
sore ini terlihat Yasril berada di rumah Ratih dengan membawa seorang temannya, ia mengutarakan maksud dan tujuannya untu memperjelas status mereka saat ini
"saya mohon maaf sebelum nya sama bapak dan ibu, dan juga Ratih"ucap Yasril membuka pembicaraan
"saya datang ke sini untuk memeberikan kejelasan agar Ratih juga tak berharap lagi karna jujur saya sudah tak bisa bersamanya lagi, dan saya sudah bosan dengnya" ucap Yasril begitu sakit menusuk relung hati Ratih
"apa kamu bilang bosan, kamu menikahi anak sayadan kamu mengkannya begitu saja lalu kamu datang lagi ke rumah saya untuk memberi kejelasan tapi kamu bilang bosan"
"di mana hati nurani mu Yasril, jadi selama ini anak saya kamu anggap apa hah..." terdangar pak Handoko sangat marah
ibu sumarni menenangkan suaminya itu sedangkan Ratih hanya bisa terisak menangis begitu tajam ucapannya hingga membuat hatinya terluka
"maaf pak memang begitu lah kenyataan nya, saya sudah tak ada perasaan sama sekali dengan Ratih" ucap Yasril seolah tanpa beban ia tak mengingat bagai mana anaknya
"keterlaluan kamu...!!.kamu fikir anak saya apa hah? saya minta kamu cerai kan anak saya secepatnya" terlihat pak Handoko marah besar hingga mencengkeram kerah Yasril
"pak tahan emosi nya" ibu sumarni mengingatkan suaminya dan perlahan tangan suaminya pun melepas cengkeraman nya
"aku minta kamu cerai kan aku sekarang juga mas, kamu talak aku sekarang mas aku gak mau kamu gantung gak jelas " kini Ratih bersuara di tengah isakan nya
"kamu tenang saja aku akan urus semua perceraian kita" jawab Yasril enteng
"aku juga minta satu hal sama kamu, jangan lupa kamu harus kasih nafkah untuk anak mu Adrian" ucap Ratih dengan menundukan kepala nya karna merasa sakit hati nya jika ia menatap suaminya itu yang akan segera menjadi mantan suami
" kamu tak perlu khawatir karna aku akan tanggung jawab dengan anak ku karna anak ya tetap anak" jawab Yasril mengelus kepala Adrian yang tertidur di pangkuannya meski ribut tetapi seperti nya Adrian tidak terpengaruh
"bagus lah kalau kamu mau tanggung jawab" ucap Ratih mengakhiri ucapannya
"saya tunggu kamu bereskan anak saya " ucap pak Handoko yang masih merasa kesal
karna pembahasan sudah selesai Yasril pun pulang meninggalkan rumah Ratih.
__ADS_1
ada rasa sakit di hati nya ketika kepergian Yasril, sudaj ia di sakiti dan sekarang seolah-olah ia di injak-injak harga dirinya, bagai mana tidak Yasril selama berbulan-bulan meninggalkan ia dan anak nya tetapi Yasril hanya memberikan uang 100 ribu sebelum Yasril pergi tadi ia memasukan uang ke dalam saku baju Adrian
Ratih yang melihay itu tak tahu nominal yang di masukan ke dalam saku anak nya, namun setelah yasril pergi barulahAdrian memberikan kepada Ratih uang pemberian itu.
"sungguh tega kamu mas menginjak-injak harga diri ku, kamu tak pernah menghargai perjuangan ku sebagai istri mu dan ibu dari anak kita.apakah segitu rendah nya aku di mata mu mas selama ini aku kau anggap apa atau kah aku hanya kau anggap sebagai pemuas nafsu mu yang gratis tanpa bayar......"
"ya Allah begitu berat cobaan yang kau berikan pada ku apakah aku sanggup untuk menghaadapi ini semua sendiri, Ya Allah maaf kan aku jika aku banyak mengeluh dan maafkan aku jika aku meragukan kehendak mu, aku pasrahkan semua pada mu ya Allah"
ucap Ratih di dalam do'a karna ia kini tengah melaksanakan sholat isya. setelah selesai ia pun melipat mukena nya dan tidur si samping anak semata wayang nya itu
•
•
setelah terakhir Yasril datang ke rumah nya ia kini mulai bangkit lagi dari keterpurukannya ia harus lebih senabgat lagi untuk melakukan aktifitas nya.
ia bekerja dengan giat dan tak kenal lelah demi masa depan anak nya kelak
"Ratih..." ibu Riana menghampiri Ratih
"iya bu..." jawab Ratih yang langsung membalikan badan nya menghadap ibu Riana
"ini gaji pertama mu, semoga kamu semakin betah ya kerja di sini" ucap ibu Riana memmberikan Amplop coklat ke tangan Kania yang perlahan membuat Kania mematung
"terima kasih bu" ucap Ratih berterima kasih
gaji pertama ia terima sungguh ia sangat senang meski tak seberapa banyak tetapi ia tetap bersyukur dengan gaji pertama nya itu.
karna hari sudah siang pekerjaan sudah selesai lantas ia pun pulang ke rumah, berniat nanti sore mengajak Adrian untuk jalan-jalan ke luar membhagiakan anak nya itu ada lah tujuan utamanya
•
__ADS_1
•
•
hari telah menjelang sore Ratih tengah bersiap untuk membawa Adrian jalan-jalan sore ini.
"mau kemana Ratih kok udah wangi, udah rapi begini" tanya ibu Sumarni
"mau ngajak Iyan keluar bu,jalan-jalan kasian kalo di rumah terus" jawab Ratih yang kini berada di depan pintu kamar nya
"oh..ya sudah hati-hati di jalan ya" ucap ibu sumarni
"iya bu....Iyan udah selesai belum " tanya Ratih pada Adrian
"udah ma, ayo berangkat aku udah gak sabar" jawab Adrian yang kini berjalan ke luar kamar.
"ya udah ayok" Ratih terlihat bahagia melihat anak semata wayang nya begitu bersemangat meski hanya jalan-jalan sekitaran desa tempat ia tinggal daja bukan jalan-jalan ke kota atau luar kota
setelah mereka berpamitan kepada ibu Sumarni dan bapak Handoko, mereka pun berangkat menggunakan sepeda motor
jalan-jalan menikmati pemandangan desa yang sudah maju sangat pesat fasilitas mulai lengkap, mereka menikmati udara sore hari itu
mereka pun pada akhirnya berhenti di warung yang menjual bakso dan beberapa makanan lainnya. Ratih turun dari motor yang di ikuti oleh Adriaj
terlihat Ratih memesan makanan ke pada penjual bakso itu
ia memesan bakso dua posrsi, dan minuman ny es teh begitu sederhana memang tetapi Ratih menyukainya.
mereka menunggu pesanan datang, Adrian terlihat sangat antu sias hingga banyak yang di ceritakan nya yanh entah apa Ratih hanya manggut-manggut saja, sampai pesanan mereka pun datang lalu mereka pun memakan makanan yang masih hangat itu
Ratih sedikit lega karna Adrian dari semalam setelah syah nya pergi ia tak menanyakan lagi kenapa sang ayah tak pulang dan mengapa pergi meninggalkan mereka
__ADS_1
Ratih berharap ia akan selalu biss membahagiakan anak nya itu bagai mana pun cara nya ia akan membahagiakan sang anak meski ia harus jungkir balik untuk membahagiakan Adrian.