Mendadak Jadi Pangeran

Mendadak Jadi Pangeran
Episode 87


__ADS_3

Sejak kehamilan istrinya Aldy pun kini selalu meluangkan waktunya untuk menemani Marsya di rumah meski hanya dua kali dalam seminggu.


Tak terasa kini kandungan Marsya sudah memasuki bulan ke Empat hingga perutnya yang tadinya rata kini terlihat berisi.


Sayang..aku dapat kabar kalau Tante Siska sedang di Rumah sakit jadi aku mau minta izin sama kamu buat nemenin Kakek ke rumah sakit besok"Ucap Aldy sambil menyuapi buah ke mulut Marsya.


iya gak papa pergi aja yang...tapi kalau bisa jangan lama lama ya besok kan jadwal kamu nemenin aku sama Debay"Jawab Marsya sambil mengusap perutnya.


Siap bos..makasih sayang"Ucap Aldy sambil hormat.


Ke esokan harinya Aldy dan pak Martin pun segera bergegas ke rumah sakit untuk menjenguk bu Siska.


Papa Aldy?"Ucap pak Remon ketika mereka berdua tiba di rumah sakit.


Bagaimana keadaan Siska sekarang dan kenapa juga dia bisa terjatuh dari tangga?"Tanya pak Martin.


Aku gak tahu pa"Jawab pak Remon gugup.


Permisi pak Remon ada hal yang perlu saya bicarakan mari kita ke ruangan saya"Ucap Dokter yang baru saja memeriksa bu Siska.


baik"Jawab pak Remon sambil mengikuti langkah Dokter ke ruangannya.


Ketika dalam perjalanan menuju Jakarta Dito dan Nanas mengalami kecelakaan yang cukup parah hingga dilarikan ke rumah sakit yang sama.

__ADS_1


Aldy pun menyadari apa yang di lihatnya sekarang dan mengenali sosok pasien yang ada di hadapannya kini.


Dito..Nanas?"Ucap Aldy sambil menghampiri mereka berdua.


Maaf pak untuk saat ini Pasien sekarang butuh pertolongan keadaan nya kritis"Ucap Suster yang segera membawa mereka ke ruang UGD.


Ada dy...?"Tanya pak Martin sambil menghampiri Aldy.


Dito dan Nanas sepertinya mengalami kecelakaan pada saat perjalanan menuju Rumah sakit Kek dan barusan mereka masuk ke ruang UGD"Jawab Aldy.


Astaga...semoga mereka berdua baik baik saja"Ucap pak Martin.


Saat mereka berdua tengah membicarakan Nanas dan Dito mereka berdua kini di kagetkan dengan Para perawat yang berlarian keluar dari Ruangan bu Siska.


Maaf apa kalian keluarga dari bu Siska?"Tanya perawat itu.


iya benar kami keluarga nya memang nya kenapa ya Sus?"jawab Aldy.


Mohon maaf untuk Pasien yang bernama bu Siska baru saja meninggal dunia"Ucap Salah satu perawat.


Apa?Meninggal kalau begitu cepat kalian beri tahu pak Remon suaminya sekarang dia ada di Ruangan dokter yang menangani Siska"Suruh pak Martin.


Mami kenapa kamu pergi secepat ini..."Teriak pak Remon saat tiba di ruang IGD.

__ADS_1


Kamu yang sabar mon..mungkin itu sudah suratan takdir"Ucap pak Martin menenangkan.


Permisi apa Anda kenal dengan pasien atas nama Dito dan Nanas"Tanya Suster kepada Aldy.


iya saya mengenalnya dan kami juga keluarganya"Jawab Aldy yang membuat pak Remon terkejut mendengarnya.


Ada apa dengan Nanas dan Dito kenapa mereka berdua bisa ada di rawat?"Tanya pak Remon.


Maaf mereka berdua Pasien kecelakaan beruntun di Tol Dki saya hanya menyampaikan bahwa salah satu dari keluarga nya harus menanda tangani surat persetujuan"jawab Suster.


Persetujuan apa Sus?"Tanya Aldy.


Dokter menyarankan bahwa janin yang di dalam kandungan ibu Nanas harus segera di angkat karena ibu Nanas kini mengalami koma"Jawab Suster menjelaskan.


Apa?"Ucap mereka bertiga kaget.


Permisi mana yang bernama pak Remon suami dari ibu Siska"Tanya polisi tiba tiba.


Saya sendiri ada apa?"Jawab pak Remon.


maaf bisa ikut kami ke kantor ada hal yang harus anda jelaskan tentang luka lembam di sekujur tubuh istri anda karena ada yang melapor bahwa kematian beliau sangatlah tragis"Ucap polisi sambil meringkus pak Remon.


Apa apaan ini mon...tega teganya kamu melakukan itu kepada istri kamu sendiri"Ucap pak Martin tak percaya.

__ADS_1


Aku gak sengaja pa..Tolong bantu bebasin aku"Ucap pak Remon sebelum di seret paksa oleh polisi.


__ADS_2