Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Larut dalam kesedihan


__ADS_3

***


Syiren pulang bersama Diran dan Kinan... Mereka melanjutkan perjalanan menuju pemakaman Bi Mari dan Yuda kekasih gelap Lena. Pihak kluarga Yuda meminta pihak ke polisian untuk menyemayamkan Yuda di pemakanan umum setempat setelah di jasad Yuda autopsi


Bi Mari sudah di semayamkan dengan layak di pemakaman umum tersebut, Syiren tampak sedih melihat tumbukan tanah yang bertaburan bunga mawar berwarna warni. Kini, ia tak bisa memeluk Bi Mari, melainkan tumpukan tanah yang masih merah.


Syiren memeluk kayu bertiskan nama Bi Mari sembari menangis kejer "Bi... Bi mari, Bibi yang tenang di sana. Hiks, bibi jangan khawatir, aku akan merawat dan menjaga tuan Diran sekuat tenagaku bi... Bibi jangan takut, Bibi adalah orang baik... Semoga amal dan ibadah bibi di terima oleh allah dan di tempatkan di taman taman syurga miliknya... Aku ikhlas bi, semoga segala kebaikan bibi menjadi ladang pahala yang berlimpah... Amin" Syiren tak berhenti menangis. Hingga Diran menepuk punggungnya dan berusaha menguatkannya.


"Jangan nangis lagi, nanti Bi Mari tak akan tenang. Kamu harus ikhlas... Biarkan Bi mari bahagia di alam sana" Pinta Diran.


"Benar... Kamu hanya perlu berdoa saja untuk Bi Mari, agar allah senantiasa melapangkan kuburnya dan menjauhkannya dari pitnah dan azab kubur... Nauzubillah himindalik..." imbuh Kinan.


Syiren hanya bisa mengangguk diam dan ia lekas berdiri untuk meninggalkan makam mendiang tersebut.


Nasib Bi Mari memang nahas, ia meninggal di usia 45 tahun, bahkan dia tidak menikah dan tak punya kluarga. Ia sudah mengabdi kan diri di kediaman Kluarga saat usianya masih belia. Dan kini, sudah 30 tahun lebih ia bekerja di sana. Dan tuhan berkehandak lain, ia lebih menyayangi Bi Mari hingga membawanya pulang ke peristirahatan terakhirnya.


***


Kinan, Syiren dan Diran mulai sampai di kediaman Diran... Diran membelalakan matanya ketika mulai masuk rumahnya...

__ADS_1


Astagfirullah... Bathin Diran.


Tak heran jika Diran terkejut; karna kediaman nya sungguh kacau balau, beberapa pelayan yang saat itu hampir mati di skap para prampok akhirnya di pulangkah ke kampung halaman mereka...


"Tuan... Akan saya bereskan segala ke kacauan ini" Jelas Syiren lekas berkemas.


"Tunggu Syiren. Jangan repot repot... Aku akan panggilkan jasa Cleaning servis saja. Kamu istiratlah... Kamu pasti lelah, tubuhmu saja masih sempoyongan" Pinta Kinan.


"...Syiren sebaiknya kamu istirat saja..." Pinta Diran. Syiren yang merasa baik baik saja menolak permintaan Diran.


"Kamu harus istirahat, wajahmu masih pucat, jika kamu tidak menurut nanti kamu bisa sakit" jelas Diran.


"Kamu harus sehat... Jika kamu sakit, siapa yang akan merawatku nanti?" tanya Diran bersikeras meminta Syiren untuk istirat.


"Tapi..." Syiren masih berusaha.


"Tapi jika kamu sakit, Aku pasti akan sangat kerepotan. Bukankah kamu akan tetap berada di sampingku dan mengantarku Cek up hingga aku bisa berjalan lagi" Jelas Diran memperingatkan.


Syiren mulai teringat dan mulai tersenyum "Benarkah? Aku akan tetap beerada di samping anda, sekarang nanti dan seterusnya. Saya pasti akan menjaga anda dengan baik sesuai perintah bi Mari..." Cerocos Syiren.

__ADS_1


"Kalau begitu, pergilah tidur siang' Pinta Diran.


Syiren mengangguk dan mulai pergi meninggalkan Diran yang saat itu di temani Kinan 'Baik tuan! Saya akan pergi tidur sebentar..." Ujar Syirw seraya pergi menjauhi Kinan Dan Diran.


"Tuan lihat kelakuannya? Dia sungguh imut ya?" tanya Kinan menatap Diran yang ketika bercakap dengan Syiren tampak merona di pipinya.


"Imut? Imut apanya? Dia hanya seorang bocah" balas Diran memutar kursi rodanya.


"Yah dia memang bocah. Tapi, untuk ukuran mu... Dia akan jadi wanita, istri, dan ibu yang baik untuk kluarga kecilmu kelak tuan" Ujar Kinan.


"Hah. Mulai lagi... Kamu itu bicara apa sih, dia hanyalah Susterku, dia hanyalah perawatku... Toh nanti, setelah aku bisa berjalan lagi. Aku tak mungkin membutuhkan jasanya lagi" Cerocos Diran.


"Apakah benar begitu? Tapi biasanya, cinta itu datang karna terbiasa lho tuan..." balas Kinan kembali mengoceh.


"Ah sudah sudah... Kamu memang ahli dalam mempermainkan hati orang. Dasar!' Dengus kesal Diran.


Tapi entah kenapa, setelah tahu hal yang sebenarnya. Hati Diran terasa tentram, Diran sungguh berharap, bisa dekat dengan Syiren lebih lama lagi. Meski itu hal yang tak mungkin... Tapi dalam hati Diran, Diran ingin memiliki Syiren seutuhnya. Dan tak terikat dengan status tuan atau majikan....


Cleaning Servis pesanan Kinan datang. Mereka menata ulang kediaman Diran dan membuang beberapa photo Lena yang ada di dinding juga meja skat. Diran tak ingin melihat wajah mantan istrinya meski itu hanyalah sebuah lukisan.

__ADS_1


__ADS_2