Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 92


__ADS_3

Sesampai di rumah kediaman pak Rey Marsya pun memilih untuk segera masuk tanpa menghiraukan mereka berdua.


Nona.."Panggil pak Jon.


sudahlah biarkan saja mungkin Nyonya lagi ada masalah sebaiknya kita pulang saja dulu"Ucap pak sopir yang segera bergegas pergi.


Non Marsya"sapa asisten rumah tangga pak Rey.


papa masih di kantor bi?"Tanya Marsya sambil menyeka air mata nya.


iya tuan masih ngantor..Non Marsya kenapa menangis?"jawab Asisten rumah tangga pak Rey.


aku cuman lagi kangen aja sama papa"jawab Marsya bohong.


Ya udah kalau begitu aku ke kamar dulu ya bi"Ucap Marsya lagi sambil menuju ke lantai atas.


Saat masuk ke kamar nya tiba tiba saja perut nya mengalami kesakitan yang membuat dia terduduk di lantai dan setengah meringis dengan keringat yang bercucuran.


Bi tolong..."Teriak Marsya dengan suara tertahan.

__ADS_1


Karena bi Inah sedang berada di luar maka teriakan Marsya pun tak terdengar olehnya.


Bi to..long"Teriak Marsya lagi hingga ia pun tal sadarkan diri.


Setelah beberapa menit bi Inah pak Rey pun datang ke kamar Marsya yang berniat mengantarkan minuman.


Astaga Non Marsya..."Ucap bi inah terkejut melihat Marsya yang kini sudah tergeletak tak sadarkan diri.


Karena panik bi Inah segera berlari keluar rumah untuk meminta tolong pak satpam dan bi Inah pun segera membawa Marsya ke rumah sakit dengan menggunakan taksi.


Tolong majikan saya sus cepat segera periksa karena dia sedang hamil"teriak bi Inak panik saat tiba di lobby rumah sakit.


beberapa menit kemudian pak Rey dan Bunda Ayu pun tiba di rumah sakit setelah pak satpam memberi tahu keadaan Marsya saat ini.


bi Inah bagaimana keadaan Marsya saat ini?"Tanya pak Rey panik.


Mas tenangin dulu perasaan kamu semoga saja Marsya baik baik saja"ucap Bunda Ayu menenangkan.


Non Marsya masih di dalam Tuan padahal udah hampir satu jam di periksa dokter tapi dari tadi belum ada satu pun yang keluar dari dalam"jawab bi Inah tak kalah panik.

__ADS_1


Astaga..semoga Marsya dan janin nya selamat lalu bagaimana dia bisa tak sadarkan diri?"tanya pak Rey.


tiba tiba saja dokter yang menangani Marsya pun keluar dari ruangan yang membuat bi Inah tak jadi menjawab pertanyaan pak Rey.


Dengan keluarga Nyonya Marsya putri Reynaldy?"Ucap salah satu perawat.


iya saya Ayah nya sendiri bagaimana keadaan putri saya dok?"Tanya Pak Rey sambil menghampiri mereka berdua.


Putri anda baik baik saja tapi maaf janin yang berada di dalam kandungan nya tidak bisa kami selamatkan


karena kemungkinan sang ibu mengalami depresi karena tekanan darahnya kini sangatlah rendah


tapi anda tak perlu khawatir karena sekarang putri anda sudah kami beri obat penenang agar bisa istirahat


kalau begitu saya permisi dulu pak"Jelas sang dokter yang segera berlalu pergi.


iya terima kasih dok..."Jawab pak Rey yang sudah terisak dari tadi.


yang sabar ya Mas...aku ikut prihatin atas musibah yang di alami Marsya saat ini"Ucap Bunda Ayu sambil menenangkan pak Rey.

__ADS_1


karena entah sejak kapan mereka berdua bisa menjadi dekat yang jelas pak Rey dan Bunda Ayu kini sudah menjalin hubungan ke tahap yang serius.


__ADS_2