
Satu bulan Kemudian....
Marsya dan Aldy kini telah resmi berpisah Aldy sengaja menyetujui keinginan Marsya karena tidak ingin melihat nya tersakiti olehnya meskipun hati nya tetap tidak menginginkan perpisahan itu terjadi.
Aldy.... Aldy dimana kamu"teriak pak Remon dari ruang tamu.
ada apa ini Remon, bisakah kamu untuk tidak berteriak"Ucap pak Martin menghampiri nya dengan menggunakan kursi roda.
Apa papa mengetahui nya kalau semua aset perusahaan yang papa wariskan ke dia sekarang menjadi milik wanita ja****itu karena cucu kesayangan papa memberikan nya secara cuma-cuma"jawab pak Remon dengan nada yang tetap meninggi.
Apa? "ucap pak Martin terkejut tak percaya.
astaga tuan anda kenapa? sebaiknya kita istirahat saja" Ucap suster sambil mendorong kursi roda.
Ada perlu apa anda memanggil saya dengan cara berteriak seperti itu?"ucap Aldy sambil menghampiri pak Remon.
Dasar b*d*h....hanya karena cinta kamu sampai rela memberikan 80 persen aset perusahaan Wijaya kepada wanita seperti itu?dimana otak kamu"jawab pak Remon murka.
Memang aku bodoh soal cinta tapi kebodohan ku soal memberi kan hak warisan kepada darah daging ku sendiri tidak ada yang salah dan di permasalahan kan karena itu hak anak kandung ku untuk masa depan nya nanti"Ucap Aldy mantap.
Dasar gila... "jawab pak Remon masih tetap tidak terima sebelum keluar dari rumah pak Martin.
Sementara Marsya kini semakin bahagia bersama keluarga nya dan sedang berencana kembali ke indonesia untuk beberapa waktu.
__ADS_1
bagaimana apa kamu akan pergi bersama kami? " tanya pak Rey.
Mommy... ayolah kita pergi ke Bali aku ingin bertemu dengan uncle Hay dan aunty Ras"Ucap Jason sambil merengek di atas pangkuan ibunya.
Bunda Ayu pun hanya tersenyum ke arah Marsya dan tingkah Jason.
Mommy... "ucapnya lagi dengan wajah memohon.
Marsya pun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
hore..." teriak Jason kemudian mencium pipi ibunya.
Ya sudah opa akan mengurus semua tiket perjalanan kita ke Indonesia supaya minggu depan kita segera berangkat.
Setelah mendengar ucapan dari pak Remon keadaan pak Martin semakin memburuk dan mengalami struk dan kini dia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur nya.
Pak Martin hanya bisa meneteskan air matanya tanpa bisa menjawab ucapan cucu kesayangannya itu.
ya sudah Aldy pamit karena besok Aldy harus pergi ke bali untuk seminar Kakek baik-baik ya disini"pamit Aldy sambil mencium tangan kakek nya.
Pak Martin pun hanya bisa mengedipkan matanya pertanda dia mengiyakan ucapan Aldy.
Seminggu pun telah berlalu kini keluarga pak Rey tengah bersiap untuk terbang ke Indonesia dan akan mendarat langsung di Bandara Denpasar-Bali.
__ADS_1
Selama perjalanan mereka hanya tertidur karena perjalanan nya cukup lama dan setelah sampai di bali mereka memutuskan untuk istirahat di villa yang sudah di pesan pak Rey beberapa minggu lalu.
Jason yang terlelap tidur tidak sadar bahwa dia sudah berada di bali kota yang selama ini dia idamkan untuk di kunjungi nya.
Sayang.. bangun kita sudah sampai bali"bisik Marsya saat memindahkan nya ke tempat tidur.
Eum..."Ucap Jason tanpa membuka matanya.
Marsya hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah lucu anaknya itu.
Makan malam pun tiba mereka sengaja untuk tidak menikmati makan malam nya di luar karena Jason masih terlelap dan tidak tega untuk meninggalkan nya.
Bunda Ayu memasak seadanya dengan bahan yang ada di kulkas yang telah di sediakan oleh pihak Villa.
Sementara Marsya sudah memesan makanan khas bali yang lama dia inginkan.
Mereka bertiga pun menikmati makan malam dengan lahap hingga tiba-tiba mendengar tangisan Jason dari kamar atas.
Marsya pun segera menghampiri nya.
Mommy... Mommy "teriak Jason sambil menangis.
Anak tampan kok menangis... mommy tetap akan berada di dekat mu sayang" Ucap Marsya sambil merangkul Jason yang sudah tidak menangis lagi.
__ADS_1
kita ada di mana Mommy? "tanya Jason yang mulai menyadari keberadaan nya.
Kita sudah sampai di bali sayang ayo kita makan malam besok kita pergi ke pantai" jawab Marsya yang membuat Jason antusias.