Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 78


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu kini Aldy pun sudah pulih kembali dan memutuskan segera pulang.


Aldy apa kamu yakin akan pulang?apa kamu sudah merasa baikan?'Tanya pak Martin.


iya kek..aku sudah merasa baikan kok ayo kita segera pulang"jawab Aldy yang di dorong oleh Dito di kursi roda.


Aldy.."Sapa Marsya tiba tiba muncul di hadapan nya.


Aldy pun nampak terkejut melihat Marsya yang tiba tiba saja menemui dirinya lagi.


Kalau begitu kita duluan ke lobby ya Marsya"Ucap pak Martin sambil mengajak Dito.


Marsya pun hanya mengangguk dan Tersenyum pada pak Martin.


Ada perlu apa kamu menemui aku?"Ucap Aldy sambil mengalihkan pandangannya.


dy Maafin aku...gara gara keegoisan aku waktu itu kamu jadi seperti ini Hiks..hiks.."jawab Marsya sambil menumpahkan air matanya.


Aku tidak papa kok Sya..aku hanya mengalami Trauma akut saja jadi kamu jangan merasa bersalah seperti itu"Ucap Aldy sambil menatap Marsya.


Tapi dy aku.."Ucap Marsya namun terpotong oleh omong Aldy.


Sudahlah Marsya aku tidak ingin membicarakan ini lagi maka dari itu aku mohon sama kamu tolong jangan pernah lagi temui aku

__ADS_1


dan aku juga minta sama kamu jangan merasa kasihan dan merasa bersalah lagi atas semua yang pernah terjadi sama aku karena aku juga sudah memaafkan kamu"Ucap Aldy sambil tersenyum.


Aldy jangan kaya gitu kalau kamu bersikap begitu sama aku..nanti nya aku akan merasa menjadi orang paling jahat yang sudah menyia-nyiakan kamu"Jawab Marsya sambil bersimpuh di hadapan Aldy.


Aku hanya ingin kamu belajar dari kesalahanmu pada orang lain..maka dari itu cukup aku saja yang kamu sia-siakan "Ucap Aldy sambil mengelus pucuk kepala Marsya.


Prokk...prokk..prokk Suara tepuk tangan dari pak Remon sambil tersenyum yang dari tadi sudah memperhatikan mereka berdua.


Aldy Agung Wijaya...yang dulunya penyanyi hebat yang tiba tiba saja mendadak jadi pangeran


setelah bertemu dengan kakeknya yang kini menjadi Bucin hanya karena satu Wanita


hebat..hebat.."Ucap pak Remon sambil menertawai Aldy.


kenapa anda tidak mempunyai Empati sedikit pun terhadap keponakan anda sendiri "bela Marsya sambil menyeka air matanya.


Pak Remon hanya tersenyum sinis sambil berlalu pergi setelah mendengar ucapan Marsya.


Kenapa kamu membela saya?"tanya Aldy.


Karena aku gak terima kamu di perlakukan seperti itu oleh orang lain"jawab Marsya.


Marsya aku tidak papa..maka dari itu tolong jangan khawatirkan aku lagi karena aku sudah merasa lebih baik"Ucap Aldy sambil berlalu pergi yang hanya menggunakan kursi roda nya.

__ADS_1


Aldy...tolong beri dia kesempatan untuk bersama mu karena sebenarnya dia juga mencintai kamu"Ucap Vian tiba tiba yang membuat Langkah Aldy terhenti.


Vian?..."Ucap Aldy sambil menengok ke arah Vian.


Aldy Marsya ini sebenarnya kerabat jauh saya dan selama di Paris dia sudah banyak cerita tentang kamu dan juga bagaimana dia bisa kembali lagi ke paris agar bisa melupakanmu


Hingga akhirnya saya berniat mendekatinya agar dia bisa segera move on dari kamu dan jujur saja saya memang menyukai Marsya malahan dalam waktu dekat ini berniat akan melamarnya.


tapi setelah dia kembali ke Indonesia dia masih belum bisa melupakanmu hingga kalian saling bertemu kembali.


Cinta Marsya kepada mu begitu besar meskipun waktu itu dia pernah mengucapkan kalimat bohong dihadapanmu yang jelas-jelas menyakiti dirinya sendiri.


maka dari itu persatukanlah segera cinta kalian ke jenjang yang lebih serius dan jangan ada drama kesalahpahaman lagi"jelas Vian sambil menyatukan tangan Marsya ke tangan Aldy.


Titip dia ya bro...tolong jangan pernah tinggalkan dia sendirian lagi"Ucap Vian setengah berbisik.


Aldy pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah Vian.


Vian...maafkan aku"Lirih Marsya.


No problem...tenang aja kita akan tetap menjadi saudara karena kamu berhak bahagia S


sya.."Jawab Vian sambil mengelus kepala Marsya.

__ADS_1


Thanks bro.."Ucap Aldy sambil melihat kepergian Vian.


__ADS_2