
Beberapa hari kemudian...
Jason kini tinggal bersama Aldy, sementara Marsya memilih tinggal di hotel karena hubungan mereka kini bukan suami istri lagi.
Setelah Marsya menjenguk pak Martin kala itu beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya dan pergi dengan damai, begitu pun dengan pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian nya.
Daddy.. hari ini mommy jemput aku gak ya? "rengek Jason dikala menikmati sarapan.
Mommy pasti menepati janjinya, Ayo habiskan dulu makanan nya" jawab Aldy.
Good morning Jason.. "sapa Marsya yang tiba tiba muncul.
Mommy...aku merindukan mu.." teriak Jason sambil merangkul tubuh Marsya.
Baru juga beberapa hari"goda Aldy pada pangeran kecilnya itu.
Kenapa sih mommy dan Daddy harus pisah rumah"tanya Jason membuat Aldy terkejut.
Sayang mungkin kamu harus tahu kalau mommy dan Daddy tidak bisa lagi bersama, tapi kita akan menjaga dan merawat mu bersama"Jawab Marsya sambil duduk di samping Jason.
Dan kamu akan menjadi pangeran tertampan di hidup Daddy"tambah Aldy.
Jason pun hanya mematung seolah sedang mencerna perkataan kedua orang tua nya.
Marsya apa tidak ada kesempatan untuk aku memulai nya lagi kembali bersama mu? "Tanya Aldy tiba tiba.
Maafkan aku Al aku tidak bisa..Karena sebenarnya aku sudah mempunyai calon pendamping hidup di Belanda" Jawab Marsya singkat.
Betapa remuknya hati Aldy kala Marsya tidak memberikan nya ruang lagi untuk dirinya,namun dia tetap mengalah demi kebahagiaan wanita yang sangat dia cintai.
Oke... Semoga kamu bahagia dan semoga di bisa membahagiakan Jason"Ucap Aldy sambil mengusap kepala putranya.
__ADS_1
Marsya pun hanya menganggukkan kepalanya.
Flash back...
Setelah pemakaman pak Martin selesai Aldy meminta izin kepada Marsya untuk membawa Jason tinggal beberapa hari di rumahnya, Marsya pun mengizinkan nya supaya dia tidak merasa kesepian atas kepergian Kakeknya.
Aldy pun langsung berlalu pergi meninggalkan pemakaman setelah mendapatkan izin dari Marsya, saat Marsya hendak pergi tiba tiba saja dia di tarik oleh seseorang dan membawa nya kedalam mobil.
Marsya pun berteriak histeris dan tiba tiba saja pak Remon menunjukan wajahnya dan membuat Marsya terdiam.
Pak Remon.. "Ucap Marsya.
Apa kabar wanita j*****?.. " tanya pak Remon sambil menatap tajam wajah Marsya.
Apa maksud anda membawa saja pergi seperti ini, kalau anda berani macam-macam saya tidak segan untuk berteriak meminta tolong" ancam Marsya sambil mencoba membuka pintu mobil.
Aku tidak akan berbuat apa-apa asalkan kamu berkata jujur atas pertanyaan ku"jawab pak Remon yang kini mengalihkan pandangan nya.
Apa tujuan mu kembali ke indonesia untuk masuk kembali ke keluarga Wijaya?ataukah ini semua rencana kalian sengaja membuat Ayah saya pergi agar kalian bisa bersatu dan menikmati harta kekayaan keluarga Wijaya?" Tanya pak Remon dengan berbagai pertanyaan.
Cukup anda tidak perlu mengotori mulut dan pikiran Anda dengan pertanyaan konyol seperti itu"jawab Marsya.
Pertama saya ke indonesia ikut bersama kedua orang tua saya dan sekalian mengajak putra saya liburan dan Kedua kami bertemu dengan Aldy tanpa sengaja di bali.
Lalu apa salahnya kalau Aldy membawa kami ke Jakarta menjenguk Kakek Martin untuk terakhir kalinya dan yang terakhir cukup Anda menilai saya wanita murahan karena saya bersumpah tidak akan lagi kembali bersama Aldy walaupun ada anak"jawab Marsya lagi dengan suara sedikit bergetar.
Bagus kalau begitu, saya pegang ucapan mu kalau kamu sampai bersatu kembali dengan nya saya tidak akan pernah diam dan putra mu akan menanggung nya"Ancam pak Remon.
Anda pegang saja ucapan ku karena saya akan segera kembali pergi ke Belanda jadi tolong turunkan saya sekarang"pinta Marsya.
Pak Remon pun menuruti perintah Marsya dengan menurunkan nya di pinggir jalan dan segera meninggalkan Marsya.
__ADS_1
Flash back off...
Maafkan aku Al, aku membohongimu karena demi keselamatan Jason"ucap Marsya dalam hati.
Al, aku kesini sengaja untuk memberitahumu kalau aku dan Jason akan segera kembali ke Belanda besok pagi"Ucap Marsya.
Kenapa mendadak,apa kalian tidak ingin lebih lama lagi untuk tinggal disini? "tanya Aldy.
Oke.. Aku paham bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan jalan bersama sebagai tanda perpisahan kita,mungkin kalau nanti kamu kembali ke indonesia kita tidak bisa lagi menghabiskan waktu bersama lagi" ucap Aldy lagi.
Marsya pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecut.
Hari ini mereka bertiga pun pergi menghabiskan waktu bersama dengan penuh bahagia seolah Jason memiliki keluarga yang lengkap.
Hingga Aldy meminta izin memeluk Marsya untuk terakhir kalinya Marsya pun menyetujui nya, Jason melihatnya pun sangat gembira melihat kedekatan kedua orang tuanya.
Marsya maafkan aku yang sudah menyianyiakan mu selama menjadi pendampingku dan terima kasih kau sudah melahirkan putra yang begitu baik dan tampan"Ucap Aldy yang masih memeluk tubuh Marsya.
Mungkin ini berat bagiku untuk melepaskan mu pergi bersama orang lain namun demi kebahagiaan mu aku rela melepaskan mu"Ucap Aldy lagi yang kini mulai melepaskan tubuh Marsya.
Marsya pun hanya menatap wajah Aldy tanpa berkata apapun.
Maafkan aku Al, mungkin memang sebaiknya kita tidak bersatu dengan kedamaian keluargamu"batin Marsya.
Keesokan harinya...
Hari ini Aldy pun sengaja tidak mengantarkan Marsya dan Jason ke bandara dan memilih untuk pergi berolahraga.
Mommy apa sebaiknya kita menunggu Daddy"ucap Jason yang sudah sampai di bandara.
Daddy sudah berpesan kemarin kalau hari ini dia sangat sibuk jadi ayo kita masuk pesawat karena Daddy tidak akan datang"Jawab Marsya sambil menggandeng tangan mungil Jason.
__ADS_1
Jason pun memasang wajah yang sangat murung karena dia sangat berharap Ayahnya bisa bertemu sebelum mereka pulang kembali ke Belanda.