
Setelah kedatangn istrinya Aldy pun kini semakin manja hingga Nanas pun segera pamit untuk pulang.
Kalau begitu kakek pulang dulu ya"Pamit pak Martin kepada mereka berdua.
Al aku juga pulang ya.."Ucap Nanas sambil menahan rasa cemburunya.
iya Terima kasih ya Kek.. kalian hati hati ya"Jawab Aldy.
Pak Martin dan Nanas pun segera pulang karena hari pun semakin sore.
Kamu kenapa?apa yang sebenarnya terjadi?"Tanya Marsya lagi.
Aku tidak apa apa..hanya saja aku merindukan mu"Goda Aldy sambil membelai wajah istrinya.
Aish...kalau kamu tidak apa apa seharusnya kamu tidak sampai di rawat seperti ini Mas"Ucap Marsya sambil mengelus rambut suaminya.
Ketika seorang perawat akan memberikan beberapa dosis obat tiba tiba saja Marsya pun merasa mual
hingga dia segera bergegas menuju kamar mandi rumah sakit karena sudah tidak tahan untuk menahan nya.
Uhek..uhek..
karena mendengar suara istrinya sedang muntah Aldy pun segera bangkit dari tidurnya dan berniat menghampiri istrinya di kamar mandi
Namun perawat itu pun mencegahnya karena Aldy kini sedang memakai alat infus.
Mohon maaf sebaiknya Anda tetap berbaring Tuan agar obatnya segera bereaksi"Ucap seorang perawat itu.
Tapi Sus..saya hanya ingin memastikan kalau istri saya baik baik saja"Jawab Aldy yang masih ngeyel.
Baiklah biar saya yang akan memeriksa istri Tuan"Ucap seorang perawat itu sambil bergegas menghampiri Marsya.
kenapa dengan anda Nyonya?mari ikut saya"ajak seorang perawat itu sambil memapah Marsya keluar ruangan.
Marsya pun hanya menganggukan kepalanya.
Sayang kamu kenapa?"Tanya Aldy khawatir.
namun Marsya pun tak menghiraukan pertanyaan suaminya dan perawat itu yang mewakili jawaban dari istrinya.
__ADS_1
Maaf Tuan istri anda akan saya periksa"Jawab seorang perawat sambil melangkah keluar ruangan.
Marsya pun segera di periksa Dokter namun Dokter tidak menemukan masalah penyakitnya
hingga Dokter pun memberikan sebuah alat Tes kehamilan padanya.
Maksud Dokter?"Tanya Marsya tak mengerti.
Mungkin saja keluhan yang anda rasakan baru saja biasa nya terjadi kehamilan"Jawab Dokter itu sambil keluar ruang pemeriksaan.
silahkan Nyonya gunakan alat itu terlebih dahulu kami tunggu di meja pemeriksaan"Ucap Seorang perawat itu dengan sopan.
Marsya pun masih mematung tak bertindak apapun karena dia masih ragu untuk menggunakan alat tersebut kembali.
Sudah hampir setahun dia kembali melihat benda itu lagi yang membuatnya terbayang beberapa kejadian yang sudah dia lalui
Bahagia,sakit dan juga terpuruk yang membuatnya tak terasa mengeluarkan air mata sambil sedikit terisak.
Apa Tuhan menghadirkan nya lagi untuk ku?"batin Marsya sambil memberanikan diri untuk menggunakan alat tersebut.
Karena tak kunjung kembali Aldy pun meminta seorang perawat untuk mengantarnya ke ruang pemeriksaan istrinya dengan menggunakan kursi roda.
Maaf sus dimana keberadaan istri saya?"Tanya Aldy saat tiba di depan ruang pemeriksaan.
Setelah beberapa menit Marsya pun segera menyerahkan hasil Tes urine nya kepada Dokter yang sudah menunggunya.
Benar dugaan saya Nyonya..Selamat Anda akan segera menjadi seorang ibu"Ucap Dokter sambil mengulurkan tangan dan memberikan selamat.
Deg...Deg..
Marsya pun hanya mematung mendengar kabar bahagia itu yang kemudian tersadar dan menerima uluran tangannya.
Terima kasih Dok.."jawab Marsya dengan air mata yang mulai menetes.
Setelah Dokter memberikan pernyataan itu Marsya pun berniat segera menemui suaminya.
Mas..."Ucap Marsya setelah keluar dari ruangan pemeriksaan.
Marsya pun langsung memeluk tubuh Aldy yamg kemudian sedikit terisak.
__ADS_1
Sayang apa yang terjadi?ayo katakan"Tanya Aldy tak mengerti dengan keadaan Marsya saat ini.
Marsya pun segera melepaskan pelukan nya dan hanya memberikan sebuah kertas tanpa berbicara sedikit pun.
Karena penasaran Aldy segera membuka dan membaca isi surat tersebut yang sudah membuat istrinya meneteskan air mata.
Deg....
betapa terkejutnya dia setelah membaca isi surat tersebut yang menjelaskan kalau istrinya kini telah berbadan dua.
Sayang???"Ucap Aldy yang masih tak percaya.
Marsya pun hanya menganggukan kepalanya yang kemudian memeluk tubuh suaminya itu.
Dia akan hadir kembali..?"Ucap Aldy dengan pipi yang mulai basah.
Keesokan harinya mereka berdua pun memutuskan segera pulang karena Dokter sudah memberikan hasil Scan tubuh Aldy
bahwa hasilnya Aldy baik baik saja keluhan yang selama ini dia rasakan sering terjadi karena efek dari kehamilan istrinya saat ini.
Pagi Kek..."Sapa Aldy yang membuat pak Martin terkejut.
Aldy?kenapa kamu sudah pulang?"Tanya pak Martin tak percaya melihat kondisi Cucunya yang sudah sehat kembali.
untuk apa Aldy berlama-lama di rumah sakit kalau nyatanya aku baik baik saja"Jawab Aldy dengan senyuman yang tidak lepas dari bibirnya.
Ya sudah..aku pamit ke kamar dulu ya Kek Mas.."Pamit Marsya sambil berlalu ke kamarnya.
Kek..Marsya hamil lagi.."Bisik Aldy setelah istrinya itu pergi.
Benarkah?"Ucap pak Martin antusias tak percaya.
Aldy pun segera memberikan surat hasil pemeriksaan istrinya itu.
Astaga..memang benar istrimu hamil dan usia kandungan nya baru 2 minggu"Ucap pak Martin setelah membacanya.
Aldy pun langsung memeluk Kakeknya dan mereka pun tertawa mendengar kabar bahagia itu.
berbeda dengan Nanas yang tidak suka mendengar kabar bahagia itu meskipun mendengarkan nya secara sembunyi.
__ADS_1
Sial kenapa dia hamil lagi"Batin Nanas sambil mengepalkan tangan nya.
Karena mendengar tangisan anaknya yang terbangun dia pun segera mengakhiri menguping pembicaraan mereka berdua.