
matahari sudah menjemput pagi, mencairkan tetesan embun yang menempel pada dedaunan, Ratih mulai mengerjakan matanya ia merasa perut nya berat seperti ada yang menindih
seketika Ratih melihat ke arah perutnya itu yang terlihat tangan kekar melingkar di perutnya, Ratih pun melihat ke samping di mana Andra tidur sembari memeluk tubuh Ratih
Ratih tersenyum melihat Andra yang tengah tertidur, terlihat sangat tampan dengan mata terpejam. Ratih mengelus wajah calon suaminya itu ia tak bosan- bosan menatap wajah calon suaminya itu
"udah puas liatin wajah mas" tanya Andra dengan mata yang masih terpejam
"mas kamu sudah bangun" tanya Ratih kaget
"hmm..semenjak kamu elus wajah mas, mas sudah bangun" jawab Andra yang kini malah merapatkan wajahnya di bahu Ratih
"ih kamu mas, kirain masih tidur tadi" ucap Ratih memukul pelan tangan Andra
Andra tak menjawab ucapan Ratih ia kembali memejamkan matanya dan terlelap di bahu Ratih
"mas,....mas" Ratih memanggil Andra namun tak ada jawaban
"kamu tidur lagi, ini udah pagi mas kata nya mau ke butik" ucap Ratih kembali menggoyangkan tubuh Andra
"nanti aja sayang, kita tidur lagi ya bair kaya gini dulu" ucap Andra yang malah mengeratkan pelukannya dan wajahnya kini menempel pada ceruk leher Ratih
"hah...ya sudah lah" akhirnya Ratih pasrah dengan membuang nafasnya kasar
mau bagai mana lagi toh ia tak akan pernah bisa lepas dari rengkuhan Andra karna tenaganya tak kalah kuat
akhirnya Ratih menyisir rambut Andra dengan jari- jari nya, mengelus kepala calon suaminya itu. hingga tak sadar ia pun kembali tertidur dengan tangan masih dengan posisi berada di kepala Andra
•
•
•
setelah terresa di pecat dari resto milik Andra kini kehidupannya tidak sebaik dulu, terresa merasa bingung harus bekerja di mana lagi dengan tak memiliki ke ahlian sama sekali
"aku harus cari kerja ke mana lagi, udah muter- muter tapi tetep juga nggak dapat kerjaan. terus kaya gimana aku bisa ngirim uang ke bapak di kampung. pasti bapak bakalan marah besar sama aku karna nggak ngirimin dia uang" terresa terlihat gusar kini keringat nya sudah bercucuran karna terik nya matahari meski masih pagi
__ADS_1
"hah...andai aja gue nggak godain pak Andra pasti gue masih kerja enak sekarang, ini emang salah gue karna gue terlalu terobsesi dengan pak Andra" terresa akhirnya menyesali perbuatannya yang memang sangat tidak baik
"andai gue juga punya orang tua yang bener- bener nyayangi gue, pasti gue nggak bakalan godain pak Andra cuma demi duit. sayang bokap gue nggak pernah nyayangi gue bahkan dia selalu bikin gue sakit hati, "
"Bu terresa kangen sama ibu kenapa ibu tinnggalin terresa sendirian, kenapa ibu nggak ajak terre Bu. terre rindu kasih sayang ibu buat terre, terre kangen masakan ibu dan suapan ibu" terresa berjalan tak tentu arah dengan air mata yang berlinang
tanpa ia sadari ada mobil melaju dari arah lain dengan kecepatan yang lumayan kencang, membuat orang- orang yang ada di sekitar berteriak untuk menyadarkan terresa. terresa pun tersadar dan melihat mobil hitam melaju kencang ke arah dirinya
"Aaaaaaaaaaaa" teriak terresa dengan menutup wajah nya menggunaka tangannya
