
Setelah mematikan ponselnya Aldy pun segera bangkit dari duduknya tanpa mengatakan sesuatu pada Haikal.
Dy...lo mau kemana?"Tanya Haikal sambil mengejar Aldy.
lo gak perlu tau..."jawab Aldy ketus.
dy..apa lo marah sama gue?karena baru gue kasih tau sekarang soal ini?parah lo...Baperan amat"Ucap Haikal yang masih mengejar Aldy ke luar.
Aldy pun menghentikan Langkahnya dan berbalik badan menoleh ke arah Haikal.
Dengar ya...gue bukan baperan tapi asal lo tau gue marah sama lo karena lo gak mementingkan kondisi kakek sampai kalian bisa bisanya
membicarakan hal ini di Lingkungan sekitar Kakek lo taukan bagaimana sekarang kondisi kakek seperti apa karena itu semua karena kecerobohan lo"Ucap Aldy tegas sambil memasuki mobilnya.
Sorry dy..Serius gue gak bermaksud.."Ucap Haikal menjelaskan namun Aldy segera melajukan Mobilnya.
Dalam perjalanan Aldy pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena menahan Emosinya pada Haikal.
Ting....bunyi pesan pada ponsel Aldy.
__ADS_1
Aldy pun menepikan sebentar mobilnya dan setelah membaca pesan tersebut dia pun kembali melajukan Mobilnya.
Karena dengan kecepatan Tinggi mengendarai mobilnya hingga beberapa menit dia pun telah sampai di tempat tujuannya yaitu Caffe Favorit.
Dia pun bergegas cepat menemui seseorang yang ingin dia ketahui sendiri yaitu Dito.
Setelah menikmati makan malamnya Nanas pun kini tengah bermanja-manja di pelukan Dito dan Dito pun tengah Asik mengusap perut Nanas yang kini terlihat sedikit besar karena sedang tidak menggunakan Korsetnya.
Aldy pun memperhatikannya sejenak dari kejauhan hingga dia pun memberanikan diri menghampiri mereka yang tengah di mabuk Asmara.
Ehem..."Aldy pun berdehem sambil menghampiri mereka berdua.
Dengan Refleks mereka berdua pun menoleh ke arah Aldy secara bersamaan dan betapa terkejutnya Dito saat itu.
Aldy..?"Ucap Nanas biasa.
Sorry Saya gak bermaksud..untuk mengganggu kalian saat ini tapi ada hal yang harus saya bicarakan dengan kalian"Ucap Aldy sambil duduk tanpa berbasa basi.
Iya..ada apa?"Ucap Nanas sambil memperbaiki posisi duduknya.
__ADS_1
Dito pun kini enggan mengucapkan sesuatu pada Aldy dan dia pun kini hanya menunduk tak berani menatap Aldy di hadapannya.
Hahaha...Aldy pun tertawa kecil sebelum melanjutkan obrolannya.
Bukannya kalian yang perlu berbicara duluan"Ucap Aldy.
It'ok...gue yang perlu jelasin ini semua dan Dito gak pernah tau apa-apa"Jawab Nanas langsung menatap Aldy.
Oke...ayo jelaskan sedetail mungkin Nona Nanas"Ucap Aldy yang menatap tajam ke arah Nanas.
Nanas pun kini menceritakan semuanya dari Awal dari dia berpacaran dengan Dito sampai dia Hamil anaknya Dito lalu Maminya sampai mengalami Stroke dan menjalani Permainan perjodohan itu karena Suruhan papinya.
Begitulah Dy...makanya gue ingin secepatnya lo memutuskan perjodohan ini tapi sekarang kendalanya Kek Martin malah koma"Ucap Nanas enteng.
Prok..Prok...Aldy pun membalasnya dengan sebuah tepuk tangan.
Good..Good..bagus sekali ya permainan yang kamu mainkan lalu ingin mengakhirinya dengan mengkambing hitamkan orang lain"Ketus Aldy.
Cukup Mas...jangan Salahkan Nanas semuanya"Ucap Dito yang tiba tiba berbicara sambil bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Akhirnya bapak Dito yang terhormat memberanikan diri berbicara untuk membela Sang pujaan hatinya lalu apa pembelaannya ayo ucapkan"Ucap Aldy sambil ikut bangkit dari duduknya dan kini mereka berdua pun saling berhadap hadapan.
Maaf Mas..aku bukannya bermaksud apa apa tapi aku takut terjadi sesuatu pada Nanas dan bayi di dalam kandungannya saat ini dan Mas Aldy jangan terus menekan Nanas seperti itu."Jawab Dito.