
Karena tak ingin berdebat dengan sang Kakek Aldy pun menuruti ucapan Kakeknya untuk segera pulang.
Dalam perjalanan dia pun tak mengungkapkan kekesalan nya terhadap Kakeknya tapi dia memilih pasrah untuk menerima perjodohan itu.
dalam keheningan tiba tiba dia dikagetkan dengan suara deringan telepon genggamnya dia pun memasang earphone ke telinga nya dan segera menjawabnya.
Hallo..maaf ini siapa ya?"tanya Aldy.
Hallo..ini dengan Marsya putri Reynata dari perusahaan****** maaf mengganggu waktunya sebentar"jawab Marsya.
Marsya batin Aldy seketika jantungnya kembali berdetak cepat.
Hallo...pak Aldy..Hallo apa anda mendengar suara saya"panggil Marsya.
Eh..iya ada perlu apa ya Sha,panggilnya Aldy aja gak usah pake pak kita kan gak lagi ngantor"jawab Aldy.
Baiklah Aldy kata Sekretaris pak Danu vendor dari perusahaan kami memerlukan tanda tangan anda besok
Apa anda ada Waktu besok siang untuk bertemu saya besok di Caffe melati?"tanya Marsya serius.
Pasti..Saya pasti bisa menyempatkan Waktu untuk bertemu kamu"jawab Aldy tanpa berpikir
Maksudnya?"tanya Marsya bingung.
Eh..maksudnya saya akan meluangkan waktu untuk perihal Kontrak kerja sama kita iya..begitu"jawab Aldy gugup karena malu salah ucap.
__ADS_1
Oh..baiklah terimakasih sebelumnya,dan mohon maaf telah mengganggu waktunya."kata Marsya menutup sambungan teleponnya sebelum Aldy membalas ucapannya.
Sesampainya di kediamannya Aldy pun langsung memilih masuk ke kamarnya tanpa menemui kakeknya terlebih dahulu.
Kenapa perasaan ku tiba tiba jadi bahagia ya?setelah Marsya menghubungiku"batin Aldy sambil senyam senyum sendiri.
Aldy..Are you okey?.."tanya pak Martin di ambang pintu kamar Aldy.
ih..Kakek ngagetin aja aku aja"jawab Aldy terkejut.
kamu kenapa senyam senyum gitu sendiri?ada apa?",tanya Kakek Martin.
gak ada papa kok kek,,Aldy mandi dulu ya"jawab Aldy berlalu pergi.
pak Martin juga menuju kamarnya setelah Aldy masuk kamar mandi.
Setelah menikmati Sarapan bersama Kakeknya Aldy pun memilih untuk bersantai ditepian Kolam renang sambil membaca majalah.
tiba tiba Marsya menghubunginya untuk mengingatkan nanti siang mereka akan bertemu masalah pekerjaan.
tapi saat Aldy sedang berbicara dengan Marsya tiba tiba pak Martin pun merampas handphone Aldy dan menggantikan Aldy berbicara.
Maaf ya Nona..untuk hari ini pak Aldy nya tidak bisa di ganggu meski pun masalah vendor pekerjaan
dikarena nanti malam beliau akan melangsungkan pertunangannya nanti saya kirim kan kontak nomor manager perusahaan Wijaya"jawab pak Martin sambil memutuskan sambungan telepon.
__ADS_1
Oh..jadi Aldy akan segera tunangan?beruntung sekali wanita yang dipilih Aldy"batin Marsya melamun.
Kakek apa apaan bilangin ke klien aku seperti itu inikan sifatnya pribadi"kata Aldy kesal.
pak Martin pun tak menggubris omongan Aldy dan memilih meninggalkan Aldy sendiri.
Malam pun tiba pak Martin pun sudah bersiap dan berpenampilan Rapi
sementara Aldy masih bersiap yang dibantu oleh beberapa make over dari salon agar terlihat berpenampilan berbeda.
Aldy pun menghampiri Kakeknya tanpa banyak bicara.
Aldy sudah selesai Kek..ayo"kata Aldy sambil berjalan terlebih dahulu.
Astaga Cucu Kakek semakin terlihat tampan sekali malam ini"goda Kakek Martin mencairkan suasana di keheningan dalam mobil.
Aldy pun tak merespon Kakeknya dan memilih untuk memainkan ponselnya.
Mereka pun tiba di gedung yang sudah di reservasi untuk acara pertunangan Aldy dan Nanas.
para tamu dan undangan pun sudah banyak yang hadir membuat Aldy gugup dan berpikir dengan tekadnya sekarang.
Karena waktunya sudah mepet pak Remon pun segera memberi sedikit sambutan dan ingin acara intinya segera di langsungkan.
Aldy dan Nanas pun kini sudah berada di atas panggung kecil yang telah disediakan dan memulai tukar cincin.
__ADS_1
Aldy pun memasangkan cincin dijari Nanas dengan wajah tanpa ekspresi namun wajah Nanas menunjukan Wajah sumringah dan bahagia.
Acara pertunangan Mereka pun berjalan dengan Lancar yang disambut dengan tepukan meriah dari para tamu undangan.