Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 106


__ADS_3

Aldy pun hanya tersenyum melihat pemandangan yang tak biasa ketika istrinya terlelap yang masih mengenakan pakaian tadi siang.


Pasti kamu lelah.."batin Aldy sambil menggelengkan kepalanya.


Karena merasa tidak tega untuk membangunkan istrinya yang sudah tertidur Aldy pun memilih untuk membersihkan dirinya ke kamar mandi.


Setelah berganti pakaian barulah Aldy mencoba mendekati Marsya kembali tanpa menyentuh tubuhnya karena takut akan membangunkan istrinya.


Betapa terkejutnya Marsya ketika ia membukakan matanya perlahan saat itu juga Aldy sedang menatapnya tanpa berekspresi.


Astaga..kamu sedang apa?"Tanya Marsya terkejut sambil membenarkan tubuhnya.


Aku ini suami mu kenapa kamu sampai terkejut begitu melihatku?"jawab Aldy yang masih menatapnya.


Tidak..aku kira kamu belum pulang saja?Apa ini sudah larut malam?"Ucap Marsya sambil bangkit dari kamar tidur.


Tidak..hanya saja sekarang sudah pukul 20:40"Ucap Aldy sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Apa?kenapa kau tidak membangunkan ku dari tadi?Astaga kenapa aku bisa tertidur lama sekali"Ucap Marsya yang kemudian memasuki kamar Mandi.


Aldy pun hanya tersenyum mendengar ocehan istrinya itu di balik kamar mandi.


Setelah membersihakan tubuhnya dan berganti pakaian Marsya pun mencoba mendekati Aldy dengan langkah yang berhati hati.


karena takut akan mengagetkan suaminya yang saat ini sudah memejamkan matanya.


dy apa kamu sudah tertidur?"Tanya Marsya pelan dengan menyentuh tangan suaminya.


Karena tak ada jawaban dari suaminya Marsya pun memutuskan untuk keluar kamar


namun tiba tiba langkahnya terhenti ketika Aldy meraih tangan nya.


Kenapa?"jawab Aldy yang masih memejamkan matanya.


Apa kamu sudah makan malam?"tanya Marsya yang sudah menatap wajah suaminya.


hemmm.."jawab Aldy singkat.


Maksudnya?"Ucap Marsya tak mengerti.


belum.."jawab Aldy singkat.


Apa kamu tidak merasa lapar?"tanya Marsya lagi yang membuat Aldy menggodanya dengan meraih tubuh Marsya ke pangkuan.

__ADS_1


Dari tadi aku sudah merasa lapar tapi aku ingin menikmati makan malam bersamamu dan aku rela menunggui mu sampai kamu terbangun"Jawab Aldy dengan posisi tubuh Marsya di atas pangkuan nya.


Aku minta maaf karena sudah membuatmu menunggu..Ya sudah kalau begitu aku siapin makan malam untukmu"Ucap Marsya sambil beranjak dari tubuh Aldy.


Tapi aku menginginkan mu untuk makan malam ini"Bisik Aldy yang membuat tubuh Marsya begetar.


Ketika Aldy ingin mengecup B****nya namun tiba tiba saja Marsya merasa mual dengan mencium aroma dari mulut Aldy.


Dia pun segera berlari ke kamar Mandi untuk memuntahkan isi dalam perutnya namun tidak ada yang keluar sama sekali.


Kamu kenapa?"Tanya Aldy bingung sambil menghampirinya.


Tidak..hanya saja aku merasa mual saja Maafkan aku"Jawab Marsya dengan Nafas terengah engah.


Tidak perlu minta Maaf..Ya sudah ayo ke tempat tidur"Ucap Aldy sambil menuntun tubuh istrinya.


Aku ke bawah dulu ya"Ucapnya Aldy sambil mengusap rambut Marsya.


Marsya pun hanya mengangguk pelan sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Setelah beberapa menit Aldy pun kembali dengan membawa nampan yang berisikan dua gelas susu hangat dan juga beberapa potong roti dengan selai cokelat.


Ini aku bawa roti dan juga susu mungkin lambungmu sakit karena belum makan malam"Ucap Aldy sambil menyodorkan gelas yang berisi susu hangat.


