Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Galau


__ADS_3

Syiren dan Diran mulai berada di balkon kediaman Prayoga... Setalah Syiren sampai di sana. Seketika ia di suguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya...


"Wah... Sungguh indah Tuan..." Pekik Syiren menatap langit cerah malah itu yang di penuhi pernak pernik alami hiasa sang khalik.


"Gimana kamu suka kan?" tanya Diran mengangguk seraya ikut menikmati indahnya malam cerah itu.


"Ya tuan. Saya belum pernah melihat bintang begitu cerah akhir akhir ini. Dan lagi, ini pertama kalinya untuk saya menatap langit malam di kediaman anda" ujar Syiren. Diran kembali menyimpulkan senyumnya.


"Kalau kamu suka dan senang. Aku juga selalu bahagia..."


Mendengar ungkapan Diran membuat Syiren makin malu... "Anda berlebihan tuan"


"Syiren. Aku sudah mendaptarkan pernikahan kita ke penghulu... Dan satu minggu itu sangat singkat. Jadi jaga dirimu ya?" Pinta Diran. Syiren pun mengangguk "Baik tuan..."


"Jangan terlalu lelah... Nanti kamu bisa sakit. Aku nggak mau nanti kamu malah drop..."


"Ya tuan. Saya akan mendengarkan nasihat anda...'


"Oh ia. Aku punya sesuatu untukmu" Ucap Diran.


"Sesuatu? Apa itu tuan?" Syiren lekas menatap Diran dengan mata yang berbinar.


"Ku harap kamu suka... Soalnya aku tak tahu apa kesukaanmu jadi..." Diran lekas mengeluarkan sebucket bunga dari balik punggungnya lalu menyerahkannya pada Syiren.


Diran lekas bersimpuh di hadapan Syiren seraya menyerahkan sebucket bunga itu ke arah Syiren "T-tuan! Apa yang anda lakukan... Ayo berdiri?" Syiren panik sekaligus terharu.


"Aku tak akan berdiri sebelum memasangkan cincin ini padamu"


Diran menyerahkan bunga seraya membuka kotak merah berisikan cincin mas berbandul berlian dua puluh empat karat "Tuan. Apa maksudnya ini?" tanya Syiren tersenyum lebar seraya tak bisa menahan air mata bahagianya


"Syiren. Jadilah istriku satu satunya... Tetaplah berada di sampingku apa pun yang terjadi... Aku sungguh berharap, kamu selalu menemaniku hingga kita menua bersama... Ku mohon"


Syiren mengangguk dan tangisan nya pecah "Ya tuan. Saya mau menjadi istri anda satu satunya. Dan saya akan selalu menemani anda di saat anda senang dan susah. Saya akan memahami segala kekurangan atau pun kelebihan anda... Saya mau menjadi istri anda tuan" Ujar Syiren dalam sebuah tangisan kebahagiaan.


Diran lekas meraih tangan kanan Syiren lalu membelainya kemudian mengecup punggung tangan itu. Diran pun lekas memasangkan cincin emas duapuluh empat karat itu di jemari manis wanita cantik itu.


Dug dug! Dug dug! Jantung Syiren sungguh tak beraturan. Ia tak pernah menyangka akan mendapatkan lamaran yang begitu indah dan romantis dari calon suaminya.


Syiren lekas meraih bunga itu dan menciumnya "Wangi sekali tuan... Aku suka. Terimakasih..." Ucap Syiren. Diran mulai berdiri dan lekas menghampiri Syiren lalu memeluknya erat.


"Aku akan berusaha mencintaimu... Syiren" ujar Diran masih memeluk Syiren erat lalu mengecup pucuk kepala wanita itu.

__ADS_1


Malam itu adalah malam yang indah untuk ke duanya... Sebab, mereka sama sama bersabar menunggu datangnya hari pernikahan. Malam itu, Diran dan Syiren lanjut makan coklat berbentuk hati di atap tersebut.


"Kamu suka?" Tanya Diran.


"Ya Tuan. Rasanya sungguh lezat. Saya suka"


"Syukurlah jika kamu suka..." Diran menepuk pucuk kepala Syiren lalu membelainya.


"Tuan. Ayo tuan coba..." Syiren mengarahkan sepotek coklat itu ke arah mulut Diran.


"Hemmm... Baiklah..."


"Kalau begitu ayo buka mulut anda" Pinta Diran.


"Baiklah..." Diran membuka mulutnya dan Syiren pun menyuapi sepotong coklat itu ke mulut Diran.


