
Syiren dan Lena mulai sampai di front rumah induk. Lalu Lena pun masuk ke rumah itu dan di ikuti Syiren. Setalah sampai di rumah itu, Lena pun mengajak Syiren untuk bertemu Diran di ruang kerjanya.
"Tunggu di sini... Jika aku sudah memanggilmu kamu lekas masuk dengan sopan. Mengerti?" jelas Lena.
Syiren mengangguk lagi "Baik bu..." Balas Syiren.
Lena menghampiri daun pintu kantor pribadi Diran "Tok Tok!"
"Masuk..." Jawab Diran, Lena pun masuk perlahan. Diran lekas mengalihkan pandangannya "Eh... Sayang, ada apa? Kenapa kamu datang di jam segini. Tidak biasanya" Ucap Diran menatap Lena yang mulai menghampiri kursi kerjanya. Karna Diran tak percaya pada penglihatannya sendiri, ia pun lekas memakai kaca mata nya dan menatap Lena intrents.
"Apa yang kamu bicarakan Mas... apa aneh bagimu karna aku keluyuran di jam segini" Balas Lena seraya menghampiri punggung Diran lalu memeluknya dari belakang.
Aneh, kenapa tiba tiba Lena jadi manja begini? Apakah salah jika aku berfikir bahwa Lena sedang menginginkan sesuatu dariku? Tapi apa itu? Uangkah? Atau... Umpat Diran dalam hati.
"Mas. Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu" Bisik Lena. Seketika Diran pun tercengang "Seseorang? Tentang... Apa itu?" Tanya Diran.
"Aku berfikir, aku terlalu sibuk untuk menjagamu Mas. Jadi aku ingin ada seseorang yang menjagamu lebih dari aku..." jelas Lena. Seketika, pikiran Diran buyar kala ia menyangka bahwa Lena sedang ingin bercinta dengannya siang itu.
"Apa maksudmu? Menjaga... Untuk apa? Jika kamu tidak mau menjaga ku, aku bisa menjaga diriku dan melakukan apapun sendiri" Balas Diran menolak seketika itu.
"Apa maksudmu mas? Apakah kamu sedang menolak rencanaku?" tanya Lena menahan emosinya.
"...Maaf sayang, jika kamu ingin bicarakan ini tolong lain kali. Karna pekerjaan ku masih sangat banyak" Jelas Diran mengabaikan Lena.
"Mas! Jangan gampang menolak begitu! Coba saja dulu... Jangan langsung bilang tidak. Dia adalah gadis yang baik, jangan tolak dia begitu saja..." Jelas Lena.
__ADS_1
"Sayang. Apa maksudmu... Kamu menyuruh seorang gadis untuk merawatku? Omong kosong apa ini... Apa yang ada dalam pikiranmu? Apakah kau tidak akan cemburu pada hubungan suster dan pasien ini? Apa kata orang nanti... Sudah, jangan ganggu aku... Kamu sudah benar benar abnormal" elak Diran mengacuhkan istrinya yang sudah jadi bodoh gara gara enggan mengurus suaminya.
"Aku tidak mau! Aku akan tetap memperkerjakannya. Dia sudah terlanjur menandatangani kontrak kerja denganku!' Lena sungguh keras kepala.
"...Terserah saja. Tapi aku tidak sudi di sentuh olehnya!" Jelas Diran.
Karna Lena sangat marah pada suaminya. Akhirnya Lena pun menyuruh Syiren untuk masuk ke kantor itu "Syiren. Masuk... Perkenalkan dirimu!" Pinta Lena.
Diran menoleh ke arah Lena dengan tatapan ganas "Sayang! Kenapa kamu begitu keras kepala!!" bentak Diran.
Lena malah tersenyum menyungingkan bibirnya "Masuk" pinta Lena kembali.
Akhirnya Syiren pun masuk dan mulai menghampiri meja kerja Diran "Selamat siang tuan. Perkanalkan, nama saya Syiren Ranita... Saya adalah suster baru di rumah ini. Mohon bantuannya" Ucap Syiren menundukan tubuhnya...
Syiren mulai mendonggakan wajahnya dan menatap Diran "Syiren... Mulai hari ini, kamu harus bekerja dengan merawat tuan Diran" jelas Lena.
Tuan Diran? Kenapa rasanya aku pernah mendengar nama itu. Bathin Syiren berkecamuk.
"Ya. yang akan kau rawat adalah tuan Diran... Kamu harus mengurusnya dengan baik. Ada hal yang harus kamu kerjakan dan ada hal lain yang tak boleh kamu lakukan. Terutama tentang privasi tuan mu ketika mandi, buang air kecil dan buang air besar. Semua itu harus dia lakukan sendiri" Jelas Lena.
"...Ta-tapi. Tapi seharusnya saya mengurus anak bayi atau semacamnya" Gagap Syiren menolak.
"Dia juga seperti bayi karna dia cacat!" Jelas Lena di depan Diran.
"Hentikan sayang. Kau sudah ke terlaluan! Aku tak butuh jasa suster atau apapun itu... Aku bisa mengurus diriku sendiri!" Bentak Diran menolak Syiren.
__ADS_1
"Terserahlah" acuh Lena menatap jam di lengannya.
"...Yah lakukan tugasmu dengan baik Syiren. Karna aku akan pergi... Ada banyak hal yang harus aku lakukan di luaran sana'Jelas Lena mulai melangkah pergi.
"Ta-tapi bu..." Syiren meminta penjelasan pada Lena.
Tapi Lena acuh dan mengabaikan Syiren... Hingga Syiren diam mematung di depan Diran setalah Lena pergi dari ruangan itu.
Diran tersinggung atas perlakuan Lena hingga Diran meluapkan amarahnya pada Syiren. Diran menatap Syiren penuh amarah, dua manik mata Hazelnya menyoroti gadis muda itu "Apa yang sedang kau lakukan di ruanganku?" Tanya Diran.
"...Sa-saya..." Syiren terganggu dengan tatapan Diran.
"Pergilah... Aku tak membutuhkanmu" Pinta Diran.
"Ta tapi saya..." Syiren gagap dan bimbang di sisi lain ia di suruh mengurus Diran dan di sisi lain Diran malah mengusirnya.
"Pergi... Jangan buat aku lebih marah dari ini" pinta Diran lagi, ia cukup menahan emosi agar tak membentak Syiren.
"Tapi tuan... Bu Lena bilang"
"PERGi!!! Apakah telingamu tuli??" Tanya Diran marah besar.
Syiren yang gagap dan bimbang pun segera lari kocar kacir meninggalkan ruangan Diran.
Brak!! Diran menggebrak meja itu dengan amarahnya.
__ADS_1
"Kurang ajar. Sikap Lena, sudah sangat keterlaluan!!" Bentak Diran mengatur napasnya yang sudah tak snggup menahan emosinya itu.
Lena... Kau bukan hanya tega, tapi juga keterlaluan... Kau sungguh menelantarkan aku yang adalah suamimu sendiri! Bentak Diran dalam hatinya.