
Satu minggu kemudian...
"Tuan Diran..." seru Syiren mencari Diran. Syiren sudah menelisik seisi rumah besar itu untuk menemukan Diran. Tapi nyatanya ia tak menemukannya di mana pun...
"Kemana tuan Diran?" Bisik Syiren. Karna lelah mencari, akhirnya Syiren pun duduk di meja makan... Kini entah kenapa dengan Diran, ia jadi berubah setelah ke pergian Lena. Diran terasa dingin dan sedikit pendiam... Ia sungguh berbeda dengan Diran yang sebelumnya.
"Apakah tuan Diran pergi kerja?" Tanya Syiren pada dirinya sendiri.
"Tapi mana mungkin, ini kan hari libur... Kemana tuan Diran pergi ya?" Tanya Syiren pada dirinya sendiri lalu ia menjawabnya sendiri.
"Nona..." pekik Dion. Syiren pun lekas menoleh dan segera melangkah ke arah Dion menyahutnya "Dion. Ada apa?" tanya Syiren.
"Tadi saya mendapat pesan"
"Pesan? Dari siapa?" tanya Syiren bingung.
"Dari tuan Diran. Katanya ia ingin mengajak anda ke suatu tempat" ujar Dion.
"Ke suatu tempat?" Syiren mengerutkan dahinya. Ia tak tahu, Diran akan membawa Syiren ke mana...
"Nona silahkan bergegas... Kata tuan, pakailah pakaian terbaik anda" Ujar Dion.
"Tapi untuk apa?"
"Tuan Diran tidak memberikan alasan. Yang ia pesankan adalah... Anda di haruskan memakai pakaian terbaik yang anda miliki. Mungkin ia ingin mengajak anda Dinner" Tegas Dion mengandai andai.
"Benarkah? Tapi... Kenapa tuan Diran tidak mengajakku..." Gumam Syiren bicara pada dirinya sendiri.
"Nona. Sebaiknya anda bergegas..." Pinta Dion.
Syiren pun tak ingin Diran menunggu lama, hingga ia pun mulai bergegas membersihkan diri lalu kembali dengan riasan wajah juga pakaian yang indah. Syiren mengenakan gaun merah barukat dengan lengan pendek hingga sikutnya. Juga rok gaun itu tergerai indah di atas lututnya... Hingga kulit putih di betis ramping yang jenjang itu terlukis indah dan menggoda kau adam.
__ADS_1
Glek! Dion pun terbelalak ketika menatap istri bosnya yang tampak sangat cantik bah bidadari syurga "Masyaallah..." bisik Dion membuang tatapannya. Ia tak ingin membuat tuannya marah karna memuji hingga memperhatikan wanita yang sangat cantik itu.
Dion dan Syiren pun lekas menaiki mobilnya, lalu mereka pun tancap gas hingga ke tempat tujuan... Entah kemana Dion akan membawa Syiren pergi kali ini.
***
Beberapa menit kemudian...
Diran menunggu Syiren di sebuah cafe ternama di kota tersebut. Cafe itu adalah Cafe yang baru di buka Diran, Cafe yang beru berdiri tiga bulan itu sangat ramai di penuhi pelanggan. Diran sengaja membawa Syiren ke sana untuk mengenalkan istrinya pada semua pegawainya. Selain itu, Diran juga ingin membawa Syiren ke acara peresmian Hotel bintang lima yang hari ini akan segera di buka. Dan Diran ingin istrinya turut menghadiri acara istimewa tersebut...
Ciit! Mobil yang di kendarai Dion sudah sampai, Melihat kendaraan nya sudah ada di front Cafe. Diran lekas berdiri dengan sebuah senyuman yang mengembang indah untuk menyambut istrinya.
Dion lekas keluar dari mobil itu dengan tergesa gesa untuk membuka kan pintu mobil Syiren KLEEK!
"Silahkan nona..." Syiren sungguh senang bisa datang ke tempat di mana Diran mengajaknya bertemu. Wah... Indahnya... Bisik Syiren dalam hatinya. Syiren lekas melangkah ke arah di mana Diran melambaikan tangannya...
"Syiren di sini?" seru Diran.
Syiren pun melangkah dengan sangat anggun dan penuh ke hati hatian, apa boleh buat... Sepatu hak tinggi yang ia kenakan sungguh mengganggu dan terasa tak nyaman di kakinya.
"Ahemmm..." Dion lekas menggeram.
