Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 109


__ADS_3

Seminggu Kemudian....


Tiba tiba saja Aldy pun meminta Dita untuk melanjutkan Meetingnya pagi ini dan dia pun setengah berlari menuju kamar mandi.


Uwhek..Uwhek..


Aldy pun memuntahkan semua isi dari dalam perutnya kemudian dia meraih ponselnya di saku celana lalu menghubungi seseorang.


Jhon tolong kamu segera ke toilet ruang meeting sekarang saya tunggu.."Ucap Aldy lewat sambungan telepon.


Baik pak saya segera kesana.."Jawab Jhon singkat kemudian segera menuju lantai atas untuk menemui atasan nya itu.


Tanpa menunggu lama Jhon pun tiba menghampirinya dengan rasa khawatiran.


Pak Aldy apa yang terjadi dengan anda?"Tanya Jhon sambil memapah Aldy menuju ruangan nya.


Aldy pun tak menggubris pertanyaan Asisten nya itu dan dia memilih untuk segera melangkah menuju ruangan nya.


Apa sebaiknya saya antar anda ke rumah sakit sekarang pak?"Tanya Jhon lagi setelah sampai di depan ruangan atasan nya itu.


Brak...


Tiba tiba saja Aldy pun pingsan hingga Jhon terkejut dan segera berteriak meminta bantuan.


Astaga pak Aldy bangun...Tolong"Teriak Jhon.


Beberapa staf karyawan Aldy segera menghampirinya dan membantu membawanya ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


Sesampai nya di rumah sakit Aldy pun segera di bawa menuju ruang IGD untuk di periksa


Sementara Jhon berniat segera untuk menghubungi istrinya namun tiga kali panggilan terabaikan.


yang membuat Jhon tak ada pilihan lain untuk menghubungi pak Martin meskipun dirinya tak tega untuk mengabarkan nya.

__ADS_1


Cukup beberapa menit Aldy pun segera di pindahkan ke ruang rawat inap dan pak Martin pun segera bergegas menuju rumah sakit dengan di temani Nanas.


Karena tema pemotretan hari ini di dalam air membuat Marsya memilih menyimpan ponselnya di dalam tasnya.


yang membuat Jhon Asisten Aldy susah untuk menghubungi nya.


Jhon..bagaimana keadaan Aldy?"Tanya pak Martin sambil menghampirinya.


Dokter masih menanganinya Tuan tetapi Tuan muda Aldy sekarang sudah berada di ruang rawat inap


kalau anda ingin menemuinya mari silahkan saya antar"Ucap Jhon sambil menunjukan kamar inap Aldy.


Baiklah..ayo antarkan saya"Jawab Pak Martin.


Sesampainya di ruang inap pak Martin tak bisa langsung melihat Aldy dengan dekat karena Dokter masih melarangnya.


Bagaimana dia bisa seperti itu?Apa yang terjadi?"Tanya pak Martin khawatir.


untuk menemuinya di Toilet atas dengan wajah yang sudah pucat dan juga badan nya yang mulai lemas"Jawab Jhon dengan sopan.


Apa dia keracunan?Tapi...sudahlah biarkan Dokter yang menangani nya"Ucap pak Martin pelan.


Tenang saja Tuan Dokter pun tadi sudah mengambil sempel darahnya untuk di bawa ke Laboratorium


Maka dari itu kita tunggu sampai hasilnya keluar saja Tuan.."Ucap Jhon yang membuat pak Martin sedikit tenang.


Ya sudah lebih baik Kakek duduk di ruang tunggu saja ayo.."Ajak Nanas.


Pak Martin pun hanya mengikuti langkah Nanas tanpa berbicara kembali.


Setelah beberapa menit Dokter pun kembali untuk memberikan hasil Lab nya.


Pak Martin pun merasa lega setelah mendengar penjelasan Dokter tentang keadaan Cucu semata wayangnya itu.

__ADS_1


Aldy pun telah sadar dan segera menanyakan keberadaan istrinya pada pak Martin.


Kek Marsya mana?"Tanya Aldy pelan.


Jhon sudah mengiriminya pesan namun sepertinya dia masih sibuk karena sampai sekarang dia belum kesini"Jawab pak Martin.


Tidak perlu khawatir dia pasti segera kesini setelah membaca pesan Jhon percayalah


Tapi sekarang Dokter menyarankan agar kamu mengisi perut kosongmu itu dengan makanan


Sini aku suapin mungkin tubuhmu masih lemas karena kekurangan cairan"Bujuk Nanas.


Tidak perlu..biar aku makan sendiri saja Nas"Tolak Aldy namun sendoknya lansung di rebut Nanas.


Ayolah Al..izinkan aku membantumu"Ucap Nanas sambil menyodorkan satu sendok bubur ke bibir Aldy.


Karena merasa tak enak untuk menolak kedua kali nya Aldy pun membuka mulutnya dengan perlahan.


Kalau kalian berdua kemari lalu Dita dengan siapa dia dirumah?"Tanya Aldy di sela mengunyah.


Dita aku titip Bibi dulu kebetulan dia sudah tidur makanya aku berani temani Kakek kemari".Jawab Nanas sambil menatap ke Aldy yang membuat mata mereka berdua pun saling mengunci.


Uhuk..Uhuk..


Aldy pun sengaja pura pura tersedak agar bisa mengalihkan pandangan nya yang membuatnya canggung.


Ini minum dulu.."Ucap pak Martin sambil menyodorkan gelas berisi air putih.


Terima kasih Kek.."Jawab Aldy yang kemudian meminumnya.


Astaga kamu kenapa Mas?"Tanya Marsya yang baru saja tiba.


Aku tidak papa.."Jawab Aldy sambil membelai wajah istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2