
***
Beberapa hari kemudian...
Syiren bangun dari masa masa kritisnya, Syiren berhasil selamat setelah ia di rawat intensif oleh para dokter cekatan yang ada di rumah sakit itu. Untungnya saat itu, Lena belum menekan tuas jarum suntik berisikan racun... Hingga Syiren tak terlalu mengalami luka parah "Syiren! Syiren!" Pekik Diran bahagia. Syiren lekas membuka lebar lebar kelopak matanya yang terasa berat itu... Dan perlahan menatap nanar Diran yang saat itu tampak samar di matanya.
"Eehh... T-tuan..." Bisik Syiren dalam hatinya.
"Di mana ini?" Syiren berusaha bangun dari rebahannya. Diran yang selalu sigap pun lekas membantu istrinya untuk bangun "Kamu masih ada di rumah sakit" ujar Diran suaminya.
"Tuan... Apakah akhir akhir ini saya tertidur begitu lama?" Tanya Syiren dengan suara parau. Syiren sungguh miris ketika melihat keadaan Diran yang begitu mengenaskan... Wajah Diran yang tadinya tampan dan rupawan serta putih bening hingga glowing. Tiba tiba terlihat kusam dan di penuhi lingkar hitam di area matanya. Bahkan lebih mirip mata panda dari pada mata manusia.
__ADS_1
"Tuan... Apakah anda baik baik saja?" Tanya Syiren merasa khawatir. Diran yang merasa sedih kala melihat Syiren yang hampir tak bisa di selamatkan itu pun lekas memeluk Syiren erat "Syiren! Maafkan aku!" Ucapnya seraya menangis keras.
"Tuan ada apa? Kenapa anda menangis? Aku baik baik saja" ucap Syiren berusaha menenangkan gundah gulana di hati Diran.
"Ini semua salah ku... Ini semua benar benar salahku. Sejak awal pertemuan kita... Kamu selalu terlibat masalah yang sungguh menakutkan. Ini semua gara gara aku... Ini semua salahku!" Cerocos Diran tiada henti. Kini Diran sungguh terlihat mengerihkan, ia terus saja menyalahkan dirinya sendiri.
"Jangan menangis tuan... Ini bukan salah anda. Lagi pula tak ada hal buruk yang terjadi pada saya. Saya baik baik saja... Anda tak perlu cemas" Ujar Syiren.
Diran dan Syiren kini mulai bertatapan "Tuan, jangan menangis ya..." Pinta Syiren seraya mulai menangkup wajah Diran yang sudah tak karuan itu.
"Saya mohon pada anda, anda harus kuat... Anda adalah pria terbaik yang pernah syaa kenal. Oleh sebab itu... Tuan harus berusaha berdiri lagi mulai sekarang. Jika ada yang ingin menumbangkan tuan. Saya harap... Tuan mampu menghadapinya, jangan menyerah... Saya mohon" Syiren menepis satu persatu bulir basah di pelipis Diran dengan lembut. Lalu menyematkan sebuah senyuman hangat di pipi kiri Diran.
__ADS_1
Cup!
Diran sesaat terbelalak ketika Syiren tiba tiba mencium pipi Diran begitu saja "Tuan... Anda harus kuat. Jadilah anda yang tegar seperti sebelumnya, pria tangguh di awal pertemuan kita... Meski dia lumpu, tapi dia tetap menjadi laki laki yang penuh semangat!" Pinta Syiren.
Diran yang tadinya selalu murung akibat drop karna ulah Lena. Kini, ia mulai sadar... Meski Lena ingin menghancurkan nya berkali kali pun... Sekarang ada Syiren yang mampu membuatnya bangkit dari ke terpurukannya.
"Syiren... Kamu memang wanita paling hebat!" Diran kini mulai kembali ke awal lagi... Kini dia sudah bisa tersenyum lebar dan menyusun kembali rasa percaya dirinya.
"Syiren... Terimakasih karna telah kembali ke sisiku. Aku tak tahu, jika hal buruk menimpa mu. Mungkin aku pun akan ikut bersama mu ke alam sana" Diran mulai menenang. Ia kembali memeluk Syiren dan sedikit beristirahat di pelukan wanita itu.
Syiren pun tersenyum dan membiarkan Diran mengelayut di pelukannya hingga ia terlelap... Entah berapa hari Diran tak tidur, hingga ia pun terlihat sangat lemas dengan nanar yang cukup menakutkan.
__ADS_1
"Tuan. Entah apa yang sedang tuan khawatirkan... Tapi aku akan tetap ada di sisimu hingga salah satu di antara kita tutup usia dan pergi untuk selama lamanya..." Syiren tak henti berdoa, ia tak ingin membuat Diran khawatir lagi. Meski ia masih sedih atas ke pergian ibunya... Tapi ia akan tetap kuat di hadapan Diran. Agar ia tak membuat Diran merasa menderita... Mulai saat ini, Syiren hanya akan berbagi ke bahagiaan bersama Diran...