
Jadwal makan siang pun tiba kini Aldy dan Marsya pun segera menuju restoran hotel tersebut.
para pelayan dan tamu di restoran tersebut pun seakan terpukau melihat penampilan mereka berdua.
Gandeng lenganku"bisik Aldy saat memasuki restoran.
Tidak perlu aku masih bisa jalan sendiri"jawab Marsya yang belum betul betul memaafkan kesalahan suami nya itu.
Tanpa menunggu persetujuan istrinya Aldy pun menarik tangan Marsya ke arah lengan nya karena dia tidak suka melihat banyak pria menatap ke arah istrinya itu dengan penampilan elegan.
Selamat siang Tuan..maaf membuat mu menunggu"sapa Aldy basa basi.
No problem..perkenalkan saya Bramantio dan ini istri saya Jenifer"Ucap Tuan Bram.
Hallo salam kenal..."sapa Jenifer ke arah Marsya dan juga Aldy.
Salam kenal juga..Saya Aldy putra Wijaya dan ini juga istri saya Marsya"Ucap Marsya dengan menyalami mereka berdua.
Setelah mereka berempat saling berkenalan mereka pun kini melanjutkan dengan makan siang.
Marsya pun tampak tak suka karena dua orang bodyguard dari Tuan Bram terus saja memperhatikan nya dari tadi.
Hingga Aldy pun menyadarinya dan berniat ingin menegurnya secara baik baik.
Maaf tuan bisakah saya bertanya pada dua orang bodyguard Anda?"Tanya Aldy memberanikan diri.
Oh tentu silahkan...",jawab Tuan Bram dengan sopan nya.
Maaf kalau saya lancang kepada kalian berdua tapi tolong jangan memperhatikan terus istri saya karena dia menjadi tidak selera makan
karena anda terus saja memperhatikan dia kalau perlu ada yang harus ditanyakan atau di sampaikan katakan saja"Ucap Aldy sambil menatap ke arah dua orang itu.
Maafkan kami Tuan kami tidak bermaksud apa apa hanya saja kami ingin bertanya apakah ini Marsya Reynata modeling baru itu?"Tanya Salah satu bodyguard itu dengan menundukan kepalanya.
Iya Anda benar?kenapa Anda bisa mengetahuinya?"Ucap Marsya yang kembali bertanya.
Maaf Nona atas sikap saya yang membuatmu tidak nyaman tapi jujur saja kami ini salah satu penggemar mu"Ucap Salah satu body guard itu lagi.
What?Ternyata you modeling?"Ucap Jenifer.
__ADS_1
iya Nyonya saya Modeling di salah satu PT Perusahaan."Jawab Marsya gugup.
Apa Suami mu tidak cukup memberimu uang bulanan sampai Istri seorang pengusaha mempunyai profesi seperti itu"Ucap Jenifer.
Maaf Nyonya suami saya sudah lebih cukup memenuhi kebutuhan saya namun profesi saya saat ini hanya sekedar hobby bagi saya"Ucap Marsya tegas namun Nada suaranya masih terjaga.
Maafkan Ucapan istri saya barusan Nona mungkin dia hanya memberimu saran"Ucap Tuan Bram.
iya tidak apa Tuan..kalau begitu saya permisi pergi ke Toilet dulu"Jawab Marsya sambil pergi berlalu.
Aldy hanya bisa mencerna ucapan istrinya barusan dan membuat hatinya terketuk untuk mempertahankan kembali rumah tangga nya itu.
Karena melihat Aldy yang hanya terdiam Tuan Bram pun memecahkan keheningan.
Tuan Aldy bagaimana kalau kita langsung saja membahas terkait progres inti yang sudah akan kita bahas hari ini"Ucap Tuan Bram.
Baik Tuan..Silahkan anda Mulai"Jawab Aldy.
