Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 119


__ADS_3

Tak terasa waktu pun cepat berlalu dan kini Marsya telah melahirkan seorang bayi dengan berjenis kelamin laki-laki.


Dia tampan sepertimu"Bisik Marsya sebelum dirinya tak sadarkan diri.


Karena banyak mengeluarkan Darah saat melahirkan membuat Marsya langsung tak sadarkan diri.


Aldy pun sangat khawatir melihat istrinya kini terbaring lemah di Ruang ICU dengan beberapa alat terpasang di tubuhnya.


Aldy..."Ucap Bunda sambil menepuk pelan pundaknya.


Iya Bun.."Jawab Aldy sambil mengalihkan pandangan ke arah Bunda Ayu.


Bunda mengerti akan perasaanmu saat ini Tapi kamu juga harus mengerti kalau saat ini ada buah hati kalian yang juga membutuhkan kasih sayang darimu"Ucap Bunda Ayu yang membuat Aldy segera bergegas menuju ruangan anaknya.


Setelah di ambang pintu dia pun termenung melihat Anaknya sedang dalam gendongan Ayah mertuanya.


Cup..cup sayang"Ucap pak Rey sambil menimang cucunya yang tak kunjung diam karena rewel.


Pa sini biar aku yang menggendong nya"Pinta Aldy sambil mendekati anaknya.


Baby boy pun terdiam setelah dia berada di dalam pelukan Ayahnya.


Sayang doain Momy ya agar kita bisa segera bersama"Ucap Aldy pelan sambil mengelus lembut wajah anaknya itu.


dy apa kamu sudah menyiapkan Nama untuknya?"Tanya pak Rey.


Aku dan Marsya sudah menyiapkan nya Pa..dia aku berinama Alexander jason Wijaya"Ucap Aldy dengan bangga.


Nama yang indah sangat cocok dengan parasnya yang tampan"Puji pak Rey sambil mengelus lembut wajah cucunya.


Seminggu kemudian....


Baby Jason sudah bisa di bawa pulang ke rumah dan di sambut bahagia oleh pak Martin beserta keluarga dari pak Rey

__ADS_1


Namun Marsya sudah seminggu belum sadarkan diri tapi Aldy tidak berkecil hati untuk memperjuangkan kesembuhan istrinya


dengan meminta bantuan para dokter spesialis dari luar negeri untuk menangani istrinya yang kini masih terbaring lemah di rumah sakit.


Pak Martin pun mengadakan pesta cukup megah di rumahnya untuk memperkenalkan Cicit penerus keluarga Wijaya


para kolega dan beserta investor dari perusahaan Wijaya tampak hadir untuk memberi selamat kepada keluarga Wijaya secara langsung.


Aldy apa kamu tidak berniat untuk memberi sedikit sambutan untuk para tamu undangan?"Bisik pak Martin.


Aldy tak menjawab ucapan dari kakeknya dia pun memilih untuk bangkit dan segera menuju ke arah panggung.


Hadirin Yang Saya Hormati Saya mengucapkan banyak Terima Kasih atas Kehadiran dan Ucapan yang menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kami Untuk Para Tuan dan Nyonya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.."Ucap Aldy sambil menahan air matanya yang jatuh


Dengan menguatkan diri dia pun menceritakan semua yang terjadi kepada istrinya saat ini.


Para tamu undangan pun ikut tersentuh setelah Aldy memberikan sedikit sambutan dan sedikit berbagi curahan hatinya.


Kamu yang kuat ya Al.."Ucap pak Rey mertuanya sambil menepuk lengan menantunya.


dengan berat hati Bunda Ayu pun meninggalkan Baby Jason karena sejak lahir dialah yang menggantikan Marsya untuk mengurus cucunya itu.


Bunda Oma pulang ya sayang kamu baik baik di sini..."Ucapnya pelan sambil mengelus lembut wajah Baby Jason yang sudah tertidur di pangkuan Ayahnya.


Terima kasih banyak Atas semua yang Bunda berikan kepada Jason Semoga kebaikan Bunda di balas oleh yang maha kuasa"Ucap Aldy sambil menyalami Mertuanya.


Pak Rey dan Bunda Ayu serta Laras pun segera bergegas pergi meninggalkan tempat kediaman keluarga Wijaya.


Baru saja hendak masuk ke rumah tiba tiba saja Pak Martin melihat ke arah mobil yang baru saja terparkir di halaman rumahnya.


Kemana saja kalian dari tadi"Ucap sinis pak Martin ketika melihat Pak Remon serta Nanas yang baru saja muncul.


Namun pak Remon pun tak menggubris ucapan sinis dari Ayahnya dan dia malah mengikuti langkah kaki Ayahnya itu masuk ke rumah.

__ADS_1


Mana bayi emas itu"Celetuk Pak Remon saat Aldy menuruni anak tangga.


Maksud Anda Anak saya?dia bernama Jason"Jawab Aldy tegas.


Aku tidak peduli dengan nama nya yang jelas kedatangan ku kesini aku ingin meminta bagianku sekarang Pa.."Ucap pak Remon setelah mereka duduk di ruang tamu.


Kenapa kamu tiba tiba menginginkan nya sekarang?"Tanya pak Martin terkejut.


Karena aku takut dengan kelahiran anak itu bisa mengurungkan niat papa untuk menyerahkan semua bagian hartaku kepada nya"Jawab Pak Remon santai.


Sudahlah Kek berikan saja bagian nya sekarang karena aku tidak ingin membuat Anak yang belum mengerti apapun sudah menjadi bomerang untuk orang lain"Ucap Aldy yang kemudian melangkah menuju kamarnya.


Al tunggu.."Ucap Nanas sambil mengikuti langkah Aldy ke lantai atas.


Al..apa aku boleh bertemu dengan Jason?"Tanya Nanas saat Aldy berada di ambang pintu kamarnya.


Aldy pun hanya menatap wajah Nanas datar tana mengucapkan sepatah kata pun.


Hingga Nanas meminta maaf terlebih dahulu atas ucapan Ayahnya baru saja.


Nanas di ijinkan nya masuk ke kamarnya karena ingin bertemu dengan Anaknya.


Hai Jason..kamu tampan sekali"puji Nanas saat pertama kali dia melihatnya.


Jason yang sedang terlelap pun tiba tiba saja terbangun karena Nanas terus saja menyentuh wajahnya.


Oeek...Oeek..Oeek..


Jason pun menangis dan Aldy segera membawa kedalam pelukan nya.


Cup..Cup..Cup..


sudah ayo tidur lagi"Ucap Aldy pelan sambil mengelus lembut punggung anaknya.

__ADS_1


Kalau begitu aku pamit dulu ya Al nanti lain waktu aku akan membawa Dita sekalian"Ucap Nanas Aldy pun hanya menganggukan kepalanya.


__ADS_2