
Mas kamu makan sama apa?"Tanya Marsya saat Aldy duduk di sampingnya.
Ayam bakar aja"Jawab Aldy sambil meneguk air putih.
Marsya melayani suaminya dengan sepenuh hati hingga Nanas tak sedikit pun melepaskan pandangan dari mereka berdua.
Aldy..besok kamu sibuk?"Tanya pak Martin di sela menikmati makan malam.
Jadwal besok siang aku hanya ada jadwal meeting saja Kek..memangnya ada apa?"jawab Aldy malah berbalik bertanya.
Sebelum pergi ke kantor kamu temani Kakek ke Kantor Polisi buat jengukin Remon"Ucap pak Martin yang kemudian meneguk air putih hingga habis.
Siap Kek.."Jawab Aldy singkat.
Kalau begitu Kakek duluan ke kamar ya"pamit pak Martin sambil melangkah menuju kamarnya.
Aku juga duluan ke kamar"Ucap Aldy sambil berlalu meninggalkan meja makan.
Tapi Mas..bukan nya makanan mu belum habis?"Ucap Marsya namun Aldy tak menghiraukan ucapan istrinya.
Aku juga duluan ya Sya.."Ucap Nanas sambil menggendong Dita yang sudah tertidur di meja makan.
Marsya pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Apa cuman perasaanku saja kalau hari ini sangat merasa canggung"Ucap Marsya pelan sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Al.."Panggil Nanas saat Aldy akan memasuki kamarnya.
Iya Nas ada apa?"Tanya Aldy di ambang pintu.
Besok aku ikut kamu ke kantor polisi juga ya"Jawab Nanas.
Tanpa bertanya lagi Aldy pun mengiyakan permintaan Nanas.
Mas..."Ucap Marsya saat mendekati suaminya yang sudah berbaring di tempat tidur.
hemmm..."Jawab Aldy yang masih membelakangi istrinya.
Ada yang perlu kita bicarakan soal tadi siang"Ucapnya lagi.
Tidak ada yang perlu kita bahas lagi karena aku sudah tidak ingin membahasnya"Jawab Aldy singkat.
Mas.."Ucapnya lagi sambil mengusap punggung suaminya yang masih memunggunginya.
Karena tak ada respon Marsya pun memutuskan untuk berbaring di dekat tubuh suaminya sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
Kayaknya makan jagung bakar enak"Ucapnya tiba tiba yang membuat Aldy berniat memalingkan tubuhnya.
Apa kamu sedang ngidam?"Tanya Aldy sembari membenarkan posisi tidurnya.
Marsya hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah suaminya.
Ya sudah aku cari dulu"Ucap Aldy sambil bergegas pergi.
Tunggu..aku ikut"Ucapnya manja.
inikan sudah malam tidak baik untuk kondisimu"Tolak Aldy namun Marsya tetap bersikeras memohon.
Ya sudah tapi kamu harus pakai jaket"Ucap Aldy yang langgsung di turuti oleh istrinya itu.
Karena permintaan si jabang bayi yang di dalam perutnya mereka berdua memutuskan untuk menggunakan sepeda motor matic.
Marsya pun mempererat pelukannya yang membuat Aldy tak bisa lama lama mendiamkan nya.
Setelah menikmati jagung bakar nya mereka berdua pun berniat untuk berkeliling komplek perumahan sekitar
meski hanya sebentar yang membuat mereka berdua semakin harmonis.
Sudah ya kita tidur..kasihan dia pasti cape",Ucap Aldy sambil mengelus perut istrinya.
Terima kasih Daddy sudah bikin Momy bahagia",Jawab Marsya sambil mengecup pipi suaminya.
Dia pun segera mengangkat tubuh istrinya dan menidurkan nya di atas kasur.
Sebelum memulai Aldy memberikan sebuah isyarat dan setelah Marsya menyetujuinya dia pun segera memulainya dengan pelan
karena takut menyakiti calon janinnya yang berada di dalam perut istrinya.
Keesokan harinya..
Mas..."Teriak Marsya yang baru saja bangun.
Aldy yang sedang mandi pun segera menemuinya dengan setengah berlari.
Ada apa?"Tanya Aldy yang hanya menggunakan Handuk yang melingkar di pinggangnya.
Tanpa berbicara Marsya hanya menunjukan bercak darah yang cukup banyak di bawah selimutnya.
Astaga..kamu pendarahan"Ucap Aldy terkejut yang segera merangkul tubuh istrinya.
Aku takut Mas... Hiks..Hiks..",Ucapnya tiba tiba..
__ADS_1
Syut...semua akan baik baik saja kita segera ke rumah sakit ya"Ucap Aldy menenangkan.
Dia pun segera meraih pakaian nya secara asal dan segera menggendong tubuh istrinya keluar kamar.
Sudah kamu jangan menangis seperti itu.."Ucap Aldy sambil berjalan keluar.
Al..Marsya kenapa?"Tanya Nanas yang berpapasan di tangga.
Aku akan membawanya ke rumah sakit tolong kamu bilang ke Kakek kalau aku tidak jadi menemaninya ke kantor polisi"Jawab Aldy sambil bergegas menuju halaman.
Kamu yang tenang ya..aku yakin dia akan bertahan"Ucapnya yang kemudian mengecup puncak kepala istrinya.
Di perjalanan Marsya tertidur sementara Aldy merasa bersalah sudah mencuekan istrinya dari kemarin.
Daddy yakin kamu kuat sayang..tolong jangan tinggalkan kami berdua lagi"Ucap Aldy pelan.
Sesampainya di rumah sakit Aldy pun dengan sigap segera membawa istrinya ke ruang IGD.
Aku takut..."Ucap Marsya pelan dengan mata yang masih terpejam.
Maaf Tuan anda tunggu saja di sini"Ucap Dokter yang kemudian segera memeriksa istrinya ke dalam.
Karena panik melihat istrinya seperti itu dia pun tidak sempat membawa ponselnya yang membuat sang Kakek kesusahan untuk menghubuginya.
Nas apa yang sebenarnya terjadi dengan Marsya?"Tanya pak Martin setelah Nanas memberitahunya.
Aku juga kurang tau kek.. aku hanya asal menebak saja mungkin kandungannya bermasalah"Jawab Nanas.
yang membuat pak Martin mulai Khawatir.
Setelah beberapa Menit Dokter pun mengajak Aldy untuk berbicara di ruangan nya.
Apa yang terjadi dengan istri saya Dok?"Tanya Aldy yang masih khawatir.
Istri Anda baik baik saja..hanya saja usia kandungan istri anda sekarang masih sangat rentan untuk melakukan ****"Jawab Dokter wanita.
iya saya mengakuinya Dok..karena saya semalam melakukan nya tapi dengan sangat hati hati"Ucap Aldy berterus terang.
Meskipun dengan hati hati..namun saya sarankan lebih baik anda tidak melakukan nya dulu sampai usia kandungan nya berusia 24 Week"Ucap Dokter.
iya saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi"jawab Aldy yang kemudian segera menemui istrinya.
Sayang..bagaimana?"Tanya Marsya dengan air mata yang masih bercucuran.
Dia sangat kuat...hanya saja Daddy nya yang tidak kuat menahan hasrat pada Mommy nya"Jawab Aldy yang membuat Marsya mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Dia tidak apa apa sayang.."Ucapnya lagi sambil mengusap lembut perut istrinya.