MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 31


__ADS_3

Andra kini tengah mengemudikan mobilnya untuk mengantarkan Ratih dan Adrian pulang. Ratih duduk di depan bersama Andra sedangkan Adrian di jok belakang


dalam perjalanan pulang Adrian sudah tertidur di jok belakang, Ratih menengok ke belakang karna sejak meninggalkan resto sudah tak terdengar Adrian mengoceh


Ratih pun tersenyum dan geleng-geleng kepala setelah melihat anak nya itu tertidur


"dasar tukang tidur" gumam Ratih saat melihat kebelakang lalu ia pun membalikan wajahnya lagi menghadap ke depan


"apakah Adrian tidur" tanya Andra yang masih fokus menyetir


"hmm....dia tidur, anak itu kalau perut kenyang pasti langsung tidur" ucap Ratih menghapkan wajahnya ke arah Andra sembari tersenyum


Andra pun menatap Ratih dengan senyum nya lalu ia menatap lagi jalanan di depannya. tangan Andra menggenggam tangan Ratih yang berada di sampingnya


"aku ingin cepat-cepat menghalalkan hubungan kita ini, apakah kamu mau menikah dengan ku dalam waktu dekat" tanya Andra menatap kembali Ratih ia kini sudah menepikan mobilnya itu


Andra menggenggam kedua tangan Ratih, ia menatap Ratih dengan tatapan lembut. Ratih pun membalas tatapan Andra


ia bingung garus menjawab apa, sebenarnya Ratih sangat senang Andra serius pada dirinya, namun Ratih juga masih merasa trauma akibat ke gagalan rumah tangganya yang pertama


"jawab sayang...kenapa diam" Andra masih menunggu jawaban Ratih.


" jujur mas, aku mau banget. tapi aku juga masih takut, aku masih trauma akibat ke gagalan rumah tangga ku yang pertama" ucap Ratih sendu ia pun menunduk tak berani menatap wajah Andra


"aku tahu kamu masih memiliki trauma, tapi apakah kamu akan terus begini. aku janji sama kamu aku gak akan berpaling dari kamu sayang" ucap Andra tulus


Ratih mengangkat wajah nya menatap manik mata Andra, mencari keseriusan dan ke jujuran di sana. namun Ratih melihat tatapan Andra begitu serius terhadap dirinya


membuat Ratih pun akhirnya luluh, ia pun mengangguk mengiyakan permintaan Andra. Andra yang melihat itu langsung merasa senang lalu ia pun menghambur memeluk tubuh Ratih


kemudian Andra mencium seluruh wajah Ratih dan berakhir mencium bibir manis nya, Andra ******* lembut bibir yang manis menurutnya itu.


mereka saling ******* dan menyecap berbagi ludah tanpa memperdulikan di dalam mobil itu bukan hanya ada mereka berdua, tetapi ada Adrian juga di sana


setelah puas Andra menjelajah bibir Ratih, ia pun menghapus sisa air ludah nya yang menempel di bibir Ratih


" terimakasih, karna kamu sudah hadir di hidup ku dan menerima ku" ucap Andra dengan tersenyum


"harus nya aku yang berterimakasih mas, karna kamu mau menerima ku apa adanya" ucap Ratih merasa hidupnya kini berbanding terbalik dengan dahulu


"kamu itu sempurna bagi ku sayang, hanya laki-laki buta yang tak mau menerima mu" ucapan Andra yang begitu menohok membuat Ratih terdiam dan hanya mampu menatap Andra saja

__ADS_1


"ya sudah kita jalan pulang ya" Andra pun mengambil posisi kembali lalu ia pun melajukan mobilnya untuk pulang




mobil pun masuk ke dalam gang sebuah kontrakan kecil, Andra menghentikan mobil nya di depan kontrakan milik Ratih


Andra turun lebih dulu untuk membukakan pintu Ratih. Ratih pun keluar dari mobil setelah Andra membukanya


tampak Adrian pun keluar dari dalam mobil, karna ia sudah terbangun saat memasuki gang .Ratih membuka pintu rumahnya, lalu Adrian masuk teelebih dahulu karna matanya yang masih mengantuk


" ma aku duluan ya mata ku masih mengantuk" ucap Adrian izin terlebih dahulu


" iya sudah sana masuk ke kamar mu dan lanjutkan tidurnya" Ratih mengusap kepala Adrian


Adrian pun masuk ke kamarnya, Ratih beralih menatap Andra


"ayo masuk dulu mas" Ratih mempersilahkan Andra untuk masuk


"iya sayang"


Andra merangkul pinggang Ratih lalu mereka pun masuk ke dalam bersama. Andra duduk di sofa sedangkan Ratih langaung menuju dapur membuat kan teh untuk Andra


Andra yang melihat ke kasih nya tengah membelakangi dirinya itu, ia pun langsung memeluk tubuh Ratih dari belakang. membuat Ratih terjejut karna tangan kekar yang melingkah di perutnya