"Gi mana? Rasanya enak kan?" tanya Syiren.


"Ehmm... Manis dan gurih. Aku suka"


"Syukurlah jika anda suka... Lain kali jika saya punya waktu... Saya akan buatkan Cake rasa coklat untuk anda" Ujar Syiren.


"...Huaaaahhh!" Syiren menguap karna lelah.


"Kamu ngantuk?" tanya Diran.


Syiren lekas menggelengkan kepalanya "Nggak tuan. Saya nggak ngantuk kok... Cuma cuacanya agak dingin jadi saya sedikit menguap. Hanya itu saja kok" Bohong Syiren.


"Kita turun saja yuk... Kamu kan harus bangun pagi dan berbenah rumah" ujar Diran.


Syiren lekas menggelengkan kepalanya "Nggak tuan. Saya ingin duduk di sini lebih lama lagi..." Ujar Syiren.


"Tapi... Kamu kan ngantuk" komen Diran.


"Nggak kok. Sebentar lagi aja ya..." Pinta Syiren memohon.


Akhirnya... Syiren duduk di balkon bersama Diran agak lamaan. Duk! Diran sedikit kaget karna Syiren tiba tiba menyandar di bahu nya... "Syiren..." Bisik Diran seraya mengintip.


"...Eh!' Pekik Diran menatap Syiren yang terlihat memejamkan kelopak matanya.


"Syiren" ucap Diran seraya mencoba membangunkannya.

__ADS_1


Tapi, Syiren malah tertidur lelap di bahu lebar pria itu. Diran pun tersenyum lebar dan sedikit menahan tawanya.


Jika kamu sembarangan tidur di mana saja. Kamu nanti bisa masuk angin... Lagi pula, takutnya nanti ada pria lain yang mencari ke untungan darimu. Bathin Diran menggumam.


Diran pun lekas mengangkat tubuh mungil Syiren yang ringan seperti bulu. Diran menggendong tubuh mungil itu menuju kamar Syiren di lantai paling bawah. Diran menata langkahnya agar ia lebih lama menatap wanita cantik itu.


"Bagai mana bisa kamu tidur seenaknya saja begitu... Dasar bocah" gumam Diran tersenyum lebar ia tak habih pikir pada wanita mungik di gendongannya itu.


Sampailah di kamar Syiren, Diran merebahkan wanita itu lalu menyelimutinya dengan lembut "Tidurlah yang nyenyak..." Bisiknya seraya pergi dari kamar wanita itu.


Diran mulai memutar langkah menuju pintu kluar kamar Syiren "Ahmmm' Geram seseorang.


Diran menatap ke arah suara itu, di lihatnya Jimmy sedang berdiri di front kamar Syiren "Jimmy sedang apa?" tanya Diran menghampirinya.


"Ada hal yang ingin ku sampaikan kak"


"Apa itu?" Diran mulai menutup kamar Syiren dan mereka pun mengobrol di luar kamar Syiren.


"...Kak, apa benar kakak akan menikahi wanita itu?" tanya Jimmy tampak serius di matanya.


"Tentu. Lantas kenapa?"


"Kak. Sebenarnya aku sangat menyukai wanita itu..." Ucap Jimmy tak memperhitungkan perasaan Diran.


"Suka? Apakah kamu menyukai Syiren?" Diran mengerutkan dahinya dan mencercidkan matanya.


"Ya. Mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya" Jelas Jimny.


"Jimmy dengar... Kakak sudah melamarnya. Kakak tak ingin menyakitinya"


"Tapi kakak kan sudah pernah menikah. Sedangkan aku... Aku baru saja mendapatkan wanita yang tepat untuk ku nikahi kak" Tegas Jimmy.


"Omong kosong macam apa ini. Jimmy, sebaiknya... Cari saja wanita lain. Bukannya kakak tak mau mengalah... Tapi, kakak sudah terlanjur meminta restu pada ibunya. Dan kakak tak mau membuat ibu nya Syiren kecewa pada kakak" jelas Diran panjang lebar.


"Huh. Kakak sungguh kejam! Tidak mau mengalah pada adiknya sendiri!" Jimmy menghempas tangannya kesal dan langsung masuk ke kamarnya.


Setelah Diran tahu perasaan Jimmy pada Syiren, pikirannya mulai terganggu... Ia takut adiknya nekat melakukan hal bodoh hanya untuk menikahi Syiren.


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Aku tidak mau membuat Syiren terluka atau pun kecewa padaku jika aku sampai membatalkan pernikahan ini" Bathin Diran menggumam.

__ADS_1


__ADS_2