Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Menjelang hari H


__ADS_3

***


Persiapan pernikahan Diran dan Syiren sudah hampir selesai. Syiren sungguh senang saat para kru WO membenahi kediaman Diran dengan sangat cantik namun terkesan sederhana "Wah indahnya" Decak Syiren menelisik sekeliling.


"Syiren. Kamu suka?" tanya Kinan. Syiren lekas menoleh ke arah Kinan.


"Ah... Kinan, ya aku suka... Terimakasih karna telah membantuku hingga sejauh ini" ungkap Syiren penuh haru.


"Bukan masalah. Apa pun yang membuat bos ku bahagia, aku pasti akan melakukannya dengan senang hati" Ujar Kinan.


"Benarkah? Terimakasih" Syiren lekas membentangkan tangannya dan tanpa ragu memeluk wanita cantik berhijab itu.


"Oh... Manisnya" Kinan membalas pelukan Syiren dengan belaian lembut di pucuk kepalanya.


"Kinan. Aku sungguh merasa punya seorang kakak sekarang. Kamu sungguh baik padaku, terimakasih ya"


"Jangan sungkan... Lagi pula aku tak keberatan" Balsnya.


Ketika dua wanita itu tengah bercengkrama, seseorang menyahut dari belakang "Sayang. Persiapannya sudah hampir 100% sebaiknya kita istirahat dulu" Ujar seorang pria tampan berpostur tinggi berisi menghampiri Kinan dengan memanggil sayang pada Kinan.


"Sayang? Kinan... Diakah..." Syiren menunjuk pria itu dan menatap nanar Kinan. Kinan mengangguk seraya tersenyum. Tak lama Kinan pun menggelendong di sikut pria itu lalu mereka bertatapan dan saling melempar senyum satu sama lain.


"Ia. Dialah, pria pujaan hatiku... Bagai mana menurutmu?" Tanya Kinan meminta pendapat Syiren tentang suaminya itu.


"Wah. Kalian memang pasangan yang serasi, cantik dan tampan... Kalian pasti berjodoh. Sebab wajah kalian sungguh mirip bagaikan pinang di belah dua" ujar Syiren terpesona pada ke akraban dan kedekatan mereka. Juga, Kinan dan Radit suaminya sangatlah harmonis dan romantis...


"Benarkah? Terimakasih..." Kinan pun tersenyum senang atas pujian Syiren yang menyentuh itu.


"Syiren... Selamat ya. Semoga acaranya lancar" ujar Radit mengulurkan tangannya. Mereka pun berjabat tangan...


"Syiren. Kami akan makan siang" ucap Kinan seakan hendak pamitan.

__ADS_1


"Kalian mau makan di mana?" tanya Syiren mengerutkan dahinya.


"Di luar... Kami akan makan di rumah makan bersama Kru WO yang aku pesan" Ujar Kinan.


"...Tapi aku sudah memasak nasi liwet" Tunjuk Syiren ke arah dapur.


"Nasi apa?" Kinan seakan kurang paham pada apa yang Syiren katakan tadi.


"Nasi Liwet... Aku sudah membuatnya, ku pikir kalian akan suka" Imbuh Syiren.


"Apakah kamu memasak dengan porsi yang cukup? Kami adalah kru WO. Apakah akan cukup untuk kami semuanya?" Tanya Radit kurang percaya.


"Ya. Saya sengaja memasak agak banyakan, karna ingin menjamu anda semua. Mari, saya akan bawakan makan siang nya" Syiren lekas berbenah. Kinan pun membantu Syiren meski beberapa kali Kinan salah melakukannya.


"Asli nih, nggak perlu pakai piring?" tanya Kinan masih sedikit tak percaya.


"Benar Kinan. Di kampung ku dulu makan seperti ini rasanya lebih enak"


Kinan pun menuruti ujaran Syiren dengan meletakan beberapa lebar daun pisang yang telah di bakar sesaat hingga teksturnya agak layu... Ia menatanya sepanjang mungkin. Lalu Syiren datang bersama lauk pauk di tangannya. Ia menabur semua lauk pauk itu di atas tumpukan nasi liwet yang masih hangat itu "Nah. Selesai... Kita makan pakai takangan. Ini adalah makanan khas kampungku. Jika sudah merasakannya... Saya yakin kalian pasti akan ketagihan" ujar Syiren.


"Wah. Enak" Pekik Radit dengan mulut penuh.


"Ya kan. Enak, apa ku bilang... Ini adalah cara makan penambah rasa di lidah. Hingga menaikkan nafsu makan mu Tuan Radit" Ujar Syiren.


