Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 111


__ADS_3

Hari ini kamu tidak pergi ke kantor Mas?"Tanya Marsya saat Aldy hanya menggunakan kaos.


Jadwal hari ini kebetulan tidak padat maka aku ambil cuti libur saja satu hari"jawab Aldy sambil membaringkan tubuhnya di sofa.


Ya sudah kalau begitu nanti siang aku ijin pergi ke Mall untuk menemui pak di rektur"Ucap Marsya sambil merapihkan rambutnya di cermin.


Apa sebaiknya kamu berhenti dari pekerjaan mu saja"Ucap Aldy tiba tiba.


Marsya hanya mengabaikan ucapan suaminya dan memilih untuk keluar kamar.


Hallo Dita...ayo sayang ikut Aunty"sapa Marsya saat melihat Dita sedang bermain.


Ti..Ti.."Ucap Dita yang kini sedang belajar berbicara.


maaf Sya Dita mau aku tidurin dulu soalnya dia belum tidur"Ucap Nanas tiba tiba.


Namun Dita masih berharap kalau Marsya akan menggendongnya.


Oke sorry..kamu tidur aja dulu ya sayang dadah"Jawab Marsya sambil berlalu pergi.


Nanas pun tak menghiraukan jawaban nya Marsya di segera membawa Dita masuk ke kamar


meski Dita yang sedang diam kini malah rewel di buatnya sendiri.


Apa sebaiknya aku segera keluar dari rumah ini"Ucap nya pelan yang kemudian menenangkan anaknya.


Kenapa Dita kok tumben rewel?"Tanya Pak Martin saat melihat Marsya turun dari tangga.


Katanya mau di ajakin tidur Kek sama Nanas"Jawab Marsya sambil menghampiri Kakek di ruang tamu.


Bukan nya Dita baru saja bangun"Ucap pak Martin.


Marsya pun hanya menggelengkan kepalanya.


Mendengar Dita yang terus saja menangis membuat Aldy berniat menghampirinya.


Sayang kenapa kok rewel?"Ucap Aldy sambil membawanya dari pangkuan ibunya.


Tadi aku cuman ngajakin dia tidur tapi sepertinya


dia belum ngantuk"Jawab Nanas.


Sesaat tangisan Dita pun reda saat berada dalam gendongan Aldy.


Cup..cup sayang kamu bilang dong sama Mama kamu kalau kamu tidak mau tidur"Ucap Aldy sambil menirukan suara anak kecil.


Dita pun hanya tertawa mendengar ucapan nya Aldy.


Ah..kamu malah ngajarin yang gak bener nanti dia gak nurut dong sama aku"jawab Nanas sambil mengusap lembut punggung anaknya.


Ya udah mending kamu yang istirahat biar Dita aku yang jagain"Ucap Aldy.


Beneran Tidak papa?apa kamu tidak berangkat ke kantor hari ini?"Tanya Nanas.

__ADS_1


Tidak aku sedang mengambil cuti saja untuk hari ini"Jawab Aldy sambil melangkah keluar.


oh begitu..Thanks ya Al."Ucap Nanas sebelum Aldy melangkah keluar kamar.


Eh sayang Cucu opa...sini main bareng sama Opa"sapa pak Martin saat melihat Dita di gendong Aldy.


Kamu kenapa sayang?kok tumben rewel?"Tanya Marsya saat Aldy menghampiri mereka berdua.


Mungkin dia belum ngantuk tapi Mama nya memaksa dia buat tidur siang"Jawab Aldy.


Sini sama Aunty sayang..."Ucap Marsya sambil merebut Dita dari pangkuan suaminya.


Dita pun sudah tak rewel lagi dan dia kini semakin Anteng di asuh oleh Marsya dan Aldy dengan penuh rasa kasih sayang.


Karena kelelahan bermain Dita akhirnya tertidur di pangkuan Aldy.


Akhirnya dia tidur juga"bisik Marsya sambil mengelus pipi cuby nya.


Ya sudah aku tidurin Dita dulu ya"Ucap Aldy pelan.


Marsya hanya mengangguk sembari memakan potongan buah.


Tok..tok..


Sebelum memasuki kamar Nanas Aldy mengetuk pintunya terlebih dahulu.


Dia tidur juga Al.."Ucap Nanas sembari membuka kan pintu kamarnya.


iya mungkin dia kecapean kali",Ucap Aldy sambil menuju ranjang mungil Baby Dita.