namun tiba- tiba tubunya di tarik seseorang hingga mereka terguling ke rerumputan taman, karna posisi terresa tadi berada di sekitaran taman kota
terresa pingsan tak sadarkan diri, mungkin karna syok
"hei bangun, " ucap lelaki itu
"dia pingsan lagi" ucap nya lagi lalu tanpa fikir panjang lelaki itu pun menggendong tubuh terresa dan memasukan nya ke dalam mobil miliknya itu
ia pun membawa terresapergi dari taman
•
•
•
"Adrian mana sayang" tanya Andra pada Ratih
"kaya nya tadi sama mama di belakang" jawab Ratih sembari menyelempangkan tas nya
"ya udah kita susul Adrian dulu" ajak Andra dan mendapat anggukan dari Ratih
mereka pun ke taman belakang, dan benar saja Adrian kini tengah berada di taman belakang dengan ibu Airin memberi makan ikan
"Rian.." panggil Andra pada Adrian membuat orang yang di panggil namanya itu pun menengok ke arah sumber suara
" iya pa, kenapa" tanya Adrian dengan tangan yang masih fokus memberi makan ikan
__ADS_1
"ikut yuk, mama sama papa mau ke butik" ajak Andra Adrian yang di ajak itu pun menghampiri kedua orang tuanya
"kalian udah mau berangkat" tanya ibu Airin
"iya ma, soalnya waktu nya kan udah mepet banget" jawab Andra
"iya sudah kalau begitu kalian hati- hati"nasehat ibu airin
"iya, yaudah kita berangkat ya ma" Ratih menyalami ibu mertuanya itu begitu pun dengan Andra
"Oma Iyan tinggal dulu ya, nanti kita main lagi" ucap Adrian yang begitu ceria
" iya sayang, sudah sana kalian berangkat" ucap ibu Airin dengan mengelus kepala Adrian
mereka pun akhirnya pergi meninggalkan ibu Airin di rumah
Ratih, Adrian dan Andra masuk ke dalam mobil sport milik Andra, perlahan Andra mulai melajukan mobilnya memecah jalan raya
30 menit mereka sudah sampai di butik yang terkenal di kota itu, Ratih memilih baju yang akan ia kenakan di acara akad dan resepsi nya nanti
begitu pun dengan Andra, sedangkan Adrian di bawa oleh pegawai butik untuk memilih setelah jas yang cocok untuknya
setelah selesai memilih gaun dan jas pengantin, mereka pun keluar dari butik, dan Andra kembali melajukan mobilnya menuju restoran, karna hari sudah siang dan waktunya jam makan siang. mobil pun masuk ke sebuah restoran yang menyajikan beraneka makanan
mereka masuk ke dalam resto itu dan duduk di sudut dinding kaca, mereka sengaja duduk di sudut karna tak terlalu ramai
Andra memanggil waiters lalu memesan menu makanan yang sudah di sebutkan Ratih dan Adrian tadi , kemudian waiters itu mencatatnya kini giliran Andra yang menyebutkan pesanannya
setelah waiters itu mencatat, ia pun pergi menuju dapur untuk memberikan bil pesanan
setelah 15 menit menunggu waiters pun membawa pesanan mereka, dan menyajikannya
"silahkan, tuan dan nyonya selamat menikmati" ucap waiters itu
"terimakasih" ucap Ratih karna Andra jika berada di luar dia selalu menunjukan sifat dinginnya
"wah enak kaya nya ini ma" ucap Adrian lalu ia melahap makanannya
__ADS_1
Ratih tersenyum melihat Adrian yang lahap memakan makanannya, Andra menatap anak sambung nya itu ia sungguh sangat bahagia melihat Adrian yang sudah sangat nyaman dengan dirinya itu.
Andra tak ingin Adrian merasakan sakit lagi hingga ia berjanji akan melindunginya dan terutama Ratih, ia akan selalu menjaga orang yang sangat ia sayang dan cinta itu. hingga mereka melupakan rasanya sakit hati