
Hari demi hari telah berlalu Aldy pun tidak pernah pantang menyerah untuk mencari keberadaan Marsya saat ini.
Meski terkadang dirinya merasakan sakit sendiri karena menahan Rindu yang belum terobati sampai saat ini.
Aldy..."sapa pak Martin membuyarkan lamunannya.
iya Kek..."Jawab Aldy membalikan tubuhnya menghadap sang Kakek.
Kakek tau bagaimana Cinta tulus kamu untuk dia dan kakek juga paham tentang perasaan kamu saat ini...(sambil mengusap punggung Aldy)
Tapi apa kamu tidak ingin menjalani Aktivitasmu seperti biasanya?Karena kamu perlu tau jika Memang dia Cinta sejatimu maka dia akan kembali lagi kepadamu"Ucap pak Martin yang membuat Aldy berpikir sejenak.
Tapi sekarang aku merasa sangat bersalah sama dia Kek,karena selama aku pulang kemarin dia itu sering kirim pesan lewat Email tapi sayangnya aku gak sempat kepikiran buat kirim dia pesan bahkan membuka Email aku sendiri
padahal aku sudah meyakinkan dia kalau aku akan menunjukan ketulusan aku buat dia tapi nyatanya aku malah mengabaikan dia selama aku jauh dari sisinya"Ucap Aldy sambil terisak.
__ADS_1
Menangislah jangan ditahan...agar hatimu menjadi jauh lebih baik"jawab pak Martin sambil memeluk Cucu semata wayangnya.
Kek dari dulu aku sudah sangat mencintainya meskipun dia telah bersama orang lain..
Tapi saat aku mempunyai kesempatan kenapa aku malah menyianyiakan dia sampai dia pergi begitu saja"Ucap Aldy sambil terisak menumpahkan air matanya dipelukan sang Kakek.
iya Kakek mengerti...maka dari itu jadikan semuanya jadi pelajaran berharga buat dirimu sendiri"Jawaban bijak dari sang Kakek.
Aldy pun kini menumpahkan semua kerapuhan hati nya di pelukan sang Kakek namun berbeda dengan Nanas yang kini sedang merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya
Karena dia kini sudah Resmi menjadi seorang istri dari Dito sang pujaan hati meskipun pak Remon tidak merestuinya tapi bu Siska yang selalu mendukung cinta mereka berdua untuk bersatu.
iya Mi.."jawab Nanas sambil membereskan bajunya ke dalam koper.
Apa keputusanmu sudah benar benar yakin akan pergi meninggalkan Rumah masa kecil kamu dan hidup sederhana bersama Dito dan anakmu kelak kalau sudah lahir"Tanya Bu Siska.
__ADS_1
iya Mi...Nanas kan sekarang sudah menjadi istrinya Dito jadi sudah seharusnya Nanas mengikuti kemana suami Nanas pergi"jawaban yang tepat dari Nanas yang membuat bu Siska sedikit terharu.
Sayang..mami gak nyangka putri mami sekarang udah dewasa udah gak manja lagi bisa hidup mandiri lagi"Ucap Bu Siska sambil merangkul putrinya.
iya Mi...makasih ya udah besarin Nanas sesabar ini sampai sebesar ini"Jawab Nanas membalas rangkulan ibunya.
Nanas...papi memang kurang setuju kalau kamu menikah dengan Dito tapi papi gak mau kamu tinggal dirumah Dito yang kumuh itu
apa kata orang nanti kalau mereka tahu Putri dari Remon adi Wijaya tinggal di Rumah sempit dan kumuh seperti itu"Ucap pak Remon saat menemui Nanas dikamarnya.
Pi kamu mungkin sangat menyayangi Nanas aku sangat sangat berterima kasih kepadamu tapi aku mohon biarkan dia menjalankan kehidupannya dengan keinginannya sendiri"jawab Bu Siska membela anak kandung nya.
HaHaHa...maksud kamu..kamu mau memperjelas status aku buat Nanas bahwa aku bukan papa kandungnya jadi aku gak berhak mengatur hidupnya dia begitu"Teriak pak Remon emosi.
Bukan begitu..hanya saja aku tidak mau dia tersakiti sendiri oleh cara kamu mendidik dia dengan ke egoisan mu sendiri"Jawab bu Siska lemah lembut.
__ADS_1
Karena situasi malah semakin memanas akhirnya Nanas pun memutuskan secepatnya pergi sendiri dari rumah kediaman orang tuanya tanpa berpamitan terlebih dahulu.
dia kini menghindari pertengkaran itu karena ingin melindungi jabang bayi dalam kandungannya dengan tidak banyak pikiran.