Iya Nas..sama-sama itu sudah menjadi kewajiban ku untuk menjaga dan melindungi kalian"Jawab Aldy sambil menepuk pelan punggung Nanas.


Kalau begitu aku keluar ya.."Ucap Aldy lagi sambil melangkah keluar kamar Nanas.


Nanas pun semakin terpesona akan sikap perhatian dan kedewasaan Aldy sebagai pria yang bisa bertanggung jawab.


Mungkin aku harus bisa bersabar lagi untuk tetap tinggal di sini"Ucapnya pelan.


Ting..tong..


Bunyi bell di depan rumah pak Martin.


Biar bibi aja Non yang buka"Ucap Bibi Asisten rumah tangga.


Iya Bi.."jawab Marsya yang kembali duduk.


Selamat siang Nona Marsya"Sapa salah satu pemilik butik.


iya selamat siang ada perlu apa ya?"Tanya Marsya bingung.


Sayang...aku sengaja mengundangnya kesini agar kamu bisa memilih model baju untuk acara Anniversary pernikahan kita yang ke satu"Jawab Aldy tiba tiba.


Maksud kamu?"Tanya Marsya yang masih belum mengerti.

__ADS_1


Maaf sebelumnya aku belum memberitahu ini besok lusa Reynata Ficture akan berulang Tahun dan aku sama Papa sudah sepakat


untuk merayakan Anniversary pernikahan kita agar semua Vendor perusahaan Pt Wijaya dan para Klien papa Rey juga sekalian menghadiri"Jawab Aldy sambil mendekati istrinya.


Kenapa kamu tidak meminta pendapatku dulu sebelum memutuskan sesuatu"Ucap Marsya sedikit ketus.


Maaf sayang..tadi nya aku ingin memberikan sedikit kejutan"Jawab Aldy sambil mendekat wajah istrinya.


Karena merasa kecewa dia pun tidak menghiraukan penjelasan suaminya dan dia memilih untuk segera pergi ke kamarnya.


Sayang..kamu mau pergi kemana? ini kamu pilih baju dulu",Ucap Aldy setengah teriak.


Maaf ya Sis..mungkin bawaan orang hamil seperti itu"Ucap Aldy meminta maaf.


iya tidak apa Tuan..kalau begitu Nanti sore saya datang kembali lagi"Pamit salah satu pemilik butik.


Aldy pun segera menemui Marsya ke kamar dan membujuk nya.


Sayang tolonglah maafkan aku..."Ucap Aldy sambil memohon mohon.


Aku pergi dulu.."Jawab Marsya setelah berganti pakaian dengan setelan rapihnya.


Marsya..aku ini kamu anggap apa?masalah sepele seperti ini saja kamu langsung main pergi aja?


aku sadar aku yang membuat kesalahan tapi tolonglah jangan jadikan masalah sepele menjadi besar"Ucap Aldy marah.


Maksud kamu apaan sih?"Tanya Marsya tak mengerti namun Aldy pun segera bergegas meninggalkan kamarnya.


Tiba tiba saja ponsel Marsya pun berdering ternyata Managernya yang menghubunginya.


Hallo..iya pak saya segera On The Way.."Ucap Marsya.


Untuk masalah Aldy biar nanti saja aku selesaikan"Batin nya dalam hati kemudian segera bergegas menuju lokasi pertemuan.


Tanpa Marsya sadari Aldy pun melihat kepergian nya di atas balkon dengan tangan yang mengepal.


Al..kamu sedang apa?"Tanya Nanas tiba tiba sambil mendekatinya.


Karena sedang menahan amarahnya dia tak menghiraukan ucapan Nanas.


Istri kamu mau pergi kemana?"Ucapnya Lagi.


Entahlah..aku lelah menghadapi tingkahnya yang terus saja seperti itu"Jawab Aldy yang akhirnya mengungkapkan isi hatinya.


Setelah bercerita panjang lebar atas permasalahan nya dengan Marsya kali ini


yang membuat Nanas merasa senang mendengarnya karena dia semakin yakin bisa masuk kehidupan Aldy.


Sudahlah tahan amarahmu mungkin efek orang hamil beda-beda tapi aku rasa dulu tidak seperti itu


malahan aku menjadi lebih sayang terhadap suamiku..kamu ingatkan saking tidak ingin di pisahkan dari Dito


aku sampai rela meninggalkan rumah dan tinggal di kontrakan nya yang kecil"Jawab Nanas sambil mengusap pelan tangan Aldy.

__ADS_1


Hingga Aldy merasa iba dengan ceritanya.


__ADS_2