Mendadak Suami Istri

Mendadak Suami Istri
Daren sang Don Juan


__ADS_3

Acara makan malam tiba. Sraya dan Akram, beserta Daren dan Amel memilih restaurant yang ada di hotel bintang lima dengan suguhan menu internasional.


Akram mengenalkan Daren pada Sraya dan Amel sebagai rekan bisnis. Amel cukup tertarik dengan pemuda yang baru saja diperkenalkan Akram padanya.


Bagaimana tidak? Daren malam itu terlihat sangat tampan meskipun hanya memakai kemeja hitam dengan celana dasar berwarna chino, sebuah jam dengan harga ratusan juta melinggar di tangan nya yang berotot.


Tidak hanya itu saja, cincin yang dikenakan Daren di jari kelingking nya memiliki hiasan batu berwarna blue safire yang terlihat semakin berkilau saat terkena lampu bahkan ditempat yang gelap.


Rambut Daren terlihat sangat rapi dan sebuah kacamata bertengger di hidung mancung nya. Badan yang tegap serta aura seorang pebisnis semakin menguar saat mendengar gaya bicara Daren yang terlihat cerdas.


Mereka membahas banyak hal saat itu, termasuk cerita Amel yang bekerja di salah satu anak perusahaan milik Maxwell. Bukan Akram dan Daren tidak mengetahui hal ini.


Mereka hanya tidak ingin kalau sampai Amel mengetahui rencana Daren yang akan masuk sebagai investor dikantor utama tempat Amel magang.


Sraya, walaupun wanita itu tidak pernah merasakan bangku universitas dan hanya lulus dari sebuah sekolah kursus memasak. Nyatanya wanita cantik itu mampu mengimbangi pembicaraan mereka dengan baik.


Keesokan harinya Daren membuat janji dengan sekretaris Maxwell untuk bertemu. Berkat koneksi yang dimiliki tuan Kim, pemuda itu dapat dengan mudah bertemu dengan Maxwell.


Daren yang siang itu menggunakan mobil Porsche Panamera berwarna biru sangat menarik perhatian orang-orang dikantor Maxwell, apalagi saat melihat penampilan Daren yang seperti Don Juan dimata para wanita.


Saat bertemu dengan Max. Daren membenarkan apa yang dikatakan orang-orang tentang Maxwell, ia terlihat seperti lelaki yang tidak mudah disentuh, aura yang dipancarkan Maxwell memang begitu kuat.


Pria yang menjadi suami Natt itu tidak pernah menerbitkan senyum di wajah tampan nya, sangat dingin dan arogan. Daren tentu saja tidak datang tanpa persiapan.


Daren membawa sebuah kotak mahal yang berisi wine ber-merk Domain de la Romance Conti yang berasal dari Perancis, tidak main-main. Wine yang dibawa Daren sebagai buah tangan itu bernilai sekitar dua puluh satu ribu dolar USD.


Sebuah harga yang pantas untuk mengambil hati seorang Maxwell yang sangat cinta dengan minuman anggur. Merasa sangat dihargai, Maxwell menyambut Daren dengan baik.


Kedatangan Daren sebagai investor sudah di selidiki oleh Maxwell sebelumnya, tidak ada celah pada data yang diperoleh Max, membuat ia mempercayai lelaki yang umurnya beberapa tahun lebih muda darinya.

__ADS_1


Semua data tentang Daren tentu saja sudah dipersiapkan oleh tuan Kim dan Aaron yang ingin ikut campur dalam urusan Akram, kedua duda ditinggal mati itu saling berlomba untuk memamerkan kemampuan mereka.


Istilah membunuh dua burung dengan satu batu, kedua lekaki tua itu dapat mengambil hati cucu mereka dan juga menjalin kerjasama dengan Max melalui Daren.


Semua tentang bisnis yang dipelajari Daren saat menyelesaikan kuliah nya di Inggris sangat berguna, terlihat dari raut kagum yang di tunjukan Max saat Daren menjelaskan proapek kerjasama.


Ah. I got you, Max! Batin Daren.


Setelah membahas dari hal besar sampai hal kecil, dua lelaki itu sepakat untuk membuat MoU dan akan mengadakan acara makan malam dengan mengundang para pemegang saham sebagai peresmian kerjasama mereka.


Semua yang direncanakan Akram berjalan dengan lancar, Akram tersenyum puas saat mendengarkan obrolan yang sedang berlangsung antara Daren dan Max melalui alat sadap berupa sebuah pena yang tersemat di jas yang dikenakan Daren.


Seminggu berlalu.


Hari ini Akram berjalan-jalan mencari tempat yang akan ia jadikan caffe untuk Sraya, satu persatu caffe Akram datangi. Ia ingin melihat langsung suasa dan pelayanan yang diberikan untuk dipelajari.


Willem sendiri yang menyambut Akram secara pribadi, lelaki berdarah Perancis itu menunggu di salah satu meja disudut area dining.


"Selamat datang di Cordy Caffe, Kak," sambut Rara yang siang itu bertugas menjadi kasir.


Akram tersenyum membalas sambutan Rara dan menghampiri gadis itu, kacamata yang ia pakai dilepas sehingga menampilkan wajah tampannya. "Apa kabar, Ra?" tanya Akram.


Rara yang tersadar kalau lelaki yang sedang ia sapa adalah suami dari Sraya langsung terlihat heboh. "Mas Akram? Ya ampun, Mas. Lama gak ketemu makin ganteng aja," goda Rara.


Kemudian gadis itu menengok kanan dan kiri dan memperhatikan sekelilingnya. "Mas, kak Sraya nya mana? Kok ga bareng?" tanya Rara penasaran.


"Sraya ada di apartemen, Ra. Saya kesini ada janji sama Mr. Willem."


"Oh gitu ... aku kira, Mas. Dateng sama kak Sraya."

__ADS_1


"Kalo kamu kangen sama Sraya main dong ke apartemen, Sraya pasti bakal seneng," ucap Akram.


"Boleh, Mas?"


"Boleh dong, kenapa enggak."


"Akram!" sapa Willem dari tempat ia duduk.


Akram menoleh saat namanya dipanggil, kemudian ia melambaikan tangan dan pamit pada Rara. "Saya kesana dulu ya, Ra."


"Iya, Mas. Oh ya mau minum apa nih, Mas?"


Akram melihat papan menu yang berada di atas kasir lalu memilih kopi capucino sebagai minumannya.


Setelah memesan Akram melangkahkan kaki ketempat Willem. "Mr. Willem apa kabar?"


"Sangat baik, Akram. Bagaimana kabar kamu dan Sraya?"


"Aku dan Sraya baik-baik saja, Mister."


"Ah panggil aja aku Willem, biar terlihat akrab," ucap Willem.


Setelah kopi yang diantar Rara di dihidangkan. Dua lelaki itu saling bertukar pikiran, Akram mengutarakan niatnya untuk membuka Caffe untuk Sraya dan meminta pendapat Willem.


Bukannya merasa takut di saingi, Willem justru menyambut ide Akram dengan baik dan antusias. Willem percaya kalau Sraya akan sukses dengan keahlian yang ia miliki.


Setelah cukup dengan penjelasan dan juga masukan dari Willem, Akram pun pamit pulang karena hari mulai sore.


Saat Akram sampai di tempat parkir khusus di apartemennya ia mendapatkan pesan dari Daren kalau Amel terlihat seperti sedang mendekati Natt.

__ADS_1


__ADS_2