Mereka berdua pun kini tengah sibuk membahas progres yang akan mereka kerjakan bersama berbeda dengan Jenifer yang kini tengah asyik berselfi ria tanpa mempedulikan mereka berbicara
meskipun suaminya sesekali meminta pendapat tentang dirinya namun berbeda dengan Marsya yang memilih untuk tidak kembali menemui mereka.
Sudahlah aku memilih rebahan saja di sini rasanya aktivitas hari ini membuatku sedikit lelah"Ucapnya yang kemudian membaringkan tubuhnya dan terlelap tidur tanpa berganti pakaian.
Setelah selesai Meeting bersama Bramantio yang cukup membuatnya lelah karena sedikit menahan rasa kesal terhadap perlakuan istri Klien nya itu
dia pun segera bergegas menuju kamarnya dan sesampainya disana dia pun tersenyum saat melihat istrinya tertidur pulas di tempat tidur.
Karena tidak tega membangunkan istrinya Aldy pun memilih untuk segera mandi dan berganti pakaian nya.
Aku sudah menduga nya dia tidak akan pergi dariku lagi"batin Aldy tersenyum yang kemudian memasuki kamar mandi.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian nya dia pun berniat ingin merebahkan tubuhnya karena tidak ingin mengganggu istrinya sedikit pun
Dan dia pun memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa sambil memainkan ponselnya bahkan sesekali melirik ke arah wajah tenang istrinya itu.
Ketika hari semakin sore Aldy pun masih belum membangunkan Marsya dari tidur nya dan dia pun berniat akan bermalam di hotel malam ini.
Tiba tiba saja Marsya pun menggerakan tubuhnya dan membuka matanya perlahan melihat ke arah suaminya yang kini sedang memperhatikan nya dari arah Sofa.
__ADS_1
Ka..kamu udah selesai meeting nya"Ucap Marsya setengah serak.
Udah baru saja
Sudah dari tadi...."Jawab Aldy sambil medekat ke arah Marsya.
Marsya pun segera membenarkan posisi duduknya dengan mengucek pelan matanya.
Kenapa kau tidak langsung membangunkan ku?"Ucap Marsya sambil melirik ke arah jendela kamar hotel.
Astaga..apa aku tidurnya terlalu pulas sampai hari kini sudah menjelang senja"Ucapnya setengah berteriak.
Memangnya kau mau pergi kemana?"Tanya Aldy sambil merangkul bahunya dari belakang.
Malam ini kita ada acara makan malam bersama Di luar pasti Papa dan Bunda sudah menungguku"Jawab Marsya panik.
Tenanglah..malam ini kita akan menginap di sini dan soal itu aku sudah menghubungi mereka"Ucap Aldy sambil memegang wajah Marsya.
Lalu mereka bagaimana?"Tanya Marsya.
Mereka tidak mempermasalahkan nya karena kamu sedang bersama suami kamu sendiri"Jawab Aldy sambil tersenyum.
Marsya pun tiba tiba saja terdiam dan langsung duduk di tepi ranjang sambil menundukan kepalanya.
Maafkan semua kesalahan aku ya sayang...
aku menyesal telah menyianyiakan istri sebaik kamu..
mengorbankan keselamatan calon buah hati kita demi orang lain...
Aku sungguh menyesal..."Ucap Aldy sambil duduk di dekat kakinya Marsya yang kemudian mulai terisak.
Sudahlah jangan terlalu menyesali nya seperti itu karena semuanya sudah terjadi...
Dan aku pun sudah menerima semuanya dengan lapang dada dan itu artinya aku sudah bisa memaafkan mu"Jawab Marsya yang kemudian mencoba mengajaknya beranjak berdiri.
Makasih sayang..aku janji akan belajar dari semua kesalahan yang sudah terjadi dan akan memulai nya lagi dengan lebih baik"Ucap Aldy sambil merangkul istrinya yang sering dia rindukan.
Marsya pun hanya menganggukan kepalanya sambil membalas pelukan suami nya.
__ADS_1