
Setelah menginjak usia kehamilan bulan ke Enam yang membuat Marsya semakin malas untuk beraktivitas.
Project dirinya sebagai model pun tiba tiba harus putus kontrak dengan alasan cuti dari sekarang.
Aldy pun tak melarang dengan apa yang saat ini dia inginkan karena yang terpenting selama tidak mengganggu masa kehamilan nya.
Sepulang dari Kantor Aldy mendapatkan sebuah undangan Reuni dan membuatnya tertarik untuk pergi.
Sayang boleh aku minta izin besok lusa aku ada reuni sekolah Music boleh tidak aku pergi"Ucap Aldy dengan hati hati.
Apa kamu juga mau menemaniku?"Ucapnya lagi.
Mas aku sudah tidak bisa pergi ke tempat seperti itu lihat saja perutku semakin membesar"Jawab Marsya sambil beranjak ke kamar mandi.
Dengan sangat sabar Aldy pun masih mematung di tempat tidur berharap istrinya mengizinkan.
Haikal iku tidak?"Tanya Marsya setelah keluar dari kamar Mandi.
Dia pasti ikut Sayang makanya aku berniat pergi"Jawab Aldy berbohong.
Ya sudah kalau dia ikut kamu juga boleh pergi asalkan dia tetap bersamamu"Ucap Marsya yang kemudian membaringkan tubuhnya.
Terima kasih istriku yang baik hati"Ucap Aldy sambil mengecup kening istrinya.
Aisshh...Mas tolong jaga jarak kamu"Ucap Marsya sambil menutup hidungnya.
Semenjak mencium parfum Dela di jasnya Aldy entah kenapa Marsya kini tak mau lagi mencium aroma tubuh suaminya.
Meskipun sudah di paksakan nya namun tetap saja hidungnya menolak dan menyebabkannya mual.
Karena merasa kasihan dengan istrinya membuat Aldy rela pisah ranjang untuk sementara waktu.
Ya sudah kamu tidur ya.."Ucap Aldy sambil membaringkan tubuhnya di bawah Tempat tidur istrinya.
Akhirnya aku bisa cari hiburan meski hanya bertemu mereka"Batin Aldy yang bahagia setelah istrinya mengizinkan nya.
Ke esokan harinya.
Sayang..aku berangkat ke kantor dulu ya"Pamit Aldy namun Marsya masih belum bangun dari tidurnya.
Pa..Bun aku pergi dulu ke kantor ya"Pamit Aldy saat menemui Mertuanya di meja makan.
Loh kamu tidak sarapan dulu dy"Ucap Bunda Ayu.
kebetulan aku udah telat Bun"Jawab Aldy.
__ADS_1
Tunggu biar Bunda buatin bekal untukmu sarapan"Ucap Bunda Ayu yang membuat Aldy terpaksa menunggu nya.
Marsya tidak bangun?"Tanya pak Rey.
Biarkan saja dia Pa..aku mengerti kok semua sikap dan kpribadian nya berubah karena masa kehamilan nya"Jawab Aldy.
Pak Rey pun hanya menganggukan kepalanya dan setelah itu Bunda Ayu memberikan sebuah kotak bekal untuknya di kantor.
Terima kasih Bun..aku pamit dulu ya"Ucap Aldy yang kemudian bergegas ke kantornya.
Semenjak pak Remon bebas dari penjara Marsya menginginkan tinggal di rumah pak Rey dengan alasan ingin dekat dengan orang tuanya.
Aldy pun tak mendukungnya karena dia tidak khawatir kalau Kakeknya tidak tinggal sendirian lagi.
Padahal Marsya hanya ingin menghindari Pak Remon karena dia sudah mengetahui rencana nya untuk merebut suami nya.
Pagi Pa..Bun.."sapa Marsya dengan wajah Naturalnya namun tetap terlihat cantik.
Pagi sayang..Ayo sarapan dulu"Ajak Bunda sambil menyiapkan susu untuk ibu hamil.
Aldy baru saja dia berangkat,"Ucap pak Rey memberitahu nya.
Aku tahu..."Jawabnya singkat sambil mengupas buah jeruk.
Kamu tidak makan?"Tanya Bunda sambil menyodorkan satu gelas susu.
Ya sudah ini minum dulu susu nya selagi hangat"Ucap Bunda Ayu.
Terima kasih Bun..."jawab Marsya sambil meneguk susu nya perlahan.
Kalau begitu Papa berangkat ke kantor ya",Pamit Pak Rey sambil menyalami anak dan istrinya.
Laras kemana Bun?"Tanya Marsya tiba tiba.
Dia pergi joging katanya"Jawa Bunda sambil merapikan piring kotor.
Bun..sebenarnya om Remon itu seperti apa orangnya?"Tanya Marsya lagi yang membuat Bunda Terkejut.
Remon?ada apa dengan nya?"Ucap Bunda yang malah berbalik bertanya.
Sebenarnya aku ingin pindah ke sini itu karena dia sekarang tinggal di rumah Kakek"jawab Marsya.
Jadi dia sudah bebas?"Tanya Bunda lagi.
Marsya pun hanya menganggukan kepalanya kemudian menceritakan semuanya.
__ADS_1
Flash Back..
Akhirnya kamu bebas juga"ucap pak Martin menyambut kedatangan anaknya.
Iya Pa..aku janji akan berubah"Jawab Pak Remon.
Selamat datang om"Ucap Marsya yang tiba tiba muncul.
Pak Remon pun hanya memberikan senyuman sinis ke arahnya.
Pa..apa aku boleh tinggal di sini untuk sementara waktu?"Tanya Pak Remon saat duduk di ruang tamu.
Tentu saja..selama kamu inginkan saja karena dari dulu papa selalu menginginkan kamu tinggal di sini"Jawab Pak Martin.
Papa.."Teriak Nanas sambil menggendong Dita anaknya.
Sayang..bagaimana kabarmu?cucu Opa sudah besar ya"Ucap pak Remon sambil memeluk Nanas dan cucunya.
Setelah memasuki kamarnya tiba tiba saja Nanas menghampirinya.
Papa janjikan akan tinggal disini bersamaku?"Tanya Nanas.
Tentu sayang..karena Papa akan selalu mendukungmu untuk apa yang kamu inginkan"Jawab Pak Remon.
Baguslah karena Aldy sudah masuk perangkapku sekarang"Ucap Nanas.
Ucapan Nanas barusan sontak membuat Marsya tertarik untuk mendengarkan percakapan mereka berdua.
Marsya pun yang sedang menaiki tangga malah mengurungkan niatnya untuk menuju kamarnya.
Sayang Papa Janji akan merebut paksa Aldy dari wanita kurang ajar itu demi kamu.
Karena papa nya sudah kurang ajar merebut wanita yang papa sayangi dan berani menikahinya"ucap pak Remon yang membuat Marsya terkejut mendengarnya.
Tidak mungkin.."Batin nya dalam hati yang kemudian melangkah mundur menuju kamarnya.
Flash Back Off...
Apa Aldy mengetahui nya?"Tanya Bunda Ayu setelah Marsya bercerita.
Tidak..karena aku belum memberitahu nya"Jawab Marsya.
Saran Bunda kamu harus hati hati saja dengannya"Ucap Bunda Ayu yang belum bisa menceritakan Masa lalunya.
Marsya pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Dan ingat kamu jangan terlalu memikirkan tentang hal itu karena Papa dan Bunda tidak akan berdiam diri"Ucap Bunda lagi kemudian melangkah ke arah dapur.