Dan akhirnya, Diran pun terperanjat "Ah... Sampai di mana kita?" tanya Diran celingukan mencari.
"Tuan. Anda mencari siapa?" tanya Syiren.
"...Ah. Aku" Gugup Diran dengan pipi yang begitu merona.
"Aku ada disini tuan. Dan ku rasa, tuan akan mengajak saya Denner, jadi saya malah memakai pakaian sedikit minim seperti ini. Maafkan aku ya tuan? Apakah anda tidak suka?" tanya Syiren nyerocos tak karuan.
"Tidak. Kamu cantik kok" balas Diran sedikit membisik.
__ADS_1
"Benarkah? Terimakasih"
"Baiklah kalau kamu sudah sampai. Mari masuk... Aku ingin menganalkanmu pada menegement Cafe ini. Mereka berhak tahu jika kamu adalah istriku..." Jelas Diran.
Syiren mengangguk diam seraya melempar senyum manisnya. Diran lekas meraih pinggang istrinya untuk menepis jarak di antara ke duanya yang agak begitu jauh, hingga membuat Syiren terbelalak. Setekah itu pun Diran kemudian merangkul sikut istrinya dan berjalan penuh kewibawaan... Seluruh keryawannya tampak tunduk pada ke kuasaan pria tersebut hingga mereka berdiri rapih...
Mereka berjejer dengan tubuh membungkuk ke arah pria tersebut "Selamat siang tuan muda' Sapa para pelayan yang ada di Cefe mewah miliknya.
"Sudah sudah... Jangan membungkuk begitu, lekas bangkit lalu tegakkan tubuh kalian" Pinta Diran. Para pelayan Cafe itu pun lekas bangun sesuai yang di anjurkan Diran.
"Selamat siang tuan muda..." Sapa meneger Cafe tersebut seraya mengarahkan tangannya untuk berjebatan.
"Hai tuan Boim... Bagai mana kabar mu?" tanya Diran diran tersenyum seraya membalas jabatan tangan Boim.
"Baik tuan. Anda pasti kesini untuk melihat omset penjualan ya?" Tanya Boim ke intinya.
Diran mengangguk lalu ia tersenyum "Ya. Selain itu aku ingin mengenalkan pada karyawan mu sekalian... Jika hari ini aku ingin mengumumkan"
"Mengumumkan?" tanya Boim.
"Ya... Aku ingin mengumumkan sesuatu, mulai hri ini... Cafe Diamond. Akan jadi milik istriku" Tgas Diran. Para pelayan cafe pun sedikit terperanjat.
Apa? Kenapa Cefenya di berikan padaku. Padahal aku sama sekali tak paham tentang tata cara mengelola sebuah perusahaan apa lagi ini Cafe tuan Diran. Bagai mana ini. Bathin Syiren menggumam.
"Mulai saat ini, istrikulah yang akan mengelola cafe ini... Karna, aku mungkin akan terlalu sibuk untuk memantau cefe ini. Jadi, tolong tunjukan rasa hormat dan rendah diri kalian pada beliau..." Sambung Diran.
"...Tuan. Tuan, aku smaa sekali tak paham caranya mengelola bisnis... Aku hanya bisa memasak dan makan saja" bisik Syiren pada Diran. Diran tersenyum "Kinan nanti yang akan membantumu" jelas Diran.
Para pelayan pun mulai mengangguk patuh, mereka melempar senyum ke arah Syiren dan menghormati Syiren seperti mereka menghormati Diran. Bahkan tak sedikit yang menuji bahwa istri Diran yang saat ini sangatlah cantik ramah dan baik hati...
Hari itu, Syiren di buat lelah bukan kepalang. Ia menghadiri acara Bazzar dan peresmian hotel ke 4 milik diran yang berpusat di jantung ibu kota jakarta. Dan lagi yang lebih mendebarkan Jantung Syiren, lagi lagi Diran memberikan hotel tersebut untuk Syiren. Bahkan Syiren sudah sah menjadi pemilik tiga restorant cepat saji. Dua Cafe Diamond di tempat yang berbeda. Juga dua hotel yang baru saja di resmikan... Tak lupa diran memberikan hadiah pernikahan untuknya lagi berupa Sebuah mol yang berada di pusat kota.
__ADS_1
Syiren kini sudah memiliki sahamnya sendiri di perusahaan yang tengah Diran rintis.
Syiren kini menjadi wanita yang bahagia bahkan kaya raya