ibu Syiren menatap Diran yang saat itu begitu dekat dengannya lalu tersenyum simpul "Ibu... Jangan tatap tuan muda seperti itu. Nanti dia bisa malu" Bisik Syiren seraya menggerakan tangannya menggunakan bahasa tangan.


"Tidak. Dia sangat tampan... Apakah dia kekasihmu. Ibu bersyukur jika dia adalah kekasih mu.. Atau calon suamimu" Jawab ibunya dalam bahasa isyarat yang sama.


Diran heran seraya mencercidkan matanya, ia sungguh tak bisa memahami apa yang sedang Syiren dan ibunya bicarakan. Hanya saja Diran sedikit menyimpulkan sesuatu, ibu Syiren tampak sangat senang saat Diran dekat dengan Diran.


"Apa bu... Tidak, dia bukan kekasihku... Dia cuma..." bisik Syiren kepada ibunya. Di sana Diran mulai menyimak, bahwa apa yang ibunya katakan pada Syiren adalah sebuah pertanyaan. Mungkin, dia menyangka bahwa Diran adalah calon suami Anaknya.


Tanpa malu, ibu Syiren mulai meraih tangan Diran "Ah!" Diran menoleh ke arah tangannya yang kala itu di genggam ibu Syiren.


Ibu Syiren tersenyum dan mengangguk angguk, Tak berselang lama setelah itu... Tangan Syiren pun di raihnya dan Syiren pun kaget "Bu ada apa?" Syiren bicara dalam bahasa fasip.


Diran di buat bingung oleh ibunya Syiren, begitu pun Syiren... Setalah mereka bertiga saling bertatapan. Ibu Syiren lekas menyatukan tangan anaknya dengan Diran "Ibu!" Pekik Syiren membelalakan matanya dan pipinya makin memerah.

__ADS_1


"Tak apa kok... Aku tak marah" Balas Diran dengan suara yang lantang.


Syiren yang menunduk pun mulai perlahan mendonggakan wajahnya ke arah Diran "Jangan marah pada ibumu... Mungkin, Ibumu sangat mempercayaiku. Hingga memberiku izin untuk menjagamu...." Diran segera meraih tangan Syiren dan menggenggamnya erat.


"Ibuku pasti salah paham... Maafkan aku tuan muda" Syiren sungguh malu. Apa lagi saat ini tangannya di ganggam erat oleh Diran yang kala itu berdiri tegak di hadapannya. Sudah pasti jantung Syiren berdegup kencang tanpa henti... Diran tersenyum manis semanis gula gula warna warni. Lalu Diran mulai mendekati wajah Syiren tanpa malu di hadapan Ibu Syiren.


T-tuan Diran mau apa? Jangan jangan tuan Diran mau mencium ku? Ahhh tidak... Bagai mana ini aku malu... Bathin Syiren menggumam.


Diran mendekat, Dekat dan makin dekat... Syiren tak tahan kala menahan rasa malu dengan wajah yang sangat panas dan merah pekat. Akhirnya saat hidung mereka hampir bertabrakan, Diran mulai membisik "Tolong sampaikan pada ibu mu... Tolong sampaikan padanya rasa terimakasihku yang sangat besar untuknya" Pinta Diran seraya membisik mesra di pinggir pipi Syiren hingga rasanya hangat kala nafasnya menghembus ke daun telinga nya begitu lembut.


Wussshhhh! Angin dari syurga itu membuat Syiren hampir malu karna terlalu lama menahan napasnya saat berdekatan dengan Diran. Ia takut jika Diran akan mencium bau napasnya yang sedikit tidak sedap karna ia sudah memakan semur jengkol.


Syiren mengangguk dan mulai melepaskan tangannya dari Diran. Ia pun menyampaikan pesan Diran sesuai permintaannya.


Ibu Syiren sangat senang atas pesan dari Diran. Ibu Syiren meminta agar Diran menjadi jodohnya dan menjaga Syiren seumur hiduonya... meski Syiren sudah memperingatkan bahwa Diran sudahlah beristri... Ibunya tetap memegang tangan Diran dan memohon padanya untuk menjaga Syiren. Ia juga berpesan, bahwa Syiren anak yang baik... Ia cantik dan jujur. Oleh karna itu, ibu Syiren memaksa Diran untuk berjanji padanya untuk menjaga Syiren.


Mereka sepakat dan membuat Syiren makin malu pada Diran...

__ADS_1


Wah gimana nih, Syiren udah makin dekat dengan Diran... Apakah Syiren memang berjodoh dengan Diran? NEXT episode


__ADS_2