Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Masalah besar


__ADS_3

***


Seluruh preman suruhan Lena mulai bergerak cepat. Para preman itu menggasak harta Diran dan surat surat berharga lainnya. Seluruh isi rumah di telisik dan semua ruangan di obrak abrik... Akhirnya sepuluh pelayan juga empat supir, empat scurty telah tertangkap. Namun Diran, Syiren juga Bi Mari belum bisa mereka temukan.


"Sial! Kama Diran si cacat itu!" Dengus Lena kesal.


"...Kita harus cepat, kita tidak boleh meninggalkan jejak... Aku belum mau masuk penjara!" Imbuh Yuda.


"Kalau begitu... Cari mereka dengan benar!!" bentak Lena pada Yuda.


Yuda dan para anak buahnya kembali berkutat, Lena pun mulai menyungingkan bibirnya seraya melangkah pelan menuju ruang kerja pribadi Diran. Ia mulai menyentuh Handle itu lalu mendorong daun pintu itu pelan.


Ketika pintu di buka, Lena melihat jelas keadaan Diran yang saat itu terduduk di kursi rodanya dengan sebuah majalah di genggamannya "Heh. Rupanya kamu di sini mas..." Ucap Lena sembari mulai melangkah menghampiri Diran yang abai padanya.


"...Kenapa kamu bertanya begitu, bukankah setiap hari, aku selalu berada di sini" Jawab Diran tak ingin menatap wajah Lena.


"Heh. Sungguh angkuh sekali nada bicara mu itu mas..." desus Lena membuang wajahnya angkuh.


"...Menurutmu aku angkuh? Lalu bagai mana dengan dirimu sendiri?" Tanya Diran mulai menyingkirkan majalah tersebut dan mendonggakan wajahnya lalu menatap Lena yang berdiri di hadapan Diran penuh ke angkuhan.


"...Pembicaraan kita belum selesai mas, tentang surat cerai. Aku pasti akan menceraikan mu sebelum kamu menceraikan ku.... Aku sungguh menyesal telah menikah dengan pria cacat dan mandul sepertimu! Akan aku pastikan sebelum surat cerai turun ke tanganku. Aku akan langsung menikah dengan pria pilihanku!" Gertak Lena menyungingkan bibirnya. Hati Diran sakit kala mendengar umpatan istrinya yang tekesan blak blakan.


"Oh begitu rupanya. Berlarti, selama ini kamu telah menipuku... Lalu apa alasanmu mau menikah denganku? Bukankah dulu, kamu juga tergila gila padaku?" Tanya Diran menahan emosinya yang mulai naik ke ubun ubunnya.


"Hempph!" Lena menahan tawanya, Diran menatap Lena yang kala itu terlihat telah mencemoohnya.


"...Hahahahaha... Kamu itu memang bodoh mas! Aku nikah sama kamu karna aku sangat miskin. Aku hanya ingin hidup mewah lalu berpoya poya sesuka hatiku mas. Jadi, aku nghak pernah mencintaimu!" tegas Lena penuh tawa di nada suaranya.


Diran sungguh tertekan dan mulai tak sabaran, ia ingin sekali menampar istrinya "Mas. Kamu itu cacat, kamu juga mandul! Yang kamu bisa hanyalah mencari uang dan tidak bisa melakukan apapun lagi! Jadi kamu itu nggak berguna!' Bentak Lena terus memojokan Diran.


"Kau... Sungguh keterlaluan!!" Bentak Diran menatap tajam Lena.


"Bohong!!" Pekik Syiren keluar dari tempat persembunyiannya. Diran tersentak kala Syiren keluar begitu saja dan ikut campur. Lena menoleh ke arah Syiren "Oh. Rupanya kamu disini... Beraninya kamu ikut campur! Dasar kau anjing yang mengigit tuannya sendiri!" Bentak Lena menghampiri Syiren lalu melayangkan tangannya ke arah pipi Syiren hendak memukul.


Pakkk! Karna marah, Syiren menahan tangan Lena yang hampir memukulnya itu.

__ADS_1


"Kau! Berani melawanku!" geram Lena menggigit giginya gemas.


"...Tuan Diran tidak cacat! Tuan Diran juga tidak mandul! Tuan Diran juga sangat tampan, jika dia berpisah dari anda... Siapapun wanitanya pasti akan mencintainya karna dia baik!" Tegas Syiren dengan suara sedikit di tekan.


"Berani sekali pembantu sepertimu ikut campur masalah rumag tanggaku! Dasar anjing yang mengigit tuannya sendiri!" Lena menghempas tangannya dari genggaman tangan Syiren.


Baastt!


"Dan satu hal lagi, aku bukanlah seekor anjing aku adalah seorang suster untuk tuan Diran. Dan majikan saya bukanlah anda, tapi tuan Diran!" Bentak Syiren tegas.


"Kau! Sekali lagi bicara, akan ku bunuh kau!!" Amuk Lena.


"Anda akan menyesal jika anda menceraikan tuan Diran... Saya berani bertaruh, akan sehancur apa kehidupan anda kelak"


"Kau sungguh lancang sekali ya... Hoh Sayang sekali ya... Seandainya malam itu, ku lindas saja tubuhmu pasti kau tak akan seblagu ini padaku!" Gemas Lena pada Syiren hingga ia membuka aibnya sendiri.


