
***
Diran memacu kendaraannya begitu kencang. Hingga ia mampu menyalip beberapa kendaraan di hadapannya. Tampak di nanar pria itu, bahwa ia memang sangat cemas akan sesuatu.
Ada apa ini... Kenapa tuan Diran begitu panik. Apakah terjadi hal buruk hingga ia tergesa gesa begini? Bathin Syiren menggumam.
"...T-tuan... Hati hati, di depan banyak kendaraan besar" ujar Syiren memperingatkan. Di depan mereka memang banyak sekali truk kontainer yang melintas, tapi Diran tidak menggubris Syiren dan memacu kendaraannya semakin kencang saja.
Aku takut. Ya allah selamatkan kami. Bathin Syiren menggumam.
Tak berselang lama... sampailah mobil Diran di sebuah lapas, Diran tergesa gesa keluar tanpa menoleh ke arah Syiren "Lapas? Apakah kebakarannya di sini?" bisik Syiren seraya perlahan turun dari mobil Diran.
Ia melangkah dengan kaki yang lemas, longai bergontai... Tangannya gemetaran dan ia sedikit sesak "Bukankah ini lapas Ny Lena?" Bathin Syiren menggumam.
Syiren menghampiri Diran yang tengah bicara dengan Kinan "Begitulah Tuan. Banyak sekali korban yanhmg tidak selamat termasuk Ny. Lena' Ujar Kinan.
Diran tak bergeming ia hanya menegang kepalanya dan menundukan wajahnya "T-tuan, apakah anda baik baik saja?" tanya Syiren mendekati Diran.
Diran masih menunduk, Wajahnya tampak muram dan tak seceria beberapa menit yang lalu saat makan di restorant bersama nya.
"Yang sabar tuan. Mungkin ini adalah takdir Ny Lena. Tuhan sayang padanya hingga ia merenggut nyawanya dengan cara seperti ini" Ujar Kinan.
Apakah ny Lena tewas? Tidak mungkin... Ny Lena kan pintar, ia sangat cerdik... Ia bisa meloloskan dirinya dari insident ini. Ny Lena tidak mungkin tewas. Bathin Syiren menggumam.
"Aku hanya menyayangkan, dia belum bertobat pada tuhannya. Tapi dia sudah di renggut begitu saja... Aku sudah sangat salah karna dulu selalu membiarkan dia berpoya poya. Bahkan... Dia berubah menjadi wanita arogan" gumam Diran.
__ADS_1
"Tuan. Semua itu belum terbukti, Ny Lena belum di nyatakan tewas... Para petugas lapas sudah memindahkan beberapa tahannya ke tempat lain kan? Jika demikian... Anda bisa bertanya pada para pertuga lapas ini" ujar Syiren.
"Syiren benar. Karna kondisinya sedang gawat, para petugas lapas belum bisa di konfirmasi terkait berapa korban yang tidak selamat dan siapa saja mereka" Tambah Kinan.
"Baiklah... Semoga saja, mantan istriku tidak tewas begitu saja. Ia harus bertaubat dahulu... Baru tuhan boleh memanggilnya" komen Diran.
Air mata Diran mulai bercucuran karna ia memang sedih, meski Lena sangat kejam padanya. Tapi dia sudah menemaninya lima tahun lebih di pernikahan mereka...
"Semoga. Dia baik baik saja" Bisik Diran mengusap air matanya.
"Tuan. Jika anda ingin beristirahat, biarkan Dion menyetir untuk anda... Saya sudah menelponnya untuk segera datang ke mari" Ujar Kinan.
"Terimakasih Kinan... Aku ingin menenangkan diri sebentar" pinta Diran mulai menaiki mobilnya dan duduk di kursi belakang.
"Syiren. Sebaiknya kamu dekati tuan Diran dan tenangkan dia" pinta Kinan.
"Jangan merasa tak nyaman, tuan Diran sedang butuh seseorang untuk menenangkan dirinya"
"...Tapi, apakah kamu tidak marah Kinan"
"Marah? Kenapa aku harus marah? Dia kan atasanku Syiren kamu ini ada ada saja" timbal Kinan.
"...Ku pikir kamu menyukai tuan Diran" Meski Malu, Syiren bertanya hal demikian pada Kinan.
"...Sudah, temui tuan Diran. Dia pasti sedang menangis saat ini" ujar Kinan mendorong tubuh Syiren menuju mobilnya.
__ADS_1
"Jangan hiraukan aku. Aku sudah punya suami... Mana boleh mencintai pria lain... Ya kan" Kinan tertawa setelah mendengar pernyataan Syiren yang begitu mengejutkan untuknya.
Akhirnya Syiren masuk mobil itu dan mulai mendekati Diran. Ia berharap, Diran mau membludakkan unek uneknya saat ini. Agar ia tak terlalu sedih atas musibah tersebut...
"Syiren" Diran lekas mengusap air matanya.
"Tuan. Apakah anda baik baik saja?" tanya Syiren me dekati Diran.
"...Entahlah. Aku masih bingung, tentang Lena aku sedikit syok jadi aku terbawa suasana"
"Ini memang pukulan yang berat untuk anda. Tapi anda lebih baik berdoa... Siapa tahu Ny Lena tidak mengalami insiden ini. Siapa tahu Ny Lena salamat" ujar Syiren.
"...Kau benar, trimaksih Syiren"
"Jika anda butuh bahu untuk bersandar. Saya bisa memberikan bahu saya untuk anda... Jika anda membutuhkan pelukan dan tepukan punggung untuk menenangkan ke sedihan anda, saya bisa memberikannya agar anda lebih baik" Polos Syiren bicara demikian hingga membuat Diran tertawa.
"Tidak perlu, cukup kamu ada di sampingku saja... Hatiku sudah tenang" ucap Diran membuat Syiren terkejut.
"...Tuan. Semangat" Pekik Syiren.
Diran pun tersenyum dan pengusap pucuk kepala Syiren lalu berkata "Kau yang terbaik... Terimakasih Syiren"
Mendengar ucapan manja yang sedikit membisik tentu saja membuat Syiren malu hingga wajahnya merona merah. Syiren tak tahan jika harus menunda nunda untuk menyatakan cinta pada Diran.
Syiren ingin secepatnya tahu jawaban apa yang akan Diran berikan padanya jika Diran tahu perasaan Syiren yang kian hari kian tumbuh untuk pria di depannya itu.
__ADS_1
Tuan... Jangan tersenyum begitu padaku. Sebab aku tak bisa menahan rasa suka ini lebih lama lagi.bathin Syiren menggumam