Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 57


__ADS_3

Sial...kenapa Marsya gak jawab telepon dari aku?apa salah aku sama kamu Sya?"batin Aldy Frustasi.


Ting bunyi notifikasi di handphone Aldy.


✉️1Pesan Masuk.


Aldy pun segera mengecek handphone nya dan berharap Marsya yang mengirimi nya pesan.


From: Nanas


Al..kamu dimana sekarang?kata kakek kamu disuruh pulang cepat karena kita akan menikmati makan malam di Caffe favorit,kamu langsung nyusul aja ya...


Aldy pun berniat mengabagaikan pesan Nanas namun tiba tiba teringat akan Kakeknya karena takut mengecewakannya.


dia pun sangat terpaksa mengetik pesan dan segera mengirim balasannya pada Nanas.


to: Nanas


Sorry Nas,kaya nya malam ini aku pulang telat lagi soalnya kerjaan aku masih belum kelar dan tolong sampaikan permintaan Maaf aku sama Kakek,,See you.


Dengan cepat Nanas membalas pesan Aldy.


From: Nanas


iya gak papa kok...jangan lupa makan ya Al dan jangan lupa istirahat jaga selalu kesehatanmu♥️


Aldy pun tak menghiraukan balasan Nanas yang memberi perhatian padanya dan dia pun kini masih memikirkan tentang Marsya.


Setelah berpikir dia pun bertekad akan menemui Marsya ke rumahnya dia tidak peduli dengan pak Rey yang akan banyak bertanya padanya.


Aldy segera bergegas menemui Marsya dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan Tinggi dan sesampainya disana dia segera mengetuk pintu rumah Marsya.


Permisi..tok..tok.."ucap Aldy sambil mengetuk pintu.


iya..dengan siapa ya?dan ada perlu apa?"tanya Bi Jum dengan Hat-hati setelah membukakan pintu.

__ADS_1


Maaf bi Saya Aldy mau bertemu dengan Marsya?kebetulan sama temannya"jawab Aldy.


Tapi maaf Non Marsya nya sedang tidak ada di rumah saat ini"jawab Bi Jum.


kemana bi?pergi sendiri apa sama pak Rey?"tanya Aldy.


Saya kurang tau Mas..dia pergi sendiri kalau bapak ada"jawab bi Jum.


apa boleh saya bertemu sama pak Rey?"tanya Aldy.


Eh..Aldy ayo Masuk"ajak Pak Rey yang tiba tiba muncul dari balik pintu.


ah iya pak..Pak Rey apa kabar?"tanya Aldy sambil duduk di Sofa ruang tamu.


Baik dy..kamu juga apa kabar?tumben datang kesini malam malam begini?"jawab pak Rey.


iya pak sekalian Mampir...maaf saya turut prihatin atas berita trsebut pak"ucap Aldy.


iya dy..terima kasih"jawab pak Rey.


Jangan dy...gak perlu ingat kamu itu sudah bertunangan dengan Nanas Takutnya nanti Nanas akan salah paham sama kamu"jawab pak Rey.


Tapi pak...Saya mohon saya sangat khawatir sama keadaan dia sekarang"ucap Aldy memohon dengan wajah Kusutnya.


Pak Rey tak langsung menjawab ucapan Aldy dia kini malah memandang Aldy dengan tatapan bingung.


Pak Rey...saya akan jujur sebenarnya saya sudah memiliki perasaan sama putri pak Rey sebelum saya bertunangan sama Nanas.


Saat pertemuan Saya dan Marsya di Paris namun sayangnya Marsya sudah memiliki pacar yaitu Wildan dan saya hanya bisa menyimpan perasaan saya dan berniat menguburnya dalam-dalam.


tapi Rasa itu tak pernah hilang sampai waktu berlalu sekalipun Tahun telah berganti lalu Kakek saya menjodohkan Saya dan Nanas tapi tetap saja Saya tidak bisa melupakan Marsya."Ucap Aldy dengan Mata berkaca kaca.


Jadi..sudah lama kamu menyimpan perasaan itu sama Marsya?apa dia tau perasaan kamu ke dia bagaimana?"tanya pak Rey.


Marsya belum mengetahuinya sampai saat ini dia menganggap kita hanya berteman biasa...tapi tidak papa dengan Saya sudah bisa berdekatan dengannya Saya sudah merasa bahagia"jawab Aldy sambil senyum terpaksa.

__ADS_1


Aldy...kalau dari awal Saya sudah mengetahui hal ini mungkin saya akan membujuk Marsya agar segera menggantikan Wildan dengan kamu dihatinya mungkin sekarang hal ini tidak akan pernah terjadi.


tapi saya sadar ini sudah Takdir,tapi Saya juga percaya sama kamu dy...bahwa kamu bisa menjaga dia buat saya"ucap pak Rey.


Saya janji pak jika Anda merestuinya dan saya aka segera membereskan perjodohan saya dengan Nanas meskipun harus menentang Kakek tapi demi Marsya saya akan berusaha"Ucap Aldy meyakinkan.


Marsya sekarang sudah terbang ke Belanda untuk menenangkan pikiran nya saya takut kalau dia berada disini mentalnya akan tertekan


karena mertua Wildan berniat akan menuntut bahkan mempenjarakan Marsya"ucap pak Rey.


Belanda?kalau begitu saya akan menyusulnya malam ini juga pak Rey..Saya pamit"ucap Aldy.


iya hati hati kamu ya dy..nanti saya akan mengurus keperluan kamu saat menemui Marsya disana"jawab pak Rey.


iya..Terima kasih banyak pak Rey karena pak Rey sudah merestui saya untuk menjaga Marsya"ucap Aldy dan dia pun segera bergegas pergi pulang untuk membawa keperluannya.


Sesampainya dirumah kediamannya Aldy pun segera menuju kamarnya dan membereskan barang-barang yang diperlukannya kedalam koper.


setelah berganti pakaian Aldy pun segera bergegas pergi dengan menenteng kopernya.


Saat berjalan didepan Kamar Kakeknya Aldy pun tak berniat membangunkan Kakeknya untuk berpamitan karena takut kakeknya akan curiga.


Maafin aku ya Kek..."batin Aldy.


dia pun segera bergegas menuju bandara dengan menggunakan Taksi sambil mengetik sesuatu di ponselnya.


To: Kakek


Kek Aldy pamit pergi keluar negeri dulu karena ada urusan kerjaan yang gak bisa ditunda..maafin Aldy ya gak sempat berpamitan dulu sama kakek karena Aldy gak tega bangunin Kakek...See you jangan lupa jaga kesehatan ya Kek..nanti Aldy kabarin lagi kalau udah sampai.


Ternyata Aldy pun mengirim pesan ke Kakeknya dan terpaksa berbohong demi mengejar cintanya Marsya.


Maafin Aldy kek...bukan maksud Aku bohongin Kakek cuman nanti ada saatnya aku jujur sama Kakek."batin Aldy saat sedang menunggu pesawatnya.


Ketika waktu menunjukan pukul 21:45 Wib akhirnya pesawat Aldy pun terbang menuju bandara Amsterdam.

__ADS_1


__ADS_2