"Lena apa maksudmu!" Bentak Diran melotot ke arah Lena.


Lena menoleh "Oh baiklah. Akan ku jelaskan hal yang sebenarnya telah ku lakukan... Lagi pula setelah aku ungkap semua dosa dosaku... Kalian akan mati juga kok. Aku lah yang sebenarnya telah menabrak Syiren hingga ia terluka dan hampir mati Mas" jelas Syiren bersama ke angkuhannya.


"Lena kau sungguh iblis wanita... Dosa apa yang telah ku buat hingga aku menikahi wanita iblis sepertimu!" lesu Diran mendengar ke jujuran istrinya yang sungguh bejat itu.


"Nggak usah sok suci kamu mas... Kamu juga nggak tahu kan, siapa yang menyebabkan kamu cacat?" tanya Lena menggulung tangannya di dada dengan segala ke angkuhannya.


"...Jangan jangan..." Diran tak ingin menduga duga.


"Ya... Malam itu, aku memberimu obat tidur mas, lalu aku menyuruh seseorang untuk menyabotase mobil yang kamu pakai mas.... Makanya aku pulang dari dinner lebih awal. Aku pikir kamu akan mati malam itu, tapi sayang.... Orang goblok itu malah menolongmu dan membuatmu hidup dalam keadaan cacat begini!" Tegas Lena.


JDEEERRR


Bah di sambar petir, jantung Diran seakan di cabut seketika itu "Keterlaluan kamu!"


Syiren mengepalkan tangannya dan mulai melayangkan tangannya itu ke arah pipi Lena dengan penuh amarah "Wanita penghuni neraka!!" Buak!!


Wajah Lena terhempas "Aaakkhh!" Lana lekas memegang pipinya yang nyut nyutan itu.

__ADS_1


"Kau! Beraninya kau melukai wajahku yang mahal ini!" Lena menarik senapan di belakang punggungnya lalu mengarahkan senapan itu ke arah Syiren "Mati kau!!" Teriak Lena.


Diran terbelalak "Syiren menghindar!" Teriak Diran. Bi Mari tak bisa melihat adegan itu dan ia refleks berlari memeluk Syiren. Platuk di tarik dan pegasnya mulai di tekan DOR! DOR! DOR!!


"Tidak!!" Pekik Syiren membelalak.


"Bibi!!" Pekik Diran.


"Aahh sial! Malah ada drama di sini... Baiklah, ini giliranmu!' Lena mengarahkan pistol itu lagi ke arah Syiren. Tapi, Diran tak ingin membiarkan istrinya melangkah lebih jauh. Ia mebarik pas bunga dari meja dan melemparkannya ke kepala Lena.


Syuung! Pas mengapung di udara dan jatuh tepat di ubun ubun Lena "Pletak!"


Pyang!! Pas tersebut hancur di kepala Lena hingga Lena terdiam sesaat, ia mulai perlahan menoleh ke arah Diran dengan kepala berlumuran darah "Te-ga... Ka-mu... Ma-s" Ucapnya lemas. Ia mulai memutar matanya ke aras sebelum terpejam dan tak sadarkan diri.


Bruk! Lena jatuh di lantai "Hiks... Bibi, bertahanlah... Bibi jangan pergi" Syiren tak kuasa melihat Bi mari yang mulai lemas dan merosot ke lantai.


"...S-s... Syiren... Sy- Syiren... Tolong jaga tuan muda dengan baik" ucap Bi Mari terkelungkup di lantai.


"Bibi! Bertahanlah polisi sebentar lagi akan tiba di sini' Pinta Diran menghampiri Bi Mari yang mulai sekarat.


"...Tuan.. Anda sangat beruntung tidak bertemu dengan nyonya Lena... Tapi anda akan beruntung jika tetap bersama Syiren... Syiren adalah anak baik. Dia adalah tife wanita yang berbakti... Jagalah... Tuan muda, karna aku, menganggap tuan Diran seperti anakku sendiri"


"Jangan bi... Jangan bicara lagi, darah bibi akan menyembur jika bibi bicara terus. Hiks bertahanlah bi ku mohon!" tangis Syiren.


Bi Mari mulai pucat, ia tersenyum dan meraih tangan Diran lalu menyatukannya dengan tangan Syiren...


"Bila bibi mati di sini. Bibi Ikhlas, tuan Diran... Menikahlah dengan Syiren..." Ucapan tersebut membawa Bi Mari terlelap selamatnya. Bi mari mulai memejankan matanya...


Syiren panik ia menyeru bi Mari sembari menggoyang goyangkan tubuhnya "Bi! Bibi! Bibi... bibi bangun! Bangun bi... Jangan tidur! Bibi... Hiks bibi...." Tangis Syiren kian pecah mengiringi ke pergian Bi Mari ke sisi allah swt.


"Innalilahi wainna ilaihi Rojiun..." Bisik Diran mengusap wajah Bi mari yang sudah terpejam itu.


'Bibi Tidakkkk... Huhuhu Bibi... Bangun bibi...' Tangisan Syiren tak bisa terhenti dengan mudah. Ia begitu menyayangi bi Mari seperti seperti ia menyayangi ibunya sendiri...


"Ini semua salahku..." Tangis Syiren melepas kepergian Bi Mari untuk selamanya...

__ADS_1


__ADS_2