Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 22


__ADS_3

Selepas pak Remon menikmati makan malam bersama ayahnya dia pun pamit karena setelah Pak Martin memberitahu bahwa Laras yang dia temui adalah anak Ayu mantan istrinya.


Dalam perjalanan dia pun berpikir karena menyesal telah meninggalkan Ayu padahal dalam hatinya dia sangat mencintai Ayu tapi karena egois dia pun menyesali perbuatannya lalu dia berteriak gak jelas sambil mengemudi mobilnya.


Pak Remon pun sampai kerumahnya Siska istrinya pun sudah menunggu kedatanganya.


PIH,kamu itu kemana aja sih dari tadi aku telpon kamu gak nyambung terus"Tanya Siska kesal.


Sepertinya handphone papih lobet deh Mih maaf ya,,papih mandi dulu yah"jawab pak Remon sambil mengecup kening Siska.


malam Mih,,,"kata Nanas baru pulang.


kamu lagi kenapa baru pulang jam segini?keluyuran terus"tanya siska makin kesal.


Maaf mamih sayang tadi dea ngadain Party jadi aku ikutan deh"jawab Nanas.


Seminggu pun berlalu Pak Martin kini berwajah murung sudah dua hari Aldy tidak datang menemuinya bahkan menghubunginya lewat telpon.


lalu tiba tiba ada tamu yang membunyikan bel pintu dengan malas pak Martin pun membukakan pintunya karena pembantunya sedang dibelakang.

__ADS_1


Dan tiba tiba.....


Aldy,Haikal Dito pun datang membuat kejutan kecil untuk pak Martin...


Surprise....kata mereka bertiga serentak...


Astaga...kalian mengagetkan Kakek saja"jawab Pak Martin senang melihat Aldy.


Kamu itu kemana saja dy,"tanya Pak Martin.


Maaf ya kek,Aldy hari ini baru bisa pulang dari rumah sakit karena selama dua Hari Aldy dirawat di rumah sakit"kata Aldy menjelaskan.


Kamu sakit Apa dy?kenapa tidak ada yang memberitahu kakek?"tanya pak Martin.


Berati sekarang kamu sudah mengingat Kakek Aldy?"Kata pak Martin.


Iya,sekarang Aldy sudah mengingat Kakek yang berjanji akan selalu melindungi dan menjaga Aldy waktu kecil dan sekarang giliran aku yang akan menjaga kakek"jawab Aldy sambil memeluk kakeknya.


Pelukan dan perkataan mereka membuat Haikal terharu dan meneteskan Air mata tanpa di sadarinya.

__ADS_1


Mas Haikal kenapa menangis?"tanya Dito memperhatikannya.


Eh apaan siapa yang menangis"jawab Haikal sambil menyeka Air matanya.


Gak papa kal kalau menangis juga gak ada yang larang kok"goda Aldy.


Sini nak Haikal kakek peluk juga kamu


Makasih yah udah jagain Aldy cucunya kakek kamu sekarang pengen apa biar kakek kasih"kata pak Martin memekul Haikal terharu.


Aku tidak ingin apa apa kek,hanya saja Aldy jangan pernah lupain dan tinggalkan Haikal kek karena aku hidup sebatang kara ayah dan ibuku sudah meninggal"jawab Haikal murung.


Tenang saja kakek gak akan melarang Aldy buat selalu berteman sama kamu dan asal kamu tau Haikal akan kakek angkat menjadi kakek juga"jawab Pak Martin Antusias.


Dan untuk kamu Dito saya akan menjadikan kamu orang kepercayaan Aldy untuk memegang perusahaan"kata Pak Martin lagi.


Tapi kek,Aldy tidak paham dengan masalah perusahaan"jawab Aldy.


Nanti kamu akan di ajarkan sama sekertaris Kakek"kata Pak Martin.

__ADS_1


PENASARAN DENGAN ALUR CERITANYA MAKANYA IKUTIN TERUS UP DARI SAYA...


TERIMA KASIH.. DI TUNGGU MASUKANNYA YA!!!!!!!


__ADS_2