
setelah Andra berangkat ke resto tadi Adrian menyudahi acara memancing nya
"udahan ma mancing nya, gak seru" Adrian menaruh joran pancing nya sembarang tempat sembari berlalu pergi meninggalkan sang ibu sendirian menatap bingung melihat anak nya itu.
"loh kenapa udahan nak?" tanya Ratih yang merasa bingung melihat punggung anak nya itu berlalu pergi meninggalkan dirinya
"gak mau" ucap Adrian yang berteriak dan langsung berlari ke kamarnya
"hah...ya sudah lah, aku bereskan dulu alat pancing nya" Ratih pun membereskan alat pancing yang di gunakan Adrian dan Andra tadi ke gudang
setelah menaruh alat pancing ke gudang Ratih membawa hasil pancingan anak dan calon suaminya itu masuk ke dalam rumah, dan memberikannya ke pada mbok Iyem dan bi arum
"bi, tolong ini di olah ya hasil pancingan Adrian sama Andra, sayang kalau gak di olah" ucap Ratih sembari memberikan wadah berisi dua ekor ikan yang lumayan besar
"baik nyonya muda, mbok akan olah" jawab mbok itu
"ya sudah kalau begitu saya ke atas dulu" Ratih pun langsung meninggalkan dapur dan menuju kamar Adrian
cklek
Ratih membuka pintu kamar Adrian, Ratih melihat Adrian tengah berbaring di ranjang empuk nya dengan sudah berganti pakaian
"anak mama sudah mandi rupanya" Ratih menghampiri dan duduk di tepi ranjang
"udah" jawab Adrian ketus
"kok ngambek begitu sih, kenapa?" tanya Ratih sembari mengelus lembut kepala Adrian
"Iyan kesel aja, papa pergi" jawab Adrian dengan wajah yang masih di tekuk
"loh, papa kan kerja untuk Iyan juga kan, papa itu bos nya jadi papa harus ada di saat karyawan butuh papa." Ratih berusaha agar anak nya itu mengerti posisi sang papa sambung nya
__ADS_1
"untuk Iyan apa nya, bukti nya papa pergi. memang nya kenapa kalau papa gak berangkat " tanya Adrian dengan masih posisi miring membelakangi ibunya itu
"papa kerja itu kan nanti menghasilkan uang, terus nanti kan uang nya juga buat Iyan beli mainan, beli jajan, beli apa pun yang Iyan mau. dan kalau papa gak kerja kasian dong karyawan papa nanti gak dapat gaji terus nanti nggak bisa beliin anak nya mainan, nggak bisa belikan anak nya baju yang bagus" Ratih berbicara dengan bahasa yang dapat di mengerti oleh anak usia 7 tahun
"oh gitu, tapi tetep aja Iyan kesel" Adrian masih terlihat bete
"ya udah Iyan tidur dulu aja ya, nanti kalau papa pulang mama bangunin terus nanti Iyan main bareng papa lagi" bujuk Ratih agar anak nya itu tidak merajuk lagi
"bener ya ma, papa pulang" selidik Adrian
"iya, udah bobo dulu ya biar mama temenin" Ratih mengelus kepala anaknya itu dengan sayang
sementara Adrian tak menjawab ia hanya diam saja, namun lambat laun mata nya pun mulai terpejam karna mendapat belaian lembut dari tangan ibu nya itu
Ratih melihat anaknya itu sudah tidur dengan nafas yang teratur
"sudah tidur rupanya" gumam Ratih
"segitu sayang nya Iyan sama mas Andra sampai- sampai hanya di tinggal sebentar untuk urusan kerja saja tidak mau. begitu hausny kah Iyan dengan kasih sayang seorang ayah yang tak pernah di dapat selama ini"
•
•
•
setelah pekerjaannya selesai Andra pun keluar dari ruangannya dan menuju parkiran mobil, ia masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang
30 menit berlalu mobil Andra sudah masuk ke halaman rumah nya itu, ia pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Andra menengok kanan kiri tak ada siapa pun di ruang tamu itu tampak sepi, padahal biasa nya Adrian akan bermain di area ruang tamu itu
Andra pun masuk ke dalam melewati antara ruang makan dan ruang keluarga, Andra melihat ibunya sedang duduk di sofa dengan posisi bersandar
__ADS_1
"ma...." panggil Andra
"eh..ndra sudah pulang" tanya ibu Airin
"iya, kok rumah sepi banget ma kemana Adrian" tanya Andra sembari duduk di samping ibunya itu
"tidur kaya nya, Ratih juga nggak ada turun dari tadi" jawab ibu Airin
"pantes sepi, ya udah Andra ke kamar dulu mau mandi" pamit Andra dan mendapat anggukan dari ibu Airin
Andra pun berlalu meninggalkan sang ibu di ruang keluarga sendiri, ia menaiki tangga satu demi satu hingga mengantarkannya ke kamar. Andra pun masuk ke kamarnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu
setelah 15 menit melakukan aktifitasnya di kamar mandi Andra pun keluar sudah dengan mengenakan pakaiannya. Andra keluar dari kamarnya dan menuju kamar Adrian
cklek
Andra membuka pintu kamar Adrian dan saat pintu terbuka Andra di suguhkan dengan dua orang yang ia sayangi dan cintai, terlihat Ratih tidur dengan bersandar di sandaran ranjang, sedangkan Adrian tertidur di samping ibunya
Andra pun masuk menghampiri dua orang yang masih terlelap dalam mimpinya itu.
"nyenyak banget tidur nya, kasian kalau di bangunin" gumam Andra tersenyum manis
Andra mengelus pipi Adrian dengan sayang, dan Andra beralih menatap calon istrinya itu yang tidur dengan posisi duduk
"Pati sakit lehernya tidur duduk begini" Andra mengambil bantal untuk membetulkan posisi tidur calon istrinya itu
karna mereka yang tidur sangat nyenyak Andra pun memutuskan untuk tidur di samping Adrian, tadinya Andra ingin mengajak anak sambung nya itu untuk jalan- jalan sebagai permintaan maaf karna meninggalkan Adrian yang memancing sendiri bersama ibunya
Andra ingin membahagiakan anak sambung dan istrinya itu semaksimal mungkin, karna Andra tahu kalau Adrian pasti memiliki trauma yang sangat dalam akibat ulah ayah nya itu.
Adrian pernah bercerita kalau ayahnya itu selalu memukul ibunya dengan alasan yang tak jelas, terkadang Ratih memasak yang tidak sesuai dengan selera ayah nya itu maka ayah nya itu tak akan memakan makanan yang di masak oleh ibunya itu
__ADS_1
bahkan jika membuat kesalahan sedikit yang tak sesuai ke inginan dari sang ayah dengan tega nya ayah dari Adrian itu memukul Ratih hingga memar- memar di seluruh tubuh dan wajahnya
dan lagi- lagi sangat di sayang kan harus di saksikan oleh bocah kecil yang belum tahu apa- apa, hingga membuat jiwa nya terguncang. dan terakhir waktu di rumah kontrakan hal serupa pun terjadi kembali membuat Adrian semakin trauma dan tak pernah mau bertemu sang ayah lagi