Saat mereka tengah menikmati makan siang, Diran datang bersama Jimmy. Kini Jimmy ikut kerja di kantor Diran sebagai kepala divisi IT.


"Wah... Ada acara apa ini? Sampai sampai duduk di lantai begitu" Diran terkesima. Baru kali ini ia melihat cara makan yang sederhana seperti itu.


"Tuan Diran. Mari bergabung" Ujar Kinan.


"Benarkah? Wah beruntung sekali... Baru pulang langsung dapat makan siang yang unik. Siapa yang punya ide seperti ini?" tanya Diran menyungingkan bibirnya.

__ADS_1


"Calon istrimu tuh" gurau Kinan tersenyum simpul.


"Ahmm..." Jimmy menggeram.


"Jimmy ayo ikut makan. Syiren yang memasakkan nya" pinta Diran.


Wajah Jimmy sedikit kecut dan banyak berdiam diri "Kakak, geser" pinta Jimmy duduk di sebelah kakaknya.


"Silahkan..." Jimmy dan Diran mulai bergabung untuk memakan nasi liwet buatan Syiren.


Tampak suasana hangat rumah itu mulai kembali terlukis, hingga... Seseorang menjadi geram pada suasana macam itu. Ya, siapa lagi jika bukan Lena... Wanita ini sungguh licik, ia ada di mana pun dan menyamar menjadi apapun. Ia tak sudi melihat kehangatan yang terjalin antara Syiren dan Diran.


Saat mereka makan bersama pun terlihat dengan jelas, bahwa Syiren sangatlah genit pada Diran "Beraninya dia menggoda suamiku!" bentak Lena. Lena yang ikut menata kediaman Diran pun menjadi kesal sendiri... Pasalnya, ia sebenarnya tak sudi membantu Syiren dalam menyiapkan acara resepsi pernikahannya...


Bagai mana caraku menggagalkan acara pernikahan Syiren dan mas Diran! Aku nggak mau sampai kehilangan aset berharga ku gara gara dia! Diran adalah pria kaya di kota ini... Jika aku sampai kehilangannya, bisa bisa uang tabungan yang sudah ku curi dari Diran selama bertahun tahun bisa habis begitu saja. Sedangkan kini Syiren, ia akan hidup berkecukupan dan bergelimangan harta. Aku tidak mau hal semacam itu sampai terjadi. Cerocosnya dalam hati. Tangan Lena mengepal erat dan penuh kebencian di hatinya.


Makan bersama pun usai...


Para kru WO mulai kembali bekerja... Diran, Kinan dan Radit juga Syiren tak pernah menyangka jika dari sekian banyak petugas WO. Ternyata ada seorang penyusup yang ikut membantu mendekor rumah kediaman Diran Prayoga...


Lihat saja mas. Aku akan membuat pernikahan mu lusa gagal total. Aku nggak mau kamu jatuh ke tangan wanita miskin seprti Syiren. Bathin Lena masih menggumam.


"Wah! Persiapannya sudah seratus persen!" Pekik Syiren menelisik dengan mata yang berbinar.


Diran menghampiri Syiren lalu mengalungkan sebelah tangannya di pundak mungil Syiren "Kamu menyukai hasil dekoran suaminya Kinan?" tanya Diran. Syiren mengangguk "Ya tuan. Saya suka sangat suka... Terimakasih, saya tak tahu harus berkata apa lagi, saya sungguh terharu sekaligus bahagia... Lamaran anda sungguh membuat saya sedikit menggila, apa lagi ini sampai melangkah ke altar pernikahan. Ini sungguh seperti mimpi bagiku" Cerocos Syiren.


Diran tersenyum mengembang, Syiren yang bahagia itu mulai menyender di bahu Diran "Saya tak sabar menunggu hari itu tiba tuan. Saat hari itu tiba.. Mungkin saya akan menjadi wanita satu satu nya yang paling bahagia di dunia ini. Karna telah menjadi istri anda" Ucap Syiren. Diran sungguh tak tahu harus bicara apa. Ia hanya bisa menyenderkan kepalanya di pucuk kepala Syiren.


"Mulai hari ini dan seterusnya. Mari kita berusaha bersama ya Syiren..."


Syiren mengangguk penuh semangat "Ya tuan... Saya pasti akan sangat berusaha" ujar Syiren.

__ADS_1


Diran dan Syiren adalah pasangan yang serasi, sebab Diran adalah laki laki baik, maka... Ia pantas bersanding dengan Syiren yang adalah wanita baik baik pula.


Lena masih memperhatikan Diran di kejauhan...rencana apa kira kira yang akan Lena lakukan untuk menghalangi pernikahan mereka?


__ADS_2