
Sya aku berangkat ke kantor dulu ya"Pamit Aldy pada istrinya.
Marsya pun tak bergerak sedikit pun meski dirinya sudah bangun dari tadi.
Ya sudah kamu jangan lupa sarapan dan minum vitamin nya"Ucapnya lagi sambil mengecup kening istrinya.
Setelah kepergian suaminya Marsya pun kembali terisak mengingat kejadian yang telah dilakukan suaminya dengan perempuan lain.
Kamu tega dy..bisa bisanya kamu tergoda oleh perempuan lain di saat aku sedang mengandung anak kamu..
Ternyata aku telah gagal menjaga suamiku dari perempuan lain padahal selama ini aku sudah berusaha menjauhkan mu dari Nanas yang akan merusak hubungan kita"Ucapnya dalam hati.
Harapan Aldy untuk bertanggung jawab atas perbuatan nya pun sirna karena kepergian Monik yang sudah berada di luar negeri.
Mungkin aku harus merelakan nya pergi dan aku harus segera memperbaiki rumah tanggaku dengan Marsya kembali"Ucapnya dalam hati.
Maaf Tuan Al jadwal Meeting nanti siang kita tunda sampai lusa jadi siang ini jadwal Anda kosong"Ucap Dita setelah masuk ke ruangan atasan nya dengan sopan.
Baik terima kasih atas informasinya..Jam makan siang nanti saya pulang nanti biar Jhon yang handle semuanya"perintah Aldy sambil bergegas menuju ruangan Jhon.
Siap Tuan.."Jawab Dita.
Sudah seharian Marsya tak keluar kamar dia hanya membutuhkan waktu sendiri,
meskipun kedua orang tuanya tidak mengetahui
tentang permasalahan nya saat ini.
Maaf Non apa anda memerlukan sesuatu?"Tanya perawat wanita khawatir.
Tidak saya hanya butuh istirahat saja"Jawab Marsya.
__ADS_1
Tapi Tuan dan Nyonya berpesan kalau saya harus menjaga Nona dengan baik
Sarapan Anda pun tidak tersentuh sama sekali ayolah Nona anda harus makan dan meminum vitamin"Ucap perawat wanita itu.
Pak Rey dan Bunda Ayu sengaja membayar seorang perawat untuk menemani dan menjaga Marsya jika mereka sewaktu waktu pergi mendadak karena keperluan.
Tolong tinggalkan saya sendiri"Ucapnya dengan wajah yang sedikit pucat.
Karena merasa tidak nyaman atas ucapan Marsya perawat itu pun segera keluar dari kamar.
Setelah berjam-jam tak bergerak dari tempat tidur Marsya berniat untuk pergi ke kamar mandi
Namun na'as kakinya tersandung sofa di samping tempat tidurnya hingga dia terjatuh.
Marsya pun berteriak meminta tolong sambil kesakitanan namun perawat itu tak mendengarnya.
Hingga beberapa menit Aldy pun sampai dan segera menuju ke kamar untuk menemui istrinya dengan membawa beberapa paper bag.
Sus apa Marsya ada di dalam kamar?"tanya Aldy pada perawat saat berada di ruang tamu.
Aldy pun tak merespon perkataan perawat itu dan dia segera melanjutkan langkah kaki nya menuju lantai atas.
Ceklek.....
Sya kenapa kamu tidak mau makan dan meminum vit.."Ucap Aldy terpotong ketika melihat istrinya yang sudah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.
Marsya..."Teriak Aldy dan segera membawa nya ke rumah sakit.
Sudah beberapa jam Dokter melakukan operasi pengangkatan janin sekaligus rahimnya membuat perasaan Aldy semakin tak karuhan.
Aku mohon Sya..kamu harus kuat"Ucapnya dalam hati yang kemudian terisak.
__ADS_1
Aldy apa yang terjadi dengan Marsya?"Ucap pak Martin dengan beribu pertanyaan.
Aku baru saja pulang dari kantor Kek tapi keadaan Marsya sudah pingsan"Jawab Aldy dengan air mata yang tak bisa di tahan nya.
Saat janin nya sudah berhasil keluar Marsya pun sedikit menggerakan tangan nya yang membuat Dokter dan beberapa perawat lain nya terkejut.
Dokter kenapa Pasien bisa menggerakan tangan nya apa obat bius nya tidak bekerja"Ucap salah satu perawat.
Tidak mungkin ayo segera percepat Operasi nga"Jawab Dokter Vian.
Ooe..Ooe...Ooe..
Marsya pun membukakan Matanya saat mendengar tangisan bayi nya yang membuat Dokter menghentikan operasi.
Cepat panggilkan Suaminya"Perintah Dokter.
Aldy pun segera masuk ke ruang operasi dengan perasaan senang karena mendengar istrinya telah sadar.
Sya apa kamu baik baik saja.."Ucap Aldy tanpa berniat melihat keadaan anaknya yang baru saja lahir.
Dia tampan sepertimu...."Bisik Marsya sambil meneteskan air matanya sambil melirik ke arah bayi nya.
Aldy pun hanya tersenyum dan kemudian teriak histeris karena Marsya kembali tak sadarkan diri akibat kehilangan banyak darah.
Dokter pun segera mengambil tindakan dan kembali melakukan operasi pengangkatan Rahimnya karena sudah terinfeksi akibat ketuban yang mengendap.
Marsya bangun kamu tidak boleh menghukum ku seperti ini"Teriak Aldy histeris.
Sudah beberapa minggu Marsya pun tak kunjung sadar membuat Laras dan Haikal akan mengurungkan niatnya untuk melangsungkan pernikahan.
Kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku sekarang kebahagian kalian yang terpenting aku merestui pernikahan kalian"Ucap Aldy.
__ADS_1
Mereka berdua pun akhirnya mengikuti ucapan Aldy dan segera melangsungkan pernikahaan nya meskipun dengan acara yang sederhana.
Flash back off....