
Setelah mereka berdua selesai menikmati makanannya mereka pun kembali ngobrol melanjutkan obrolan mereka yang tertunda.
Marsya..harus kamu tau sampai detik ini perasaan aku itu selalu sama yaitu untuk kamu meskipun aku udah dijodohkan dengan orang lain tapi nama kamu gak bisa aku gantikan dengan orang lain"Ucap Aldy meyakinkan.
Lalu sekarang apa yang kamu akan lakukan setelah kamu memberitahu aku tentang perasaan kamu"Tanya Marsya.
Aku akan memutuskan pertunangan dengan Nanas meskipun kamu tak bisa menerima cintaku"Jawab Aldy Tegas.
Kamu jangan seperti itu dy..Kasihan Nanas kamu juga harus memikirkan perasaan orang lain kamu jangan egois seperti itu"Ucap Marsya.
Kamu pikir selama ini aku gak tersiksa dengan perasaan aku sendiri Sya...aku udah gak bisa menjalankan ini semua karena aku juga berhak Bahagia"Jawab Aldy sambil berlalu pergi meninggalkan Marsya.
Aldy..tunggu"Ucap Marsya sambil mengejarnya.
Maafin perkataan aku dy bukan aku gak bermaksud iya kamu benar.. kamu juga berhak Bahagia"Ucap Marsya setelah Aldy berbalik badan ke arahnya.
Makasih Sya..kamu udah ngertiin aku"Jawab Aldy yang langsung memeluknya lagi.
Mereka berdua pun kini menghabiskan waktu bersama dari pagi sampai tak terasa malam pun tiba.
Makasih ya dy untuk hari ini kamu udah buat aku bahagia"Ucap Marsya setelah sampai di depan pintu kamar Apartementnya.
iya Sama-Sama..Besok lagi yuk kita jalan-jalanya mungpung kita masih di sini kita jelajahi semua kota"Goda Aldy.
Oke...siapa takut"Jawab Marsya.
ya udah sana kamu istirahat aku juga mau balik ke kamar"Ucap Aldy.
Mereka berdua pun segera membersihkan diri mereka dikamarnya masing-masing.
Sepanjang malam mereka berdua pun tak pernah melepaskan senyuman dibibir mereka berdua.
Hingga beberapa hari kemudian Mereka berdua kini semakin dekat dan sering menghabiskan waktu bersama setiap harinya.
__ADS_1
Sampai Masalah Marsya dengan Wildan pun kini semakin membaik dan membuat Marsya kini semakin ceria bahwa dirinya memang tidak bersalah.
Sya..."panggil Aldy sambil mengetuk pintu.
iya ada dy..."jawab Marsya sambil membukakan pintu kamarnya.
Lihat aku bawa sesuatu yang kamu inginkan hari ini,kebetulan aku habis delivery makanan nih ayo kita makan siang"Ucap Aldy.
ya Sudah..ayo masuk dy"jawab Marsya.
Ternyata Aldy membawa makanan yang ingin dimakan Marsya hari ini yaitu Ramen karena kebetulan hari ini mereka gagal untuk jalan jalan
karena Cuacanya tidak mendukung mereka untuk menghabiskan waktu bersama yaitu untuk berjalan jalan.
Wow...kamu kok bisa nemu Makanan yang aku suka sih di aplikasi delivery makanan..Thank'you"Ucap Marsya.
iya dong siapa dulu Aldy gituloh"ucap Aldy membanggakan dirinya sendiri.
Mereka berdua pun segera menikmati makanan yang dibawa Aldy tanpa bersuara sama sekali saking fokusnya menikmati makanannya.
Uhuk..uhuk..
Astaga..kamu gak papa ini minum dulu"Ucap Aldy sambil menyodorkan segelas air.
iya Makasih"Ucap Marsya setelah meminum segelas air pemberian Aldy.
Gimana sekarang udah gak papa?"Tanya Aldy lagi sedikit panik.
iya gak papa kok cuman keselek biasa aja"Jawab Marsya meyakinkan.
Sya..."Ucap Aldy.
iya.."jawab Marsya.
__ADS_1
Cup...tiba tiba Aldy pun mencium bibir Marsya dengan lembut dengan Refleks Marsya pun menikmati dan membalas Ciuman Aldy.
dengan sangat hati hati Aldy menjulurkan Lidahnya kedalam mulut Marsya dan Marsya pun segera mengemutnya hingga Nafas mereka kini sama sama memburu dan segera melepaskan ciuman Mereka.
Sya..Aku sangat..sangat Mencintai kamu tolong ya jangan pernah menghindar lagi dari aku karena aku sudah lelah memendam perasaan ini sendirian"Ucap Aldy sambil memegang wajah Marsya.
dengan cepat Marsya pun segera menganggukan kepalanya dan Tersenyum pertanda dia tidak akan mengulang kesalahan untuk kedua kalinya.
ya udah..aku balik ke kamar ku dulu ya,"Ucap Aldy sambil mencium kening Marsya.
Aldy pun segera kembali ke kamarnya untuk Mandi karena Hari semakin Sore dan hujan pun tak kunjung reda.
Setelah kepergian Aldy Marsya pun kini menjadi senyam senyum sendiri karena membayangkan kejadian saat mereka habis berciuman.
Kenapa aku tadi membiarkan Aldy mencium bibirku ya?padahal kalau sama Wildan aku selalu menolaknya...padahal aku juga baru membuka hati aku untuk dia..apa aku mulai menyukainya?"batin Marsya bingung sendiri tentang perasaan nya.
Setelah selesai Mandi Aldy pun kini sedang membayangkan hal yang sama seperti yang Marsya bayangkan sekarang.
Astaga...kenapa aku tadi selancang itu sama Marsya bisa bisanya aku berani menciumnya?..
tapi tunggu...kenapa Marsya tadi gak menolaknya?lagian dia juga malah membalasnya?apa dia udah Mulai membuka hatinya untuk ku?....
Entahlah...."batin Aldy.
Hingga ke Esokan harinya Marsya pun berniat untuk membangunkan Aldy dan sekalian membawakan nya Sarapan pagi.
Sesampainya di depan kamar Aldy Marsya pun sedikit gugup untuk mengetuk kamar Aldy karena Malu sendiri hingga beberapa menit
dia pun memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu kamar Aldy dengan sebelah tangannya karena sebelah tangannya lagi dia membawa Nampan yang berisikan 2 roti Sandwich isi Cokelat dan 2 gelas orange jus.
Ting..tong..
bunyi bel Apartement Aldy.
__ADS_1
Krek...pintu itu secepatnya terbuka.
Marsya..."Ucap Aldy sedikit kaget tak percaya melihat Marsya datang ke kamarnya.