Ratih pun menengok ke arah wajah yang kini menyandarkan dagu nya di bahu Ratih


"mas..ih kamu tu ngagetin aja deh" ucap Ratih setelah melihat wajah tampan kekasihnya itu


karna ulang sang kekasih membuat Ratih menghentikan kegiatannya meracik teh


"kenapa kaget sayang, kan di rumah ini cuma ada kita bertiga saja" ucap Andra menciumi leher Ratih ia menggigit kecil leher putih mulus milik Ratih


ya kini tubuh Ratih sudah putih mulus dan terawat setelah perawatan ke salon dan dokter kecantikan, karna itu semua Andra lah yang meminta demi penampilan Ratih yang lebih baik agar tidak di rendahkan orang lain yang hanya memandang fisik seseorang saja


"ya tetap saja aku kaget mas...mmm mas geli jangan di gigit-gigit gitu" ucap Ratih merasa geli di area lehernya karna Andra yang terus saja mengecup dan menggigit lembut leher Ratih


namun bukannya mengehntikan aktifitasnya Andra malah semakin gencar dan bersemangat .


"hentikan lah sayang" Ratih mendorong wajah kekasihnua itu agar menjauh

__ADS_1


"kamu tu nyosor terus kaya angsa" gerutu Ratih yang sudah lepas dari pelukan


ia pun mengambil nampan yang berada di meja berisikan dua gelas teh hangat yang sudah selesai di buatnya tadi. meski tadi sempat terhambat oleh kelakuan Andra


Andra tersenyum yang melihat kekasihnya itu kesal, lantas Andra pun menyusul ratih ke ruang tamu.


ia duduk bersandingan dengan Ratih yang sudah terlebih dahulu duduk


Ratih yang sejak tadi memikirkan tentang obrolan antara Andra dan Alex pun makin penasaran apa yang kekasihnya itu rencanakan. meski tadi ia membuang jauh-jauh rasa penasarannya itu namun tetap saja tak bisa


"mas...."


"hmmm...kenapa" tanya Andra yang menaruh cangkir nya ke tempat semula setelah ia meminum isinya


"tadi tentang obrolan mu dengan Alex apa, maaf kalau aku bertanya soal itu karna aku merasa penasaran saja maksud mu memulai permainan itu apa mas" tanya Ratih dengan hati-hati


"oh itu...sebenarnya aku memiliki masalah cukup besar, aku akan memberi tahu mu sayang karna kau juga sebentar lagi akan menjadi bagian dari ku dan ibu ku. aku tak ingin ada yang di rahasiakan antara kita" ucap Andra lalu ia pun menarik nafas berat nya


Andra pun menceritakan semuanya kepada Ratih bagai mana ia dahulu dan permasalahannya dengan sang paman


Ratih pun mendengarkan cerita yang di sampaikan Andra. hingga Andra selesai menceritakan kisah hidupnya yang di buang dan semua harta sang ayah yang di rebut oleh pamannya sendiri


"begitulah kisah hidupku sayang" Andra memeluk kekasihnya itu setelah selesai menceritakan


"kejam sekali paman mu mas, dengan teganya dia membuang keponakan dan adik iparnya sendiri. bahkan sampai membuat papa mu meninggal" Ratih merasa sedih dan kasihan dengan kekasihnya yang harus banyak melewati banyak halang rintang


"oleh sebab itu aku meminta alex untuk bekerja di sana agar memudahkan aku untuk merebut kembali yang seharusnya menjadi hak ku dan ibu ku" ucap Andra penuh rasa kebencian


"apa yang akan mas lakukan?" tanya Ratih menatap kekasihnya itu


"aku akan membuat dia merasakan apa yang kurasakan dulu, bahkan lebih sakit dari itu" Andra menatap balik Ratih dan tersenyum ke arah nya


Ratih hanya terdiam nampak nya ia ingin bertanya lebih jauh lagi. hanya mendengar penuturan Andra yang akan membuat sang paman menderita saja sudah membuat Ratih mengkerut dan tak ingin banyak bertanya lagi


"sudah malam, mas pulang dulu . kamu jaga diri baik-baik" Andra berpamitan pada Ratih


"iya mas, kamu juga hati-hati di jalan" ucap Ratih


lalu ia mengantarkan Andra hingga ke depan, sebelum Andra masuk ke mobilnya ia memeluk Ratih dan mencium seluruh wajah Ratih hingga bibirnya meski hanya sebentar.


setelah puas mencium kekasihnya itu Andra pun masuk ke dalam mobil miliknya itu Andra pun melajukan mobilnya secara perlahan sembari membunyikan klakson.

__ADS_1


Ratih menatap mobil Andra yang sudah melaju hingga mobil itu hilang. setelah mobil Andra hilang dari pandangan barulah Ratih masuk kendalam rumah.


__ADS_2