Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 77


__ADS_3

Hari telah berlalu namun Aldy kini belum sadarkan diri hingga pak Martin pun kembali jatuh sakit.


Kini Dito lah yang dipercayakan untuk mengurus semua keperluan Aldy selama di rumah sakit.


To..apa yang sebenarnya terjadi dengan Aldy kenapa dia sampai nekad seperti ini"Tanya Haikal yang baru sempat menjenguk sahabatnya itu.


saya juga kurang tau mas tentang hal itu..setahu saya terakhir dia keluar sendiri itu setelah pamit pergi pas di acaranya Mas Haikal dan Laras"jawab Dito mengingat ngingat.


Yaps betul banget To..siapa yang sebenarnya dia temui malam itu?"Ucap Haikal.


Apa mungkin Marsya?"Ucap Dito menebak.


Kaya nya bukan deh.."Jawab Haikal.


Ya udah aku pamit dulu ya karena masih ada job nanti kalau dia udah sadar tolong segera hubungi aku ya To"Ucap Haikal.


iya siap Mas..."jawab Dito.


Sudah hampir seminggu Aldy pun kini belum juga sadarkan diri hingga Dito kini sudah bertemu dengan Marsya saat di mini market.


Dito pun memberanikan diri menceritakan tentang keadaan Aldy saat ini pada Marsya.


Namun Marsya pun tak merespon Ucapan ucapan Dito tentang keadaan Aldy saat ini hingga Dito memohon kepadanya supaya dia bersedia menjenguk Aldy meski sebentar.

__ADS_1


nona Marsya..saya memohon untuk terakhir kalinya agar nona bisa menyempatkan waktu anda untuk menemui Mas Aldy sebentar saja"Ucap Dito memohon.


Mohon maaf tapi untuk saat ini saya tidak punya banyak waktu"Jawab Marsya segera berlalu pergi.


Saat malam hari Dito pun meminta izin kepada pihak Rumah sakit untuk menggantikan nya berjaga karena dirinya kini memerlukan istirahat yang cukup meski hanya satu malam.


Setelah kepergian Dito Marsya pun diam diam datang ke Rumah sakit dimana tempat Aldy dirawat.


Meski dirinya telah menolak cintanya Aldy namun dalam hati kecilnya kini dia merasa terluka karena mendengar cerita dari Dito tentang kondisi Aldy yang memprihatinkan saat ini.


Aldy..."Ucapnya Lirih melihat tubuh Aldy yang kini kaku dengan beberapa Alat terpasang di sekujur tubuhnya.


Ketika Marsya mencoba menggenggam tangannya tiba tiba saja jari Aldy pun bergerak pertanda bahwa Aldy akan siuman.


Aldy pun membukakan matanya perlahan sampai dia melihat ke arah Marsya yang ada disampingnya.


Marsya.."Ucapnya setengah berbisik.


Karena panik melihat Aldy yang tiba tiba saja sadar Marsya pun segera menekan tombol darurat untuk memanggil perawat.


Permisi Nona..biar kami periksa sebentar"Ucap Perawat yang baru saja datang.


iya Silahkan"Jawab Marsya sambil keluar dari ruangan Aldy.

__ADS_1


Sebaiknya aku segera pergi dari sini sekarang aku sudah merasa lega karena Aldy sudah sadarkan diri"batin Marsya sambil berlalu pergi.


Dito pun segera bergegas kembali ke rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa Aldy telah sadar.


Sebaiknya aku kabari semuanya besok pagi saja lagian sudah Larut malam juga"batin Dito.


Mas Aldy.."Sapa Dito.


hemm..."jawab Aldy dengan wajah yang masih pucat.


Kemana dia pergi?"Tanya Aldy tiba tiba.


Siapa mas?"Jawab Dito tak mengerti.


Marsya?"Ucap Aldy dengan Wajah Datar.


Nona Marsya?apa tadi dia datang kesini?"Tanya Dito.


Sudahlah..Dito saya haus tolong ambilkan minum?"Ucap Aldy mengalihkan pembicaraan.


Siap mas.."Jawab Dito sambil menyodorkan air putih.


Kenapa mas Aldy tiba tiba saja menanyakan Nona Marsya apa benar Nona Marsya tadi datang kesini"batin Dito.

__ADS_1


__ADS_2