
Setelah pak Martin sadar dari koma nya dan karena sudah tak tahan dengan tingkah laku pak Remon padanya Aldy pun kini memberanikan diri bercerita tentang permainan pak Remon.
Pak Martin pun mendengarkan nya dengan seksama hingga kemudian pak Remon meminta Aldy untuk memanggil pengacara keluarganya datang hari ini juga dengan membawakan surat Wasiat.
Bagaimana apa pak Cipto bersedia datang hari ini juga?"Tanya Kakek Martin.
iya Kek pak Cipto bersedia..tapi apa yang akan kakek lakukan pada pak Cipto dengan menyuruhnya membawakan surat Wasiat?"Tanya Aldy bingung.
Nanti kamu juga akan tau sendiri...sekarang tolong kamu hubungi Om Remon suruh datang kesini untuk menemui Kakek dan bilang kakek ingin bertemu"Suruh pak Martin.
Baiklah..Aldy hubungi Om Remon di luar dulu ya kek"pamit Aldy.
Pak Martin pun hanya mengangguk dengan tatapan serius.
Setelah kedatangan pak Cipto dan pak Remon di Rumah sakit pak Martin pun menyuruh pak Cipto sendiri yang menjelaskan semua di hadapan Aldy dan pak Remon.
__ADS_1
Tunggu...apa apaan ini mengapa Papa memberiku hanya 30 % dari semua ke kayaan papa? lalu sisa nya untuk anak ingusan seperti dia?"Ucap pak Remon memotong pembicaraan pak Cipto.
Cukup Remon...kamu menghina keponakan kamu sendiri dia itu masih ada darah daging kamu sendiri"Ucap Pak Martin terpancing emosi.
Udah kek..kakek jangan terbawa emosi ingat kakek kan baru aja sadar dari koma Aldy gak papa kok tentang ucapan om Remon"Ucap Aldy menenangkan.
iya tapi Kakek yang gak terima"jawab pak Martin.
Mohon maaf pak apakah saya bisa melanjutkan nya kembali?"Ucap pak Cipto.
Maafkan saya karena terpancing emosi pak Cipto..silahkan bapak Lanjutkan kembali membacak nya"Ucap pak Cipto.
serta untuk yang 20 persen pak Martin mengibahkan sisa dari semua harta kekayaan nya dengan ikhlas yaitu untuk Larasati putri dari Ayundari mantan istri dari pak Remon adi Wijaya sekian isi surat Wasiat tersebut"Ucap pak Cipto menjelaskan inti dari surat Wasiat yang di tulis pak Martin.
Oh..jadi papa memotong separuh warisan aku untuk anaknya Ayu?kenapa pa dia itu bukan darah daging aku kenapa papa masih pedulikan Ayu,?"Tanya pak Remon emosi tak terima.
__ADS_1
Karena papa masih menganggap bahwa Ayu itu menantu papa bahkan papa menganggapnya seperti anak kandung papa sendiri"Jawab Martin.
Hah..itu alasannya?kenapa papa gak sekalian dinikahi aja dia"Ucap Pak Remon meledek.
Kurang ajar sekali kamu Remon..."Ucap pak Martin yang langsung memegang dadanya karena tiba tiba sesak nafas.
Kakek....kakek harus tenangkan dulu emosi kakek"Ucap Aldy sambil menekan tombol darurat.
Pergi kamu dari sini Remon..."Usir pak Martin pada anaknya yang kurang ajar itu.
Pak Remon pun hanya tersenyum picik sambil berlalu pergi tanpa merasa bersalah atas ucapannya.
Setelah Surat Wasiat itu di bacakan kini pak Remon pun semakin emosi karena mendengar Nanas akan segera melangsungkan pernikahannya dengan Dito
kini semakin hari pak Remon sering meluapkan emosinya kepada Nanas dan bu Siska pun membela Nanas namun pada akhirnya bu Siskalah yang sering tersiksa dengan perilaku suaminya itu yang kini berubah jadi pemarah.
__ADS_1
Berbeda dengan dikeluarga pak Martin yang kini semakin membaik karena pak Martin kini sudah sembuh dari sakitnya dan dia pun sudah merestui hubungan Aldy dengan Marsya
dan dia pun sudah berjanji bahwa dirinya tidak akan lagi mengatur hidup Aldy tapi dia akan selalu mendukung keputusan Aldy sendiri karena dia percaya bahwa Aldy kini sudah menginjak dewasa.