Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 99


__ADS_3

Sesampainya di tempat pemotretan Aldy pun segera mencari sosok istrinya itu.


Langkah Aldy pun terhenti karena dari kejauhan dia sudah melihat Marsya yang sedang berpose mesra dengan Marsel.


perlahan dia pun mencoba mendekatinya dengan hati yang sudah terbakar cemburu.


tiba tiba saja Manager Kim menepuk pundaknya dari belakang yang membuat Aldy terkejut.


Pak Aldy...ada keperluan apa Anda sampai masih terlalu lagi menemui Kami?kenapa Anda tidak menghubungi saya terlebih dahulu pak?"Ucap Manager Kim.


Manager Kim...Maaf saya tidak mengabari Anda terlebih dahulu hanya saja saya memiliki waktu luang ingin melihat progres pemotretan produk yang akan kita luncurkan"Jawab Aldy berbohong.


Oh soal itu mari kita bicarakan di ruangan saya"Ucap Manager Kim sambil mengajak Aldy ke ruangannya.


Sial kenapa aku harus bertemu dengan dia?padahal aku kesini ingin menemui Marsya"Batin Aldy.


Sudah hampir satu jam lebih pemotretan pun selesai hingga Marsya pun menghela Nafas panjang.


Akhirnya selesai juga"Batin Marsya.


Karena dari tadi dia sudah tidak nyaman berada di dekat Marsel.


Sya ini minuman kamu"Ucap Marsel yang lagi lagi mendekatinya.


Thank's Sel.."Jawab Marsya sambil mengambil botol minuman.

__ADS_1


You are welcome...by the way nanti sore kamu punya agenda gak?"Tanya Marsel.


Duh apaan nih Marsel banyak sekali bertanya nya?gimana aku mau menghindar darinya kalau dia ngikutin aku terus."Batin Marsya yang kemudian menjawab ucapan Marsel.


kebetulan nanti sore aku ada acara keluarga Sel?memangnya kenapa?"Ucap Marsya berbohong.


oh Tidak..aku hanya ingin mengajakmu ke mall saja tapi lain kali saja"jawab Marsel sambil tersenyum manis.


Setelah cukup lama berbincang bincang dengan manager Kim Aldy pun segera pamit pergi ke kantornya.


Sebelum pergi ke kantornya Aldy pun masih berniat ingin menemui Marsya sampai manager Kim pun menghilang.


Untung saja Marsya pun masih ada di tempat pemotretan tadi hingga Aldy langsung mendekatinya.


Aldy..?"Ucap Marsya pelan.


Ayo ikut denganku sekarang"Ajak Aldy sambil menarik tangannya.


Ada keperluan apa dia sampai menarik tangan Marsya seperti itu"Batin Marsel.


Maaf pak tapi dia.."Ucap Marsel namun terpotong oleh ucapan Marsya sendiri.


baiklah..tapi aku berganti pakaian dulu"Jawab Marsya.


Kalau begitu aku tunggu di mobil"Ucap Aldy sambil melangkah keluar.

__ADS_1


Sya..apa aku perlu mengikutimu?"Ucap Marsel merasa khawatir.


Tidak perlu Sel..kalau begitu aku duluan"Jawab Marsya sambil berlalu.


Ada hubungan apa mereka berdua?apa jangan jangan?tidak Marsya bukan tipe wanita seperti itu"Batin Marsel mencoba berpikit positif.


Dy aku mengikutimu dari belakang saja karena aku bawa mobil"Ucap Marsya saat menghampiri Aldy.


Tidak perlu nanti orang suruhan ku yang akan membawanya kamh titipkan saja kuncinya pada satpam di sini"Jawab Aldy serius.


Baiklah"Ucap Marsya terpaksa.


Setelah menitipkan kunci mobilnya pada satpam dia pun segera masuk ke dalam mobil Aldy dan Aldy pun segera menancap gas mobilnya.


Dari kejauhan Marsel pun telah memperhatikan mereka hingga dia berniat untuk menyelidiki hubungan mereka berdua.


Dalam perjalanan mereka berdua tak ada yang memulai membuka percakapan hingga Aldy memakirkan mobilnya.


Untuk apa kita masuk ke dalam?"Tanya Marsya tak mengerti.


Ayolah ikut denganku"Ajak Aldy sambil keluar dari mobilnya.


Akhirnya Marsya pun mengikuti langkah Aldy dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya.


Setelah resepsionis memberikannya kunci kamar Marsya pun hanya mengerutkan alisnya tak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2