Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 122


__ADS_3

Setelah mengangkat telepon nya Aldy pun segera menyeret Monik masuk ke dalam mobilnya agar dia tidak bisa menghindarinya lagi.


Kamu masih berhutang penjelasan kepada ku kenapa kamu terus saja menghindariku?"Tanya Aldy pada Monik.


Apa yang harus aku jelaskan karena kita tidak memiliki hubungan apapun"Jelas Monik yang kini berani menatapnya.


Apa kamu sengaja menghukum ku seperti ini?agar aku selama nya akan merasa bersalah?"Ucap Aldy lagi yang tak lepas dari tatapan Monika.


Tidak...aku bukan tipe orang seperti itu karena bagiku apa yang sudah terjadi tidak perlu aku ingat kembali"Jawab Monika sambil memalingkan wajahnya.


Ternyata penilaian ku salah selama ini..."Ucap Aldy sambil memukul setir mobilnya.


Kalau begitu aku pergi"pamit Monik sambil menaruh sebuah undangan di dasbor mobil Aldy.


Setelah kepergian Monik dia pun segera membaca Undangan itu dengan seksama.


Wedding💝


Monika citra & Mondyarta


Maafkan aku Sya..."Ucap Aldy sambil terisak.


betapa hancur hatinya kala itu mengingat apa yang sudah dia lakukan dengan wanita lain


dan pernah berniat akan menduakan istrinya karena rasa bersalahnya pada orang lain.


Tanpa Aldy ketahui Marsya pun telah sadar dari koma nya begitu bahagia nya pak Rey kala itu melihat putri semata wayangnya telah kembali.


Sya apa kamu mengenalnya?"Tanya pak Rey saat Bunda Ayu masuk ke ruangan sambil menggendong Jason.


Jason..."Ucap Marsya sambil mengangkat tangan ke arah anaknya.


Jason yang baru saja bangun pun menangis saat Marsya mencoba menggendong nya.


Sayang ini Mommy..."Ucap Marsya yang mulai terisak.


Jason pun tetap saja menangis saat daalam pangkuan ibunya.


dan Pak Rey segera menenangkan nya sambil membawa nya ke dalam pelukan nya.


Cup..Cup.. sayang"Ucap pak Rey menenangkan cucu nya dengan penuh kasih sayang Jason pun seketika berhenti dari tangisan nya.


Jason ini Mommy...maafkan Momy yang tidak bisa menjaga mu"Ucap Marsya yang masih terisak.

__ADS_1


Sayang sudahlah jangan merasa bersalah karena ini sudah menjadi kehendak yang maha kuasa"Ucap Bunda Ayu sambil menenangkan Marsya.


Jason pun hanya melirik ke arah ibu nya sambil menikmati susu botolnya.


Aku ingin pergi ke Jerman Pa..Bun"Ucap Marsya tiba tiba.


Sya bukan nya kamu baru saja sadar sayang.."jawab Bunda Ayu sambil membelai wajah pucat anak sambungnya itu.


Papa akan segera mengurus keberangkatan kalian"Ucap pak Rey sambil memeluk tubuh mungil cucu nya.


Bunda Ayu pun hanya bisa terdiam pertanda tidak mengerti tentang pembicaraan Ayah dan anak itu.


Aldy pun memutuskan untuk pulang ke rumah Kakek nya karena pak Rey sengaja melarangnya untuk menjemput Jason ke rumah nya


dengan alasan mereka berdua ingin lebih lama dekat bersama cucu nya tanpa curiga Aldy pun menyetujui keputusan mertua nya itu.


Ke esokan hari nya sebelum ke kantor Aldy berniat untuk mengunjungi mertuanya sekalian ingin melihat keadaan anaknya.


Ting..tong...


Pa...Bun..."Ucap Aldy di depan pintu rumah pak Rey.


Namun sang penghuni rumah tak kunjung muncul dan dia segera meraih ponselnya berniat menelpon mertuanya.


Vian..."Ucapnya lagi sambil menelpon Dokter Vian.


Setelah menemukan jawaban dari Dokter Vian Aldy pun segera bergegas menuju Bandara karena dia sangat yakin


Kalau mertua nya dengan sengaja akan membawa nya pergi jauh dari kehidupan nya.


