
Marsya..."Panggil seorang laki laki yang mungkin seumuran dengan Aldy.
Vian.."Ucap Marsya terkejut dan segera melepaskan pelukan Aldy.
Kamu kenapa?lalu dia siapa?"Tanya Vian sambil melirik ke arah Aldy.
Dia yang bernama Aldy..."Jawab Marsya gugup.
Oh Aldy...perkenalkan saya Vian salam kenal aja"Ucap Vian sambil mengulurkan tangannya.
Saya Aldy.."jawab Aldy sambil membalas uluran tangan Vian.
Kalau begitu kami duluan ya dy.."Ucap Marsya.
Duluan ya bro.."Ucap Vian pamit.
Aldy pun hanya menganggukkan kepalanya dan sedikit bingung tentang sosok laki laki yang kini di dekat Marsya.
Siapa dia?Apa dia sepupu nya Marsya?teman nya?atau jangan jangan pacar baru nya?"batin Aldy.
Setelah melihat kepergian Marsya dengan Vian Aldy pun mengurungkan niatnya untuk menjenguk pak Rey.
Dia kini memilih membututi Marsya dan Vian ke kantin Rumah sakit untuk makan malam.
Sya kamu mau makan pakai lauk apa?"Tanya Vian.
__ADS_1
Aku pakai ayam sama sambal aja deh minum nya es teh manis aja"Jawab Marsya.
Vian pun memesankan makanan dan Minuman untuk Marsya dan dirinya.
kamu gak kenapa-kenapa setelah bertemu kembali sama dia?"Tanya Vian memastikan keadaan Marsya.
Marsya pun hanya menggelengkan kepalanya sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.
Kamu tenang saja karena aku akan selalu ada di samping kamu"Ucap Vian sambil menggenggam tangan Marsya.
Marsya pun hanya memandang wajah Vian sambil tersenyum.
Apa benar Vian adalah kekasih nya Marsya?"batin Aldy setelah memperhatikan mereka berdua.
Setelah melihat kemesraan mereka berdua Aldy pun memutuskan untuk pulang ke kediaman pak Martin tanpa berniat kembali ke pesta acara pertunangan Haikal dan Laras.
Marsya.."Ucap Aldy sambil menarik tangannya dan membawa Marsya ke pintu belakang Rumah sakit.
Aldy lepasin kamu mau ngapain"Teriak Marsya namun tak jelas karena didekap oleh tangan Aldy.
Aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu menjelaskan semuanya sekarang juga"Ucap Aldy serius.
Penjelasan apa maksud kamu?"Tanya Marsya.
Penjelasan hubungan kita dan apa hubungan kamu sama yang bernama Vian?"Ucap Aldy malah berbalik nanya.
__ADS_1
Hubungan kita yang mana?apa sebelum nya aku pernah mengakui perasaan aku sama kamu?"Ucap Marsya.
Iya memang kamu belum mengucapkan nya langsung tapi kamu udah kasih harapan ke aku selama kita tinggal di Amsterdam"jawab Aldy.
Maksudnya aku kasih kamu harapan?mungkin kamu salah paham dy..karena aku dari dulu udah anggap kamu hanya sebatas teman aja gak lebih"Ucap Marsya sedikit tertawa kecil.
Kamu tega ya Sya...berhari hari aku selau mikirin kamu bahkan setiap detik pun aku gak pernah melupakan kamu sama sekali
Dan aku selalu berharap kita bisa bersatu setelah kamu kembali ke sini tapi nyata nya kamu malah mempermainkan perasaan ku seperti ini aku gak nyangka aja akan seperti ini jadinya...
Atau jangan jangan aku yang terlalu terobsesi sama kamu sehingga aku sampai rela mati matian nungguin kamu kembali"Ucap Aldy sambil menyeka air matanya yang tak terasa meleleh.
Sorry ya aku udah pernah berharap sama kamu...dan makasih atas semua perhatian dan kebaikan kamu sama aku yang ternyata menjadi kesalahpahaman di antara kita
oh iya satu lagi semoga kamu bahagia sama cowok pilihan kamu sendiri dan aku juga janji gak akan muncul di sekitaran hidupmu lagi"Ucap Aldy lagi sambil berlalu pergi.
Dia pun kini segera bergegas pergi dengan menggunakan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Arghh....bukan ini yang aku inginkan"Teriak Aldy emosi sambil memukul setir mobilnya.
Aldy pun segera memasuki kamarnya dan melempar semua barang yang ada di hadapan nya kini.
Kecewa,marah,sedih dan juga patah hati untuk ke sekian kalinya kini menjadi satu hingga emosinya tak bisa tertahankan.
Karena emosinya yang tak bisa di kendalikan dia pun kini memukul Cermin kamar mandi sampai tangan nya terluka.
__ADS_1
ini gak seberapa sakit dengan apa yang aku rasain sekarang Sya"Ucap Aldy sambil menatap Foto Marsya yang dia pajang.
Kenapa aku harus secinta ini sama kamu kenapa juga aku harus sebuta ini mencintai kamu namun pada akhirnya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan"Ucap Aldy.