
Proses pemakaman Dito pun selesai dengan cepat meskipun Nanas tidak sempat melihat jasad suaminya untuk terakhir kalinya.
Marsya pun ikut mengikuti proses pemakaman Dito meskipun hanya di dalam mobil.
dy ayo kita pulang"ajak pak Martin.
Kakek duluan aja..Kal temenin gue di sini sebentar lagi ya.."Jawab Aldy.
Haikal pun hanya menganggukan kepalanya.
ya sudah kalau begitu Kami duluan ya"Ucap pak Martin yang di ikuti oleh Bunda Ayu dan Laras.
Aldy pun hanya menganggukan kepalanya.
Papa tau apa yang kamu rasakan saat ini dy Papa juga gak nyangka Dito bisa pergi secepat itu tapi kamu juga harus memperhatikan kesehatan kamu juga"Ucap pak Rey sambil memegang bahu Aldy.
iya Pa..oh iya aku boleh minta tolong sama papa buat ajak Marsya pulang sekalian bareng papa karena aku dan Haikal ingin di sini dulu"pinta Aldy.
Baiklah kalau begitu Papa duluan ya..,"Ucap pak Rey yang kemudian pergi menuju mobil dimana Marsya sedang menunggu.
Papa mana Aldy?"Tanya Marsya.
Aldy masih berduka dan mereka berdua masih ingin di sini dulu kalau begitu ayo Papa antar pulang"ajak Pak Rey.
Tapi Pa kita gak nungguin mereka dulu"Jawab Marsya.
__ADS_1
Sudahlah biarkan saja"Ucap pak Rey.
Marsya pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah papa nya.
Kamu mau ke rumah papa dulu apa langsung pulang ke rumah pak Martin Sya"Tanya pak Rey saat dalam perjalanan.
Aku langsung pulang ke rumah Kakek aja Pa"Jawab Marsya.
Malam pun tiba dan Marsya masih belum bisa memejamkan matanya karena sedang menunggu kedatangan suami nya.
hingga Aldy pun datang menghampirinya dan berniat menceritakan tentang kondisi Nanas dan Amanat terakhir Dito pada dirinya.
Sayang..."Ucap Marsya saat melihat Aldy muncul di hadapannya.
Kamu belum tidur?"Tanya Aldy sambil mengelus puncak kepala istirnya.
Maafin aku ya..."Ucap Aldy.
iya gak papa aku ngerti kok itu juga demi Nafkahi aku dan masa depan anak kita nanti"Ucap Marsya sambil tersenyum manis.
Bukan.."Ucap Aldy menggantung yang membuat Marsya menatap ke arah matanya
Hingga Aldy melanjutkan obrolannya.
"Maafin aku karena aku selama ini udah bohongin kamu Sya..aku selalu sibuk dan ninggalin kamu dengan alasan pekerjaan
__ADS_1
tapi aku selama ini pulang pergi ke rumah sakit untuk melihat perkembangan Bayi Nanas dan juga kondisi ibunya sekalian.
Kenapa kamu gak bilang sejak awal?"Ucap Marsya sedikit terkejut mendengar perkataan suami nya.
Aldy pun bersimpuh di hadapan Marsya agar istrinya bisa memberi Maaf dan mencoba menceritakan semuanya dari awal.
Setelah mendengar semua penjelasan dari Aldg Marsya pun terdiam sejenak hingga kemudian dia berbicara.
Aku maafin kamu kok..aku juga gak papa malahan aku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Nanas sekarang"Ucap Marsya dengan mata yang berkaca kaca karena masih merasa sedikit kecewa.
iya maafin aku ya sayang aku janji gak bakalan bohongin kamu lagi"Ucap Aldy lagi sambil memeluknya.
Beberapa hari kemudian setelah Marsya mengetahui semuanya kini Aldy pun selalu pamit untuk pergi ke rumah sakit sebelum dirinya pergi ke kantor.
Marsya pun selalu mengizinkannya dan dia kini tak pernah lagi meminta Aldy untuk cuti dari pekerjaannya hanya sekedar untuk menemaninya
karena dia sadar bahwa suaminya kini mempunyai tanggung jawab pada orang lain yaitu untuk menjalankan amanat dari temannya.
Hallo Dita apa kabar cantik"sapa Aldy ketika menemui Dita anak dari Nanas sambil menggendongnya.
Maaf pak Aldy Nyonya Nanas kini sudah sadar dan beliau histeris saat kami memberitahu kalau suaminya tidak selamat"Ucap perawat.
Astaga ya sudah Sus..saya titip Dita dulu"Ucap Aldy sambil menyerahkan Dita ke perawat bayi.
Aldy pun segera menghampiri Nanas di ruang rawatnya namun Nanas sudah kembali tertidur.
__ADS_1
Bagaimana keadaan nya dok?"Tanya Aldy.
Kami terpaksa memberinya obat penenang karena pasien mengalami depresi maka dari itu tolong beri dia semangat baru dari orang terdekatnya"Jawab Dokter yang kemudian pergi.