
Marsya pun kini sedikit tenang setelah mendapat dukungan dari papa nya dan dia pun kini sedang menikmati makan malam berdua bareng papanya.
Namun saat mereka sedang menikmati makanan nya pembantunya memanggil mereka dengan panik.
Tuan...Non..sini gawat kalian harus lihat berita ini"teriak Bi jum.
Apaan sih kok sampai teriak teriak segala"ucap pak Rey dan Marsya sambil menghampiri bi jum ke ruang tengah.
Ini Lihat Tuan..Non.."ucap bi Jum sambil tangannya menunjuk ke televisi.
Di acara televisi swasta ternyata kini Wildan dan keluarga istrinya kini sedang mengadakan konferensi pers.
Disana Wildan tak banyak bicara namun mertuanya perempuan Wildan yang kini mengomentari berita terkait perselingkuhan menantunya.
Pak Rey dan Marsya pun kini menyaksikan beritanya secara Live di televisi.
Saya..sebagai orang tua dari istrinya Wildan sangat muak dengan berita seperti ini dan kalian pasti tau kalau saat ini Arini sedang hamil tua
Saya mohon untuk tidak memberitakan apapun lagi tentang perselingkuhan Wildan karena itu akan merusak mental Anak saya yang tengah hamil.
Lalu apa anda akan memaafkan menantu anda ini terkait perselingkuhan yang pernah terjadi?"tanya Salah satu wartawan.
Saya akan memaafkan Wildan menantu saya dengan alasan demi anak saya tapi untuk pelakor itu saya tidak akan diam saja
Karena saya akan menuntut pelakor itu bahkan akan menjebloskan nya ke penjara"ucap bu Anita mertua Wildan dengan tegas.
Marsya pun langsung terperanjat saat mendengarnya dan pak Rey langsung mengusap bahu Marsya mencoba menenangkan nya.
__ADS_1
Tenang sayang papa gak akan tinggal diam,orang itu tidak berhak melakukan itu kepada kamu yang tidak bersalah
karena jelas jelasnya kamu juga korban atas kebohongan Wildan"ucap Pak Rey.
Marsya pun kembali menumpahkan air matanya tapi pak Rey langsung memeluknya.
Pa..aku takut dengan tuntutan keluarga nya Wildan padahal aku juga gak ingin merusak rumah tangga mereka"ucap Marsya terisak.
Pak Rey pun segera melepaskan pelukannya dan dia segera menelpon asisten pribadinya.
sudah beberapa jam pak Rey berbicara serius dengan asisten nya yang membuat Marsya penasaran dengan apa yang sedang papanya bicarakan.
setelah mematikan telepon nya pak Rey pun menghampiri Marsya yang sedang terisak di sofa di depan televisi yang sedang ditemani bi Jum.
Sayang...sebaiknya kamu sekarang berkemas dan bawa beberapa barang yang kamu perlukan"ucap pak Rey.
Untuk saat ini sebaiknya kamu pergi keluar Negeri untuk sembunyi sampai keadaan nya membaik papa gak rela sampai pihak istrinya Wildan menuntut kamu di jalur hukum"jawab pak Rey.
Tapi papa ikut juga kan?"tanya Marsya.
untuk saat ini kamu harus pergi sendiri sayang biar gak jadi pusat perhatian media dan papa janji disini akan membereskan masalahnya dan akan membersihkan nama baikmu lagi"ucap pak Rey sambil mengusap kepala anaknya.
Setelah mengerti dengan penjelasan papanya Marsya pun pergi ke kamarnya dan segera berkemas membereskan barangnya.
Pa..papa yakin ini jalan terbaik buat aku?"tanya Marsya dengan berpenampilan rapih sambil membawa koper.
iya sayang..papa yakin untuk sekarang ini memang harus seperti ini dulu sayang"jawab pak Rey.
__ADS_1
oh iya kamu pergi ke bandaranya naik taksi ya dan nanti Asisten papa sudah mengurus tiket kamu ke belanda begitu pun tempat tinggal kamu nanti"ucap pak Rey.
iya pa..Marsya pergi dulu ya jangan lupa jaga kesehatan papa"pamit Marsya.
iya sayang pasti..kamu juga jaga diri kamu baik baik ya..jangan banyak pikiran sayang"ucap pak Rey.
Taksi yang sudah dipesan pak Rey kemudian tiba dan Marsya pun segera memasukinya kemudian dia pun bergegas menuju bandara.
Setibanya di bandara ponsel Marsya terus berdering namun Marsya tak berniat mengangkatnya karena dia sudah tahu bahwa yang menghubunginya adalah Aldy.
Nona Marsya..ini tiketnya lalu anda harus memakai topi dan kacamata ini saat nanti pemeriksaan nanti"ucap Asisten pak Rey sambil menyodorkan tiket pesawat.
iya terima kasih pak"jawab Marsya sambil meraihnya dan dia pun segera memakai topi dan kacamatanya.
oh iya Nona,nanti di bandara Amsterdam Anda akan di jemput orang kepercayaan saya dan setelah itu anda akan di antarkannya ke Apartement yang sudah di siapkan.
Dan setelah sampai sana anda harus segera mengganti dan menon aktivkan nomor telepon anda karena takut bahwa anda dilacak pihak Wildan lewat nomor ponsel lama."ucap Roy Asisten pak Rey menjelaskan.
Tapi..kalau saya mengganti nomor telepon saya bagaimana saya bisa kontekan dengan papa saya?"tanya Marsya.
kalau itu tenang saja saya yang akan nanti berkordinasi dengan teman saya di Amsterdam"jawab Roy asisten pak Rey.
baik kalau begitu saya permisi masuk dulu dan terima kasih sudah membantu persiapannya"ucap Marsya.
Setelah melewati pemeriksaan paspor dan tiket Marsya pun segera memasuki pesawat yang hendak terbang ke Negara Belanda.
Bye pa..see you...
__ADS_1
Maafin aku ya dy udah menghindar dari kamu untuk saat ini karena aku gak mau kamu terseret juga ke dalam masalah aku saat ini"batin Marsya.