Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 59


__ADS_3

Aldy pun segera mengejar Marsya ke parkiran dia pun segera meraih tangan Marsya agar segera berhenti.


Sya...tunggu beri aku kesempatan untuk mengenal kamu lebih jauh Karena dari awal aku sudah mencintai kamu"Ucap Aldy.


Marsya pun langsung tersentak kaget saat mendengar perkataan Aldy.


Plak...Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Aldy.


Aku kira kamu lebih baik dari Wildan tapi ternyata semua cowok sama serakahnya ya?aku kecewa sama kamu dy..tolong jangan pernah temui aku lagi."Ucap Marsya sambil berlalu pergi.


Marsya tunggu...kamu salah paham"Teriak Aldy sambil berlari mengejarnya namun Marsya keburu menaiki taksinya dan pergi.


apa maksud kamu mengungkapkan perasaan kamu ke aku dy,padahal sekarang itu kamu sudah bertunangan dengan Nanas meskipun aku sekarang memang sudah nyaman sama kamu"batin Marsya sambil terisak didalam Taksi.


Hujan pun turun seketika seperti menggambarkan perasaan hati Aldy yang rapuh karena ditolak Marsya di kala itu .


Apa mungkin aku kurang tepat mengungkapkan perasaan aku sama kamu malam ini karena mungkin kamu berpikir aku ingin menduakan kamu dengan Nanas sama seperti Wildan


Tapi asal kamu tau Sya..kamu itu Wanita satu satunya yang aku Cintai sampai detik ini meskipun aku sudah bertunangan dengan Nanas tapi hati ini tetap untuk kamu"Batin Aldy sambil pergi menyelusuri jalan pinggiran kota.


Marsya pun segera menuju Apartement nya dan segera masuk ke kamarnya dengan perasaan hancur.


Apa maksud omongan kamu tadi dy?apa memang kamu juga ingin menduakan aku juga sama seperti Wildan yang udah dia lakuin sama aku."Ucap Marsya berbicara sendiri.


Beberapa hari Kemudian.

__ADS_1


Marsya pun kini sudah mulai bisa berkomunikasi dengan pak Rey papanya meski pun hanya lewat Email.


Sementara Aldy kini belum berani menemui Marsya kembali dia memilih untuk berdiam diri di Apartement nya meskipun jarak kamar mereka kini cukup berdekatan.


Deringan bunyi di handphone nya membuyarkan Lamunan Aldy seketika dia pun segera mengangkatnya.


Hallo Kek...apa kabar?"Tanya Aldy setelah mengangkat telepon dari Kakeknya.


Kakek baik-baik saja..Tapi ada denganmu saat ini?Kakek rasa kamu ada yang disembunyiin dari Kakek?Ada masalah apa kamu dy sampai pergi sejauh itu?"Tanya pak Martin sedikit ketus karena sudah mengetahui kebohongan Aldy.


Aldy gak punya masalah apa-apa kok Kek...hanya saja Aldy perlu Refreshing untuk saat ini"jawab Aldy singkat.


Apa kamu sedang menghindari Nanas?ada masalah apa lagi kamu sama dia?ingat kalian itu sebentar lagi akan segera menikah"Ucap pak Martin.


iya...Karena itu Aldy rasa Aldy belum siap untuk menikahi Nanas Kek,karena sampai saat ini Aldy belum mencintai dia sedikit pun"jawab Aldy memberanikan diri untuk mengutarakan semuanya.


Kenapa kakek tidak menggubris omongan aku barusan?apa dia...Sudahlah"batin Aldy sambil berlalu keluar kamarnya.


Saat Aldy keluar dari kamar Apartement nya dia pun tidak sengaja berpapasan dengan Marsya di depan Lifh.


Aldy yang sudah memberikan kesempatan Marsya untuk menenangkan pikirannya untuk beberapa hari ini tapi sekarang dia tidak akan melepaskannya lagi.


Marsya..tunggu"Ucap Aldy sambil meraih tangannya ketika dia hendak menghindarinya.


mau apalagi dy...apa kamu belum puas unt.."Ucap Marsya sambil terhenti ketika Aldy langsung memeluknya.

__ADS_1


Tolong...biarkan aku menjelaskan semuanya,Karena hati ini sudah tak tahan lagi untuk dibohongi",Ucap Aldy.


Dengan Refleks Marsya pun membiarkan Aldy memeluk tubuhnya saat ini dengan tanpa ada satu kata apapun yang keluar dari mulutnya.


Karena Marsya kini sudah merasa nyaman saat berada di dekat Aldy dan entah kapan rasa itu mulai muncul dihati Marsya.


Sekarang kamu maukan ikut sama aku dan aku akan menjelaskan semuanya agar kamu tak salah paham lagi sama aku.."Ucap Aldy sambil menggandeng tangan Marsya.


hati Marsya pun kini dibuat luluh oleh perkataan Aldy karena Marsya juga merasa bersalah atas sikapnya pada Aldy yang kemarin.


Marsya pun menganggukan kepalanya dan akhirnya mereka berdua menuju sebuah Caffe


dekat Apartement mereka untuk ngobrol sekalian sarapan.


Sya..kamu mau makan apa?"tanya Aldy setelah mereka duduk dimeja Caffe.


Samain aja bareng kamu"ucap Marsya singkat.


ya udah kalau begitu.. I ORDERED CHEESE SANDWICHES AND TWO COFFE MILK"Ucap Aldy ke Waitres Caffe dengan berbahasa Asing.


Setelah memesan makanannya Aldy pun segera menjelaskan Awal perasaanya pada Marsya waktu itu.


Marsya pun mendengarkannya dengan sangat serius dan tak berani memotong obrolan Aldy.


Setelah beberapa menit Aldy menceritakan inti dari Perasaanya padanya Akhirnya Marsya pun sedikit mengerti maksud obrolan Aldy waktu itu.

__ADS_1


ENJOY YOUR MEAL..."Ucap pelayan Caffe setelah menghidangkan pesanan mereka berdua.


Thanks.."Ucap mereka berbarengan yang membuat mereka berdua gugup seketika.


__ADS_2