Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 130


__ADS_3

Sesampainya di restoran Marsya pun terkejut melihat Dafa yang tiba tiba saja menghampirinya dan ternyata pak Rey sendiri yang mengundangnya untuk ikut merayakan ulang tahun putrinya.


Pak Dafa kok bisa ada di sini?"Ucap Marsya bingung.


(Dafa pun hanya tersenyum)


Uncle.."sahut Jason yang langsung memeluk Dafa.


Tentu saja papa yang mengundang nya"Jawab pak Rey dengan tersenyum.


Bunda Ayu pun hanya membalas dengan senyuman yang membuat Marsya bertambah bingung.


Ya sudah nanti papa ceritakan, sekarang ayo kita duduk dulu"ajak pak Rey mereka pun mengikuti langkah pak Rey.


Baiklah jadi papa dengan Dafa ini sudah lama saling mengenal,semenjak dulu kita pernah mengerjakan proyek bareng di singapura.


Akhirnya kita jadi akrab dan kita sudah saling menganggap seperti keluarga,beberapa waktu lalu kita bertemu dan Dafa menceritakan seorang wanita yang di sukai nya...


Om..Sssttt"Ucap Dafa dengan mimik wajah yang sudah memerah.


Pak Rey pun hanya tertawa melihat tingkah Dafa yang kikuk.


Uncle kenapa? Wajahnya kok merah macam kepiting rebus"Ucap polos Jason sambil tertawa.


Jason.."Ucap Marsya sambil menggelengkan kepalanya.


Jason pun menutup mulutnya dan menuruti perintah ibunya.


Papa tidak habis pikir ternyata dunia ini sempit ya?ternyata tipe wanita yang selama ini di cari Dafa ternyata ada di diri putri papa sendiri"Goda pak Rey mencairkan suasana yang semakin canggung untuk mereka berdua.


Sebelumnya aku juga kaget Sya, ternyata Om Rey papa kamu"ucap Dafa basa basi.

__ADS_1


Ya sudah nanti kita bahas lagi,sekarang ayo kita tiup lilin dulu sayang"Ucap Bunda Ayu sambil membawa kue dengan lilin yang sudah menyala.


Happy best'day Mommy...Happy best'day Mommy..."Ucap Jason yang menyanyikan ucapan selamat ulang tahun untuk ibunya dengan iringan tepuk tangan.


Ayo sayang kita tiup lilin bareng"ajak Marsya kepada putranya.


Akhirnya mereka berdua pun meniup lilin bersama.


Makasih sayang selalu menemani di saat Mommy ulang tahun"Ucap Marsya sambil mencium pipi gembul Jason.


Makasih juga Mommy udah jadi mommy terbaik buat aku"jawab Jason sambil merangkul tubuh Marsya yang membuat semuanya terharu.


Pa,Bun.. Makasih banyak karena selama ini kalian selalu mendukung aku apalagi sampai repot-repot ngerayain ulang tahunku seperti ini"ucap Marsya dengan mata yang berkaca-kaca.


Sama-sama sayang...kita akan selalu mendukung apapun keputusanmu"jawab Bunda Ayu sambil merangkul Marsya.


Papa..aku perlu mengucapkan banyak terima kasih, because you are a Father and a hero who always protects me"Ucap Marsya yang berganti memeluk ayah tercinta nya.


Sudahlah sayang ini bukan saatnya untuk bersedih seharusnya ini hari bahagia untuk mu "Ucap pak Rey lagi sambil mengusap sisa air mata di pipi Marsya.


Sekali lagi Happy best'day ya Sya..." ucap Dafa


Marsya pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


(membuat jantung Dafa semakin berdebar melihat senyuman Marsya)


Alunan musik merdu pun mengiringi perayaan ulang tahun Marsya yang membuatnya kagum dan bahagia.


Mereka pun menikmati makan malam bersama sambil menikmati alunan musik yang sengaja di siapkan Dafa untuk Marsya.


Tiba tiba saja alunan musik berganti menjadi Nada untuk berdansa sehingga banyak para Dancer yang berdansa.

__ADS_1


Dafa pun memberanikan dirinya untuk mengajak Marsya berdansa dengan mengulurkan tangan nya.


Akhirnya Marsya pun tidak bisa menolaknya karena tidak tega melihat ajakan Dafa yang sangat tulus kepadanya.


Bunda Ayu dan pak Rey hanya tersenyum bahagia melihat mereka berdua berdansa seolah telah menjadi sepasang kekasih, sementara Jason tengah asyik bermain gelembung bersama para Dancer.


Dafa pun menatap mata dan tersenyum ke arahnya yang membuat Marsya tersipu malu dan menundukkan wajahnya.


Tiba tiba saja Dafa menghentikan Dansa nya yang membuat Marsya berpikir dia marah karena sudah menundukkan kepalanya.


Tapi Dafa malah merogoh saku celana nya sambil membuka kotak cincin berlian dan berlutut di hadapan nya.


Marsya Putri Reynata Will You Marry Me?"ucap Dafa yang membuat Marsya serta pak Rey dan Bunda Ayu terkejut.


Dafa..what do you mean? "tanya Marsya dengan sedikit gugup.


Mungkin ini terlalu cepat buat kamu,tapi aku sudah memantapkan pilihanku yaitu kamu Sya..." jawab Dafa dengan nada sedikit memohon.


Maaf aku tidak bisa menerima nya"ucap Marsya sambil meninggalkan area Restoran.


Marsya kamu mau kemana"teriak pak Rey dan bunda Ayu secara bergantian.


Marsya pun tidak menggubris ucapan mereka berdua karena dia berpikir mereka juga ikut kerjasama dengan Dafa.


Dafa hanya mematung melihat kepergian Marsya,pak Rey segera menghampiri dan membantunya untuk berdiri.


Dafa mungkin Marsya juga perlu waktu untuk menerima lamaran kamu,hanya saja kamu yang terlalu cepat mengungkapkan nya"ucap Pak Rey sambil menepuk bahu Dafa.


Iya aku paham om, mungkin Marsya juga masih belum bisa membuka kembali hati nya lagi untuk orang lain,hanya saja aku yang terlalu semangat untuk merebut hatinya"Jawab Dafa sambil menundukkan kepalanya.


Om yakin kamu pria yang baik,apapun keputusan putri om kamu harus terima ya karena om tidak bisa memaksa nya"ucap pak Rey lagi.

__ADS_1


Dafa pun hanya tersenyum.


__ADS_2