Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Menjenguk Lena


__ADS_3

***


Diran tak mau menjenguk Lena, jadi Syiren putuskan untuk menjenguk Lena bersama Kinan. Diran berdalih jika dirinya sangat sibuk hingga ia tak bisa menyempatkan waktu untuk menjenguk Lena yang sudah sadar dari komanya.


"...Silahkan nona. Pasien ada di dalam" ucap pak polisi yang bertugas menjaga pasien di rs tersebut.


Syiren dan Kinan mulai masuk ke dalam ruangan yang saat itu telah di siapkan untuk Lena, di kejauhan Syiren dan Kinan menatap Lena yang tampak tak berdaya. Kedua kaki dan kedua tangannya di borgol di atas matras besi. Syiren sampai tak tega menatap Lena yang terlihat tak berdaya itu...


"Selamat siang Nyonya Lena... Bagai mana kabar anda?" tanya Kinan seraya menaruh sepaket buah buahan di atas meja kamar pasien itu. Lena lekas menoleh, Kinan dan Syiren kaget seketika itu. Wajah Lena sungguh kacau, kantung matanya menghitam dan berkerut Lena sangat berantakan. Padahal baru satu pekan ia berada di rumah sakit metro jaya.


"...Ki-nan?" tanya Lena terbata bata. Mulutnya menghitam dan sangat kering, bahkan sampau pecah pecah. Tampaknya Lena tak makan atau pun minum.


"Bagai mana kabar anda Nyonya" tanya Kinan mengulang.


"Mana dia?" Lena mencari seseorang.


"Dia? Siapa maksud anda?" Kinan menoleh ke belakang.


"Mana suamiku?" tanya Lena histeris.

__ADS_1


"Maksud anda tuan Diran?" tanya Kinan.


"...Tentu saja aku mencarinya. Memang aku sedang mencari siapa?" tanya Lena marah besar, padahal hanya untuk bicara saja dia susah payah. Tapi kini dia malah membentak Kinan.


"Oh tuan Diran... Tuan Diran sangat sibuk akhir akhir ini. Sebab tuan Diran sedang membuka usaha baru, dan perusahaannya makin berkembang. Hingga tuan Diran kewalahan karna harus membuka cabang cabang baru di setiap kota kota besar di indonesia" Jelas Kinan membuat suasana kian keruh.


Apa benar? Mas bahkan kamu nggak datang menjengukku. Padahal aku mau minta tolong padamu untuk mencabut gugatan kasusku. Aku ingin bebas Mas... Aku nggak tahan meski baru beberapa hari tinggal di tempat kumuh ini bathin Lena mengumam.


"Maaf Nyonya. Kami kemari tidak lama... Kami hanya ingin menjenguk anda dan menyerahkan sebuah surat dari tuan Diran untuk anda baca dengan seksama" Jelas Kinan. Tangan Lena terborgol jadi sipir yang mengambilkan surat dari Kinan.


"Apa ini Kinan? Surat apa yang di berikan Diran untukku? Apakah dia telah mencabut kasusku?" tanya Lena sedikit semberingah.


"Oh ia... Satu hal lagi, jika anda ingin tahu kabar Yuda... Saya tegaskan, Yuda telah meninggal, dan jasadnya telah di semayamkan di pemakaman umum... Satu minggu yang lalu" tegas Kinan. Seketika Lena terbelalak.


"Apa? Tewas? Siapa yang telah membunuhnya?" pekik Lena seakan tak terima.


"Abda sungguh panik ketika pria lain yang tewas, apakah sebenarnya anda hanya ingin Tuan Diran yang meninggal?" Tanya Kinan mendesak Lena.


"Apa maksudmu Kinan?" tanya Lena membentak Kinan.

__ADS_1


"Mulai saat ini dan seterusnya, anda di larang datang ke kediaman tuan Diran... Saya tegaskan sekali lagi. Bahwa tak ada tempat di rumah besar itu untuk wanita seperti anda" jelas Kinan membuang wajahnya.


Tentu saja Lena marah "Memang kau siapa? Berani menentukan hidupku mau apa dan kemana? Bahkan suamiku sendiri telah memberikan ku surat pembebasan!" Tegas Lena tak mau kalah.


"Heh. Jangan terlalu percaya diri, mana ada seorang laki laki yang mau masuk lubang yang sama untuk ke dua kalinya. Bahkan, hewan saja tak ingin hal yang demikian... Anda jangan pernah mengusik lagi kehidupan tuan Diran mulai saat ini" Kinan lekas membuang wajah nya dari Lena dan lekas mencengkram tangan Syiren lalu mengajaknya pergi keluar.


"Aaahhhh! Dasar wanita ******! Lihat saja, Diran tak akan pernah mengabaikan ku seperti omong kosong mu itu!' Teriak Lena histeris.


"Hei apa yang kau lihat! Cepat buka map itu dan katakan padaku apa isi di dalamnya!" bentak Lena sedikit menggila.


Sipir lekas membuka map tersebut dan betapa kagetnya Lena kala membaca petihal apa yang Diran kirimkan untuknya.


"Apa!! Tidak mungkin! Ini sungguh tidak mungkin!" Pekik Lena pecah dalam tangisannya.


Berani beraninya Diran membuang ku di penjara ini... Aku tak akan tinggal diam, Diran... Kau sudah salah memilih musuh!' akan ku balas penghianatanmu ini...


Lena memang licik, lima tahun membina rumah tangga dengan Diran. Ia sangat serakah, kerjaannya hanya berpoya poya dan menguras harta Diran habis habisan. Bahkan meski ia ada di dalam penjara, bukan hal sulit untuk melepaskan diri dari jeratan hukum. Karna, uang Diran yang di timbun Lena sangat banyak jumlahnya. Dan dia mengirimya ke bank america atas nama mendiang ibunya. Lena hanya perlu mempercayai seseorang untuk membantunya bebas.


Mas. Aku akan kembali dan menuntut balas padamu... Aku akan lakukan apapun agar kau hancur dan juga akan ku kuras semua harta harta mu. Lagi pula... Mana ada wanita yang mau sama pria cacat sepertimu mas. Bathin Lena menggumam.

__ADS_1


__ADS_2