Sudah hampir setengah jam dia berlari kesana kemari namun orang yang dia cari tidak bisa dia temukan.


Astaga...Jason Marsya kenapa kalian pergi begitu saja dalam kehidupan ku"Ucap Aldy dengan nada bergetar.


Bagaimana Jhon?"Tanya Aldy saat Asisten pribadi nya datang menghampiri.


Maaf Tuan...sepertinya mereka sudah berangkat sebelum matahari terbit"jawab Jhon sambil menundukan kepalanya.


Setelah mendengar penjelasan dari Asisten nya dia pun segera bergegas pergi meninggalkan Bandara tanpa tujuan.


Karena dia yakin akan segera menemukan mereka meskipun dia harus mengejarnya sampai ke ujung dunia sekalipun.


Sementara itu Keluarga pak Rey pun sudah tiba di Negara Jerman sesuai ke inginan Marsya.

__ADS_1


Sayang apa kamu yakin akan tinggal di sini hanya berdua dengan Jason?"Tanya Bunda sambil mendorong tubuh Marsya di kursi roda.


Keputusanku sudah bulat Bun..kami akan mengawali kehidupan baru kami di sini"Jawab Marsya mantap.


Kami hanya bisa memantau keadaanmu dari jauh tapi kalau kamu sedang kesulitan jangan pernah ragu untuk segera menghubungi kami"Ucap Rey sambil memeluk tubuh anak semata wayang nya itu.


Tentu saja Pa..karena Kalian berdualah orang pertama yang akan aku hubungi meskipun kami sedang baik baik saja.."Jawab Marsya sambil merangkul kedua orang tuanya.


Ya sudah kalau begitu Kami pamit pulang..Jesi tolong jaga mereka aku titipkan mereka berdua padamu"Ucap pak Rey sebelum meninggalkam Anak dan Cucunya.


Jesi pun hanya mengangguk dan tersenyum me arah Atasan baru nya itu


Ayo Mis kita segera pulang ke Apartemen"Ajak Jesi dengan Ramah.


Jesi adalah seorang Asisten rumah tangga yang sengaja pak Rey carikan dari Yayasan Negara Asing kebetulan dia sudah mahir dalam setiap bahasa.


Semoga saja kamu betah bekerja dengan saya ya Jes"Ucap Marsya saat mereka tiba di sebuah Apartemen yang cukup luas.


Sama Sama Mis...kalau begitu saya izin menidurkan Ananda dulu"Jawab Jesi sopan.


iya Terima kasih Jes.."Ucap Marsya sambil mengikuti langkah Jesi dengan menggunakan kursi roda.


Satu bulan berlalu...


Marsya dan Jason akhirnya sudah terbiasa hidup bersama meskipun di awal Jason hampir setiap saat menangis sambil meminta pulang ke rumah Daddy nya.


Namun seiring berjalan nya waktu dia pun sudah tidak rewel dan meminta pulang karena Marsya sering mengajak nya jalan jalan


dan mengenalkan beberapa hal yang ada di sekitar mereka yang membuat Jason sedikit demi sedikit mulai tertarik.


Akhirnya Marsya pun sangat bahagia dengan kehidupan nya sekarang dan memiliki anak yang cerdas seperti Jason.


Momy..aku au baon tebang"Teriak Jason saat mereka sedang bermain di taman yang kini sudah bisa berjalan sendiri.


iya nanti minta Aunty Jesi untuk membeli"jawab Marsya karena dia masih belum bisa berjalan.


ye..ye..ye.."Jawab Jason senang sambil lompat lompat.


Ayo anak tampan Aunty antar"Ajak Jesi sambil menggandeng tangan mungil Jason.


Momy tunggu di sini saja ya.."Ucap Marsya.


Hingga beberapa bulan kemudian Marsya pun kini sedang belajar membuka usahanya dengan merancang baju gaun pengantin.

__ADS_1


Meskipun dengan keterbatasan nya yang masih tidak bisa berjalan namun dia tetap semangat untuk memulai pekerjaan baru nya.


__ADS_2