Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 93


__ADS_3

Astaga aku sampai lupa ngabarin Marsya"batin Aldy setelah dia memutuskan untuk segera pulang dari rumah sakit.


Sesampai di rumah kediaman pak Martin Aldy pun masih bersikap biasa seolah dia tidak melakukan kesalahan yang sama.


Aldy mana Marsya?"Tanya pak Martin.


bukannya aku yang seharusnya bertanya pada kakek"Jawab Aldy heran.


berati benar tadi siang kamu tidak jadi menemani Marsya cek kandungan kan?"Tanya pak Martin memastikan.


memang benar aku tidak jadi menemaninya karena aku harus ke rumah sakit suster bilang kalau Nanas kembali histeris"jawab Aldy datar.


Pantas saja Marsya tidak sampai pulang hari ini mungkin dia kembali kecewa atas sikap kamu yang tak pernah lagi memperhatikannya"Ucap pak Martin kecewa sambil berlalu pergi.


Aldy hanya bisa menghela nafasnya secara kasar sambil membaringkan tubuhnya di kasur.


dia pun berniat untuk menghubungi Marsya namun Marsya pun tak kunjung menjawab nya.


Apa dia semarah itu?sampai dia tidak ingin menjawab panggilan ku?"batin Aldy kesal.


Karena kelelahan Aldy akhirnya tertidur pulas sampai ponselnya berbunyi pun dia tidak menyadarinya.


Ke esokanharinya Marsya pun sadarkan diri yang membuat pak Rey segera menemuinya.


papa...**Ucap Marsya saat pak Rey memasuki ruang UGD.


Sayang kamu yang sabar ya...**ucap pak pak Rey.

__ADS_1


maksud papa?apa yang terjadi pa?**tanya Marsya tak mengerti.


Janin kamu tidak bisa di selamatkan sayang**jawab pak Rey dengan hati hati.


Apa?tidak mungkin pa itu tidak benarkan?"Ucap Marsya histeris.


Pak Rey pun hanya menggelengkan kepalanya sambil merangkul tubuh Marsya.


Setelah pak Rey mengabari pak Martin tentang keadaan Marsya saat ini akhirnya pak Martin dan Aldy pun segera bergegas ke rumah sakit meski masih terlalu pagi.


Marsya..."Ucap Aldy saat memasuki ruangan.


ada apa sampai kamu harus kesini?"jawab Marsya sambil mengalihkan pandangan nya.


Maksud kamu apa?aku ini suami kamu"Ucap Aldy ketus.


Sudahlah aku tak ingin berdebat denganmu"Ucap Marsya yang terus mengalihkan pandangan dari suami nya itu.


Kenapa kamu tak langsung pulang ke rumah kemarin?bahkan sampai kamu bisa jadi seperti ini sekarang"ucap Aldy dengan nada sedikit marah.


Kamu ingin tahu alasan nya?karena aku sudah tidak berarti lagi di kehidupanmu"jawab Marsya sambil menatap lekat bola mata Aldy.


apa karena aku ingkar janji lagi untuk menemani kamu chek kandungan?oke aku minta maaf soal itu memang aku yang salah


tapi asal kamu tahu jangan kamu jadikan alasan kalau kamu tidak bisa menjaga calon anak kita sampai dia bisa seperti ini"Ucap Aldy datar.


Apa?jadi maksud kamu aku yang menginginkan dia pergi seperti ini?kamu tega sekali bisa berucap seperti itu"Jawab Marsya yang kembali terisak.

__ADS_1


Kenapa kamu sampai meninggalkan rumah tanpa pamit dan juga kabar kepada Suami kamu sendiri?"Tanya Aldy.


jadi kamu sekarang menyalahkan aku atas kepergian calon anak kita karena aku pergi ke rumah papa?


lalu apa aku tiba bisa menyalahkan kamu juga yang kadang tidak bisa pulang demi orang lain?"Jawab Marsya yang masih terisak dengan suara bergetar.


Cukup Marsya kenapa kamu malah memperkeruh masalah dan membawa nama orang lain dalam permasalahan ini?aku gak nyangka kalau kamu bisa egois seperti ini"Ucap Aldy Marah yang langsung meninggalkan Marsya.


Karena tak bisa menyembunyikan sakit hatinya lagi Marsya pun teriak histeris ketika melihat kepergian Aldy dalam pandangan nya.


Kamu jahat...aku kecewa sama kamu"Teriak Marsya sambil terisak.


Aldy pun hanya sedikit menoleh di ambang pintu tanpa berniat untuk menenangkan nya.


Plak.. Satu tamparan keras mendarat di wajahnya.


Kakek.."Ucap Aldy sambil meringis.


Tega sekali kamu menjadi seorang lelaki yang tidak bisa bertanggung jawab atas seorang istri


Kakek tidak menyangka kalau kamu akan bersifat sama dengan Om kamu sendiri"Ucap Pak Martin yang kemudian meninggalkan Aldy sendiri.


Marsya pun kini sedikit lebih tenang saat pak Rey merangkul tubuhnya dengan kasih sayang yang tulus dari seorang ayah.


Kamu yang sabar ya sayang papa yakin kamu wanita yang kuat dan hebat..."Ucap pak Rey sambil mengusap air mata putrinya.


Kalau aku tahu dari awal akan seperti ini mungkin aku akan menolaknya untuk tidak menikah dengannya Pa.."Ucap Marsya di sela tangisannya.

__ADS_1


Kamu jangan bicara seperti itu sayang...Papa yakin kalian hanya sedang mengeluarkan ego kalian masing masing"Jawab pak Rey yang masih mendekap tubuh putrinya yang kini makin kurus.


Aku gak nyangka dy..kamu bisa bisanya berkata seperti itu padaku yang jelas jelas kini aku yang paling terluka atas kepergian calon buah hati kita berdua"Batin Marsya yang kembali terisak.


__ADS_2