Sini aku suapin ayo buka mulutmu"Ucap Aldy sambil menyodorkan potongan kecil roti.


Tidak aku ingin tidur saja..rasa perutku tidak enak untuk di isi makanan"Tolak Marsya yang kembali membaringkan tubuhnya.


Ya sudah kalau begitu aku makan sendiri saja"Ucap Aldy sambil mengunyah roti untuk istrinya.


Marsya pun hanya tersenyum ketika Aldy sedang mengunyah rotinya dengan Lahap.


Ya sudah kamu habiskan Susu nya saja"Ucap Aldy sambil menyodorkan gelas berisi susu yang masih tersisa separuh.


Tidak..aku sudah merasa kenyang dengan separuh meminum nya tadi"Jawab Marsya sambil menarik selimut ke tubuhnya.


Aldy pun hanya menganggukan kepalanya sambil menaruh nampan yang masih tersisa beberapa potong roti dan juga susu bekas di minum istrinya di meja dekat televisi kamarnya.


Ketika Aldy kembali dari kamar mandi Marsya pun sudah tertidur dengan memunggunginya.


Ada ada saja tingkahnya hari ini"Batin Aldy sambil mengusap pelan rambut istrinya yang kemudian dia pun ikut terlelap.


Ke esokan harinya Marsya pun sudah biasa terbangun sebelum terbitnya matahari.

__ADS_1


Dan dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kemudian berganti pakaian nya dan segera menyiapkan perlengkapan suaminya ke kantor.


Semenjak hubungannya kembali membaik dengan Aldy dia pun kini menjalankan kewajiban sebagai seorang istri dengan sangat baik


padahal dirinya kini tengah sibuk dengan pekerjaan yang menyita butuh banyak waktu untuknya istirahat


Namun dengan sangat cermat Marsya pun bisa membagi waktunya dengan baik dan membuat Aldy semakin mendukung atas Karier nya saat ini.


Dy...bangun ayo mandi"Ucap Marsya pelan saat membangunkan suaminya.


Hemmm...Apa sudah pagi?karena aku masih ngantuk"Jawab Aldy dengan suara seraknya yang masih memejamkan matanya.


Ya sudah kalau begitu aku berangkat sendiri saja"Ucap Marsya berpura pura.


Setelah mendengar ucapan istrinya Aldy pun segera membuka matanya dengan paksa dan segera bergegas ke kamar Mandi.


Marsya pun yang masih memilih beberapa dasi untuknya hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah suaminya setiap pagi.


Sya..."Teriak Aldy dari kamar mandi.


Karena istrinya tak kunjung menghampirinya dia pun segera keluar dari kamar mandi untuk mencari keberadaan istrinya.


Kemana dia?"Batin Aldy saat memasuki kamarnya.


Aldy pun segera menuju ruang makan dengan masih menggunakan handuknya dan bertelanjang dada karena berharap istrinya ada di sana.


Sayang aku mau minta tolong buat potongin jenggot aku yang mulai tumbuh.."Teriak Aldy sambil menghampiri Marsya.


Pak Martin pun hanya tersenyum melihat pemandangan yang tak biasa itu.


Astaga kenapa kamu belum pakai baju dan malah berteriak seperti itu..apa kamu tidak merasa malu dengan berpenampilan seperti ini?"Bisik Marsya sambil menarik tangan suaminya ke atas.


Nanas pun terpukau melihat lekuk tubuh kekar Aldy meski dari kejauhan sambil tersenyum.


Aku hanya ingin kamu memotong jenggotku saja"Ucap Manja Aldy yang membuat Marsya mengerutkan Alisnya bingung.


Tumben?biasanya kamu melakukan nya sendiri"Jawab Marsya sambil menatap ke arah suaminya.


Apa aku tidak boleh meminta istriku untuk memotongnya?"Ucap Aldy sambil melangkah ke kamar mandi dengan Nada kecewa.


Ya sudah..sini aku bantu"Ucap Marsya sambil meraih alat cukurnya.


Aldy pun hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.

__ADS_1


Kenapa dengan tingkah anehnya hari ini?rasanya dia manja sekali denganku"Batin Marsya sambil memotong jenggot Aldy.


__ADS_2