Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 55


__ADS_3

Marsya yang kini tengah sibuk bekerja sebagai Manager marketing diperusahaan ternama tidak mengetahui kabar berita yang kurang baik tentang dirinya.


hingga beberapa karyawan yang lain sudah membacanya dan kini Marsya pun menjadi perbincangan para karyawan lainnya.


Tok..tok...suara pintu ruangan Marsya di ketuk Sekretarisnya.


permisi...bu Marsya maaf Anda dipanggil pak direktur diruangannya sekarang"ucap Sinta.


oh iya..Sin terimakasih"jawab Marsya.


Marsya pun segera bangkit dari duduknya dan dia pun keluar dari ruangannya mengikuti Langkah Sinta.


Ketika melewati ruangan Staff yang lainnya dia pun merasa bingung karena para karyawan memandangnya dengan tatapan sinis.


kenapa dengan Mereka hari ini?padahal biasa nya mereka selalu ramah saat berpapasan denganku"batin Marsya.


Marsya pun masih memberikan senyuman pada mereka meskipun dirinya kini merasa tidak nyaman dengan tatapan sinis mereka.


Tok..tok..


permisi pak direktur ini bu Marsya sudah datang"ucap Sinta.


Silahkan bu masuk..kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu"ucap Sinta dengan sopan meskipun sudah mengetahui perihal berita Marsya.


Permisi pak..."ucap Marsya sambil memasuki ruangan direktur.


iya Silahkan duduk.."jawab Pak Direktur.


Maaf pak saya sedikit lancang,tapi ada apa ya sampai bapak panggil saya sampai keruangan bapak?"tanya Marsya to the point.


Tanpa basa basi pak Direktur pun menjelaskan apa maksudnya memanggil Marsya saat ini.


dan Marsya pun masih tidak mengerti bahwa dirinya kini diberhentikan.

__ADS_1


Maksud bapak saya dipecat?kok bisa apa ada kesalahan fatal yang tidak saya sadari selama ini?"tanya Marsya masih bingung tak mengerti.


Ketika Marsya sedang berdebat dengan direktur perusahaan tempat dia bekerja Aldy pun menghubungi Marsya lewat telepon dengan beberapa kali namun handphone dia tertinggal di ruangannya kini.


Apa kamu belum mengetahui perihal ini?"ucap pak Direktur sambil menyodorkan beberapa artikel dalam bentuk kertas yang sudah di cetak.


Marsya pun segera meraihnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat dirinya diberitakan dimedia sosial kini bahkan menjadi berita terViral saat ini.


Maafkan Saya Nona Marsya..saya mengakui prestasi kamu selama bekerja tapi mohon maaf karena ini saya memberhentikan kamu bekerja


meskipun saya kurang percaya dengan berita tersebut dan saya juga tidak butuh penjelasan anda bahwa berita ini benar atau tidaknya


Saya hanya bersikap tegas sebagai direktur dan hanya ingin melindungi perusahaan saya dari berita miring menimpa salah satu karyawan saya."ucap pak Direktur.


Marsya pun masih termenung memandang artikel itu dan penasaran siapa yang sudah menyebarkan berita itu.


Tanpa menjawab perkataan pak direktur Marsya pun segera keluar dari ruangan pak Direktur dan kini menuju ruangannya untuk segera berkemas dan pulang.


Para karyawan pun masih berkumpul di depan ruangan pak Direktur dengan tatapan Sinis tapi Marsya tak menghiraukan mereka dia pun segera berlari keruangannya dan meraih tas serta barang barang miliknya.


Kenapa ini bisa tersebar?"batin Marsya masih tak percaya.


handphone nya pun kembali berdering pertanda ada pesan masuk dilayar ponselnya.


Ting....bunyi notifikasi


✉️2Pesan Masuk.


📞10panggilan tak terjawab.


From:Aldy


Sya..are you okey?

__ADS_1


From:Aldy


kamu yang sabar ya Sya..aku janji akan bantuin kamu membersihkan ini semua.


Marsya pun tak berniat membalas pesan Aldy dia pun kembali menangis dan merasa bersalah pada papanya karena dia tidak memberitahunya dari awal.


Sekarang pasti papa kecewa banget sama aku..karena dari awal papa udah gak merestui hubungan aku sama Wildan"batin Marsya.


di tempat lain Pak Rey tak bergeming apapun setelah mengetahui kabar berita tersebut dia pun memutuskan kembali pulang ke rumahnya.


Banyak Wartawan yang kini menyerbu kantornya namun Pak Rey mengabaikan beberapa pertanyaan dari media.


dia pun hanya memberikan senyuman tipis dihadapan awak media dan segera menuju masuk ke mobilnya.


Apa yang sebenarnya terjadi Sya..kenapa kamu menyembunyikan masalah besar ini sendiri?"batin pak Rey.


Setelah sampai dirumahnya Pak Rey pun segera memasuki rumahnya dan di sana sudah ada Marsya yang sedang menangsi.


Marsya..."panggil pak Rey dengan wajah yang tak bisa diartikan.


papa...Maafin aku..karena aku gak berani cerita dari awal"Ucap Marsya sambil bersujud di kaki papanya.


Udah Sayang bangun..papa ngerti dengan perasaan kamu sekarang"jawab pak Rey dengan lembut merangkul anak semata wayangnya itu.


Marsya pun segera menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada papanya dan pak Rey pun mendengarkannya dengan seksama.


Setelah bercerita semuanya Pak Rey pun memaafkan Marsya dan berjanji akan membersihkan Namanya kembali.


Papa percaya sama kamu sayang?jika kamu dari awal tau bahwa Wildan sudah beristri kamu gak akan bakalan jatuh cinta padanya kan?"ucap pak Rey.


iya pa..Makanya itu aku menyesal gak ngikutin omongan papa waktu itu"jawab Marsya.


sudahlah sayang kamu jangan terlalu menyesali apa yang sudah terjadi jadikan saja semuanya itu menjadi pembelajaran hidup ini."ucap Pak Rey sambil memeluk anak gadisnya.

__ADS_1


Tapi bagaimana dengan Kantor papa?"tanya Marsya.


Syut..udah jangan terlalu dipikirkan biar papa yang urus kamu hanya perlu tenangin diri kamu sendiri karena akan merusak mental kamu untuk saat ini"ucap pak Rey.


__ADS_2